Freelander 8S Tembus 6.002 Mdpl di Tibet, Sabet Rekor Dunia Guinness

Fadila An Naila • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 22:33 WIB
Freelander 8S (X/@therealautoblog)
Freelander 8S (X/@therealautoblog)

RadarMadura.id - Freelander 8S mencatatkan rekor dunia Guinness setelah berhasil mencapai ketinggian 6.002 meter di atas permukaan laut (mdpl) di kawasan pegunungan Tibet, China. SUV elektrifikasi ini mengandalkan sistem Extended-Range Electric Vehicle (EREV) untuk menghadapi medan ekstrem dengan kadar oksigen yang sangat tipis.

Pencapaian tersebut menjadi pembuktian menarik bagi teknologi EREV. Sistem ini memungkinkan kendaraan tetap menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin pembakaran internal bekerja sebagai generator untuk memasok energi ke baterai.

Freelander 8S dibekali dua motor listrik dengan output gabungan mencapai 610 kW. Sistem tersebut dipadukan transmisi dua percepatan pada motor belakang dan penggerak empat roda (AWD), sehingga distribusi tenaga ke keempat roda dapat disesuaikan untuk menghadapi permukaan jalan yang menantang.

Karakter tersebut menjadi penting ketika kendaraan harus melewati tanjakan curam dan medan yang tidak beraspal. Berbeda dengan mesin konvensional yang mengandalkan proses pembakaran, motor listrik tidak mengalami penurunan performa dengan cara yang sama akibat tipisnya udara di dataran tinggi.

Baca Juga: Motor Listrik OMOWAY OMO-X Mulai Rp46,9 Juta, Bawa Teknologi OMO-ROBOTl

Mesin 1,5 liter turbo pada Freelander 8S juga tidak bertugas memutar roda secara langsung. Mesin tersebut difungsikan sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan sistem penggerak dan baterai.

Konfigurasi ini membuat sistem penggerak tetap berorientasi pada tenaga listrik ketika kendaraan melibas medan berat. Torsi puncaknya mencapai 813 Nm, memberikan dorongan besar saat SUV harus bergerak di permukaan dengan tingkat kemiringan tinggi.

Freelander 8S menggunakan platform EREV 800 volt dengan baterai CATL Freevoy berkapasitas 60,3 kWh. Dalam mode listrik murni, baterai tersebut diklaim mampu membawa kendaraan menempuh hingga 310 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC.

Arsitektur 800 volt juga mendukung pengisian daya cepat. Baterai dapat diisi dari 20 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 12 menit, sehingga waktu berhenti untuk pengisian dapat ditekan ketika kendaraan digunakan dalam perjalanan jarak jauh.

Baca Juga: 10 Motor Touring yang Nyaman untuk Perjalanan Jauh, Harga Mulai Rp38 Jutaan

Kemampuan melewati medan ekstrem tidak hanya mengandalkan sistem elektrifikasi. Freelander 8S menggunakan suspensi udara dual-chamber dan peredam CCD untuk membantu menjaga kenyamanan sekaligus kemampuan kendaraan beradaptasi terhadap perubahan permukaan jalan.

SUV ini juga memiliki pengunci diferensial mekanis di bagian depan. Ditambah fitur rear-wheel steering yang memungkinkan roda belakang membelok hingga 10 derajat, radius putar dan kemampuan manuver kendaraan dapat terbantu meski dimensinya tergolong besar.

Freelander 8S memiliki panjang 5.118 milimeter dengan jarak sumbu roda 3.040 milimeter. Dimensi tersebut memberikan ruang kabin yang luas, tetapi fitur kemudi roda belakang membantu mengurangi konsekuensi dari bodi panjang ketika kendaraan bermanuver.

Di dalam kabin, teknologi juga menjadi salah satu daya tarik utama. Sistem hiburan dan komputasi menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8397, sementara informasi dan kendali kendaraan ditampilkan melalui layar Mini LED berukuran 15,6 inci.

Penumpang belakang mendapatkan layar lipat berukuran 17,3 inci yang ditempatkan di bagian langit-langit. Seluruh varian Freelander 8 juga dilengkapi sistem kemudi otonom Huawei Qiankun ADS 5.

Freelander sendiri berada di bawah sub-merek independen yang dibentuk melalui kerja sama Chery Group dan Jaguar Land Rover (JLR). Nama Freelander kembali digunakan, tetapi kendaraan ini tidak menggunakan logo Land Rover pada bagian eksterior.

Baca Juga: Resep Granola Cup Homemade Cocok Jadi Menu Sarapan Sehat atau Camilan Manis Keluarga

Dari sisi pasar, model Freelander 8 telah memasuki produksi massal di fasilitas Chery-JLR Changshu, Jiangsu, China, sejak 30 Juli 2026. Model tersebut juga mencatat lebih dari 10.000 pemesanan dalam 48 jam setelah pra-penjualan dibuka pada 14 Agustus 2026.

Di China, Freelander 8 tersedia dalam konfigurasi lima penumpang dengan harga mulai 339.900 yuan atau sekitar Rp901 juta. Varian enam penumpang dibanderol mulai 349.900 yuan atau sekitar Rp928 juta, sementara informasi mengenai ketersediaannya di Indonesia belum tercantum dalam data tersebut. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
Freelander 8S Tibet Guinness Chery suv