Googlebook Segera Dijual, Laptop Baru Google Ini Tinggalkan ChromeOS dan Beralih ke Android

Syarifatus Sabah • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 06:24 WIB
Googlebook
Googlebook

 

RadarMadura.id - Googlebook segera memasuki tahap penjualan setelah Google mengumumkan jadwal pre-order laptop generasi barunya.

Pemesanan awal perangkat tersebut akan dibuka pada 21 September 2026, menandai langkah baru Google di pasar komputer portabel premium. 

Berbeda dari Chromebook yang selama ini mengandalkan ChromeOS, Googlebook dibangun menggunakan teknologi berbasis Android dengan dukungan Gemini Intelligence. 

Google menyebut perangkat ini sebagai kategori laptop baru yang dirancang sejak awal untuk menghadirkan pengalaman komputasi berbasis kecerdasan buatan.

Konsep Googlebook pertama kali diperkenalkan Google pada Mei 2026 melalui Android Show.

Perangkat ini menggabungkan kekuatan aplikasi Android, kemampuan browser Chrome, serta sistem yang dirancang untuk menghadirkan fitur AI secara lebih mendalam. 

Google tidak memosisikan Googlebook sebagai pengganti Chromebook karena keduanya akan tetap memiliki segmen masing-masing. 

Bedanya, Googlebook diarahkan sebagai laptop premium dengan kemampuan lebih luas dan integrasi perangkat yang lebih erat.

Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah Magic Pointer, yang membawa kemampuan Gemini langsung ke kursor laptop.

Pengguna dapat mengarahkan kursor pada objek tertentu untuk memperoleh saran kontekstual, membandingkan informasi, hingga membuat sesuatu berdasarkan konten yang sedang ditampilkan. 

Google mencontohkan penggunaan fitur tersebut untuk membantu menjadwalkan pertemuan dari tanggal di email atau menggabungkan dua gambar untuk melihat hasil visualnya. 

Baca Juga: Jangan Cuma Beli, Risol Mayo Mentai Ternyata Mudah Dibuat di Rumah, dengan Isian Creamy Saus Mentai

Konsep ini membuat kursor bukan sekadar alat navigasi, tetapi menjadi pintu masuk menuju berbagai fungsi AI.

Googlebook juga memiliki fitur Create My Widget yang memungkinkan pengguna membuat widget desktop hanya melalui perintah kepada Gemini.

Pengguna dapat meminta widget untuk mengumpulkan informasi dari internet maupun aplikasi Google seperti Gmail dan Calendar. 

Misalnya, berbagai informasi perjalanan dapat dirangkum dalam satu tampilan sehingga pengguna tidak perlu membuka banyak aplikasi secara terpisah. 

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana Google ingin menjadikan desktop lebih personal dan menyesuaikan kebutuhan penggunanya.

Integrasi dengan ponsel Android menjadi bagian lain yang ditonjolkan Google pada Googlebook.

Melalui Cast My Apps, aplikasi yang berada di ponsel dapat digunakan melalui laptop tanpa harus memasang ulang aplikasi tersebut.

 Ada pula Quick Access yang memungkinkan pengguna membuka, mencari, dan memasukkan file dari ponsel langsung melalui pengelola file Googlebook.

Untuk fitur ini, Google mensyaratkan ponsel dengan Android 17 atau versi lebih baru serta proses pengaturan awal.

Dari sisi perangkat keras, Google menggandeng sejumlah produsen laptop ternama untuk menghadirkan generasi pertama Googlebook.

Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo telah disebut sebagai mitra yang akan memproduksi perangkat tersebut. 

Setiap model akan membawa desain dan konfigurasi berbeda, tetapi Google memberikan identitas visual berupa Glowbar yang menjadi ciri khas Googlebook. 

Strategi ini membuat Google dapat menghadirkan kategori baru tanpa harus bergantung pada satu model laptop buatan sendiri.

Kehadiran Googlebook juga memperlihatkan perubahan arah Google dalam mengembangkan perangkat komputasi berbasis layar besar.

Selama bertahun-tahun, Chromebook menjadi pilihan Google untuk laptop yang mengutamakan kesederhanaan, kecepatan, dan penggunaan berbasis cloud. 

Kini Google mencoba membawa lebih banyak kemampuan Android dan Gemini ke perangkat dengan format laptop. 

Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi aplikasi dan layanan Android untuk memainkan peran lebih besar dalam aktivitas komputer sehari-hari.

Meski jadwal pre-order sudah ditetapkan, sejumlah detail penting Googlebook masih menjadi perhatian calon pembeli.

Google belum mengungkap seluruh spesifikasi setiap model, harga lengkap, maupun waktu pengiriman untuk semua perangkat yang akan tersedia. 

Informasi mengenai sistem operasi yang menjadi dasar Googlebook juga belum menggunakan nama pemasaran resmi yang terpisah dari platform Googlebook. 

Karena itu, konsumen masih perlu menunggu pengumuman lanjutan dari Google dan masing-masing produsen.

Untuk pasar Indonesia, ketersediaan resmi dan harga dalam rupiah masih perlu menunggu informasi dari Google maupun produsen yang menjadi mitranya.

Jadwal pre-order 21 September 2026 yang diumumkan saat ini menjadi penanda penting bahwa Googlebook mulai memasuki tahap komersial. 

Baca Juga: Jangan Cuma Beli, Risol Mayo Mentai Ternyata Mudah Dibuat di Rumah, dengan Isian Creamy Saus Mentai

Kehadiran perangkat ini berpotensi memperluas pilihan laptop berbasis ekosistem Android bagi pengguna yang sudah memakai ponsel Android. 

Namun, detail mengenai distribusi setiap model di berbagai negara tetap bergantung pada kebijakan masing-masing produsen dan pasar.

Dengan Gemini Intelligence, Magic Pointer, Create My Widget, Cast My Apps, dan Quick Access, Googlebook membawa pendekatan berbeda terhadap laptop modern.

Google tidak hanya menawarkan perangkat untuk menjalankan aplikasi, tetapi mencoba membuat berbagai fungsi AI dan konektivitas perangkat menjadi bagian dari pengalaman penggunaan sehari-hari. 

Pre-order yang dimulai 21 September 2026 akan menjadi tahap penting untuk melihat bagaimana konsep laptop Android tersebut diterima konsumen. 

Sementara itu, Chromebook tetap berada di jajaran produk Google sehingga Googlebook hadir sebagai kategori baru, bukan sekadar pengganti generasi sebelumnya.(Syarifah)

Editor : Amin Bashiri
Googlebook Googlebook Android laptop Google terbaru Googlebook 2026 laptop Android