RadarMadura.id - Nissan memastikan Skyline generasi terbaru akan meluncur pada Desember 2026. Sedan ikonik Jepang tersebut memasuki generasi ke-14 dengan proses pengembangan yang jauh lebih singkat, yakni sekitar 26 bulan.
Kepastian jadwal tersebut disampaikan Presiden dan CEO Nissan Ivan Espinosa. Sebelumnya, Nissan telah memberikan gambaran awal mengenai Skyline terbaru pada April 2026.
Menariknya, proses pengembangan Skyline terbaru menjadi salah satu proyek dengan waktu pengerjaan tercepat Nissan. Menurut Espinosa, mobil produksi tersebut dikembangkan sepenuhnya dalam sekitar 26 bulan sebelum dijadwalkan meluncur pada Desember.
Kecepatan pengembangan itu tidak lepas dari pemanfaatan teknologi digital. Nissan menggunakan kecerdasan buatan generatif dan simulasi digital dalam berbagai tahapan, mulai dari desain, rekayasa, pengujian hingga manufaktur.
Baca Juga: Kisah Vio Menjangkau Nasabah Ultra Mikro dari Rumah ke Rumah di Banda Neira
Teknologi tersebut memangkas siklus pengembangan dari sekitar 55 bulan pada generasi sebelumnya menjadi 26 bulan. Perubahan ini menunjukkan bagaimana perangkat lunak dan simulasi dapat digunakan untuk mengurangi waktu pengembangan tanpa harus menunggu seluruh proses dilakukan melalui pengujian fisik.
Dari sisi desain, Nissan memberikan sejumlah petunjuk melalui teaser yang telah diperlihatkan. Siluetnya membawa nuansa Skyline klasik, termasuk inspirasi dari generasi yang dikenal dengan julukan Hakosuka.
Bagian depan terlihat agresif dengan fender yang dibuat tegas. Sementara desain lampu belakang mengingatkan pada grafis khas GT-R, memberikan sentuhan performa pada sedan yang selama ini memiliki sejarah panjang di dunia otomotif Jepang.
Nissan juga menempatkan Skyline sebagai salah satu model penting dalam upaya pemulihan perusahaan. Espinosa menyebut mobil ini sebagai salah satu ikon dari kebangkitan Nissan sekaligus model yang merepresentasikan kecepatan dan kemampuan rekayasa perusahaan.
Untuk urusan dapur pacu, Nissan masih belum membuka spesifikasi teknis resmi. Arsitektur penggerak roda belakang atau RWD diperkirakan tetap dipertahankan, mengikuti karakter Skyline selama ini, tetapi informasi tersebut belum menjadi spesifikasi final yang diumumkan Nissan.
Pilihan sistem penggeraknya juga masih menjadi misteri. Ada kemungkinan Skyline terbaru mengadopsi teknologi hybrid, sementara opsi lain yang masih diperbincangkan adalah mesin V6 twin-turbo dengan tenaga lebih dari 400 hp dan kemungkinan transmisi manual enam percepatan.
Jika konfigurasi tersebut benar-benar digunakan, karakter Skyline akan tetap memiliki hubungan dengan tradisi performa Nissan. Namun, detail mesin, transmisi, output tenaga, serta varian Nismo masih menunggu pengumuman resmi.
Yang sudah dipastikan adalah lokasi produksinya. Skyline generasi terbaru akan dibuat di pabrik Nissan Tochigi, Jepang, yang sedang diarahkan menjadi pusat produksi kendaraan sport dan saat ini juga menangani Nissan Fairlady Z.
Baca Juga: Ultraviolette F77 Resmi Bawa Motor Listrik 30 kW dengan Baterai 10,3 kWh, Jarak Tempuh 323 Km
Pengembangan cepat Skyline juga mencerminkan perubahan pendekatan Nissan dalam menghadapi industri otomotif yang semakin kompetitif. Espinosa mengakui perkembangan industri China menjadi salah satu acuan Nissan dalam teknologi, efisiensi biaya, dan kecepatan pengembangan kendaraan.
Untuk saat ini Nissan baru mengonfirmasi debut Skyline generasi ke-14 pada Desember 2026. Harga, spesifikasi lengkap, pilihan mesin, serta pasar ekspor yang akan mendapatkan sedan tersebut belum diumumkan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila