GAC Raih Sertifikasi Wind Tunnel yang Memperkuat Akurasi Pengujian Angin, Suara, dan Efisiensi Mobil

Syarifatus Sabah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:26 WIB
GAC, Merek China Pertama Kantongi Sertifikasi Wind Tunnel
GAC, Merek China Pertama Kantongi Sertifikasi Wind Tunnel

 

RadarMadura.id - GAC mencatat langkah penting dalam pengembangan teknologi kendaraan setelah laboratorium wind tunnel miliknya memperoleh pengakuan dari China National Accreditation Service for Conformity Assessment atau CNAS.

Fasilitas tersebut berhasil melewati penilaian lapangan dan resmi masuk dalam jajaran laboratorium yang diakui secara nasional. 

Pencapaian ini memperkuat posisi GAC sebagai salah satu produsen otomotif China yang serius membangun kemampuan riset secara mandiri.

Pengakuan CNAS tersebut mencakup kemampuan pengujian beban jalan kendaraan menggunakan metode wind tunnel.

Proses penilaian dilakukan berdasarkan standar ISO/IEC 17025:2017 yang mengatur persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. 

Dengan status ini, laporan pengujian yang dihasilkan laboratorium GAC memiliki tingkat kredibilitas yang lebih kuat dan dapat diterima dalam skema pengakuan internasional.

Menariknya, fasilitas wind tunnel GAC bukan laboratorium biasa karena menggabungkan tiga bidang pengujian dalam satu tempat.

Laboratorium tersebut menyatukan pengujian aerodinamika, aeroakustik dan termodinamika untuk kendaraan secara menyeluruh. 

GAC menyebut fasilitas yang dibangun selama delapan tahun ini sebagai laboratorium wind tunnel kendaraan tiga fungsi pertama di dunia.

Laboratorium tersebut memiliki luas sekitar 4.500 meter persegi dan dilengkapi sistem kipas utama dengan daya maksimum 2.200 kW.

Baca Juga: LG Bawa TV MRGB Premium 100 Inch untuk Mengubah Ruang Keluarga Menjadi Bioskop Pribadi

Sistem itu mampu menghasilkan aliran udara hingga sekitar 200 km per jam dengan tingkat kontrol kecepatan yang sangat presisi. 

Kemampuan tersebut memungkinkan para insinyur mengamati pengaruh perubahan desain kendaraan terhadap hambatan udara secara lebih detail.

Peran wind tunnel semakin penting ketika industri otomotif bergerak menuju kendaraan listrik.

Hambatan udara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi konsumsi energi, terutama ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi. 

Karena itu, desain bodi yang lebih aerodinamis dapat membantu menekan kebutuhan energi sekaligus mendukung efisiensi kendaraan.

GAC bahkan menyebut penurunan koefisien hambatan udara sebesar 0,01 Cd pada kondisi CLTC berpotensi meningkatkan jarak tempuh mobil listrik sekitar 5 hingga 10 kilometer.

Data tersebut menunjukkan bahwa pengembangan aerodinamika bukan sekadar urusan tampilan eksterior kendaraan. 

Setiap perubahan pada bentuk bodi, komponen bawah kendaraan hingga detail kecil dapat memberikan dampak terhadap efisiensi.

Selain mengukur hambatan udara, fasilitas GAC juga dapat digunakan untuk mengembangkan tingkat kenyamanan kendaraan.

Pengujian aeroakustik membantu insinyur memahami sumber suara yang muncul akibat aliran udara ketika mobil bergerak. 

Hasil pengujian kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki desain sehingga kendaraan terasa lebih senyap bagi penumpang.

Kemampuan laboratorium tersebut telah digunakan dalam pengembangan sejumlah kendaraan GAC, termasuk model produksi dan kendaraan yang masih berada dalam tahap riset.

 GAC mencatat pengujian telah dilakukan terhadap model seperti Hyptec HL, Trumpchi Xiangwang S7 dan Aion RT.

Baca Juga: BRI Perkuat Sustainable Finance, Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp 842,1 Triliun

 Fasilitas yang sama juga pernah digunakan untuk pengujian aerodinamika sepeda motor melalui kerja sama dengan Wuyang-Honda.

Bagi GAC, sertifikasi CNAS bukan sekadar penghargaan terhadap fasilitas penelitian yang sudah dibangun.

Pengakuan tersebut memberikan dasar yang lebih kuat bagi laboratorium untuk menghasilkan data pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. 

GAC juga membuka fasilitas tersebut untuk layanan industri sehingga teknologi yang dimiliki dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pihak.

Langkah GAC memperlihatkan bagaimana produsen otomotif China tidak lagi hanya berlomba menghadirkan produk baru, tetapi juga memperkuat fondasi penelitian di balik kendaraan tersebut.

Kombinasi wind tunnel, fasilitas pengujian kendaraan dan kemampuan pengembangan internal dapat mempercepat proses penyempurnaan produk.

 Dengan sertifikasi CNAS ini, GAC memiliki modal tambahan untuk mengembangkan kendaraan yang lebih efisien, senyap dan matang secara teknologi.(Syarifah)

Editor : Amin Bashiri
GAC wind tunnel sertifikasi wind tunnel GAC GAC China GAC CNAS laboratorium wind tunnel GAC