RadarMadura.id - Plaud One hadir membawa konsep baru dalam perkembangan perangkat audio pintar berbasis kecerdasan buatan.
Produk ini bukan sekadar earbud nirkabel untuk mendengarkan musik atau menerima panggilan.
Plaud merancang perangkat tersebut agar mampu menangkap, merekam, dan mengolah percakapan menjadi informasi yang lebih berguna.
Menariknya, sejumlah fungsi utamanya dapat berjalan tanpa pengguna harus membawa smartphone.
Baca Juga: Beli Huawei MatePad Air Makin Untung, Gratis Huawei M-Pencil Pro dan Benefit Senilai Rp9,3 Juta
Kemampuan tersebut dimungkinkan berkat charging case Plaud One yang dibekali eSIM dan konektivitas 4G LTE.
Case ini dapat tetap terhubung ke jaringan meski smartphone pengguna tidak berada di dekat perangkat.
Rekaman percakapan kemudian bisa dikirim dan disinkronkan ke layanan Plaud untuk diproses lebih lanjut.
Konsep ini membuat Plaud One berbeda dari kebanyakan earbud pintar yang masih bergantung penuh pada ponsel.
Plaud One dirancang untuk menangani berbagai situasi percakapan dalam aktivitas sehari-hari.
Earbud dapat digunakan untuk merekam panggilan telepon maupun rapat online melalui mikrofon yang tersedia pada masing-masing sisi perangkat.
Sementara itu, charging case dapat digunakan untuk menangkap percakapan langsung dalam pertemuan tatap muka.
Plaud menyebut perangkatnya mampu menangkap suara dari seluruh ruangan hingga jarak sekitar 16,4 kaki atau lima meter.
Fitur menarik lainnya adalah kemampuan transkripsi otomatis setelah percakapan berhasil direkam.
Sistem AI milik Plaud dapat mengubah rekaman suara menjadi teks sehingga pengguna tidak perlu mencatat seluruh pembicaraan secara manual.
Teknologi tersebut juga dapat membantu membuat ringkasan dari isi rapat yang telah berlangsung. Hasilnya, pengguna bisa lebih fokus mengikuti diskusi dibanding sibuk menulis catatan.
Plaud One turut membawa teknologi Plaud Agent sebagai bagian dari pengalaman penggunaan perangkat.
Pengguna dapat mengaktifkan asisten dengan menekan tombol tertentu atau menggunakan perintah suara “Hey Plaud”.
Asisten AI tersebut dirancang untuk memahami konteks percakapan dan membantu menjalankan sejumlah tugas.
Konsep ini membuat Plaud One tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam, tetapi juga perangkat produktivitas berbasis AI.
Plaud Agent dikembangkan untuk terhubung dengan berbagai layanan digital yang digunakan pekerja modern.
Beberapa integrasi yang disebutkan mencakup Gmail, Google Calendar, Slack, Notion, dan Google Drive.
Melalui integrasi tersebut, informasi hasil percakapan berpotensi diterjemahkan menjadi tindakan lanjutan.
Misalnya membuat draf email, menyusun dokumen, atau membantu menjadwalkan pertemuan berikutnya.
Dari sisi desain, Plaud One tetap mempertahankan bentuk earbud yang ringan untuk penggunaan sehari-hari.
Perangkat ini menggunakan desain half-in-ear dengan sistem kontrol yang dirancang praktis.
Earbud dapat digunakan secara mandiri untuk melakukan panggilan, mengikuti rapat online, mendengarkan musik, dan mengaktifkan AI.
Sementara charging case memberikan fungsi tambahan berupa perekaman percakapan langsung, konektivitas LTE, speaker, serta pengisian daya.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07s Bawa Baterai 5.000 mAh, IP54 dan Jaminan Update Android Hingga 6 Generasi
Kehadiran Plaud One menunjukkan bahwa perkembangan earbud kini mulai bergerak jauh melampaui kualitas audio.
Produsen mulai melihat perangkat yang selalu berada di telinga sebagai pintu masuk baru bagi teknologi kecerdasan buatan.
Percakapan yang sebelumnya mudah terlupakan kini dapat direkam, diubah menjadi teks, dan disusun kembali menjadi informasi penting.
Hal tersebut membuka peluang baru bagi pekerja, pelajar, hingga profesional yang memiliki banyak aktivitas komunikasi.
Meski menawarkan teknologi canggih, penggunaan perangkat perekam percakapan tetap harus memperhatikan privasi.
Plaud sendiri mengingatkan bahwa pengguna bertanggung jawab untuk memberi tahu peserta dan memperoleh persetujuan sesuai aturan yang berlaku sebelum melakukan perekaman.
Regulasi mengenai rekaman percakapan dapat berbeda di setiap negara maupun wilayah.
Karena itu, teknologi seperti Plaud One perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Dengan eSIM, 4G LTE, kemampuan merekam rapat, transkripsi otomatis, dan dukungan AI Agent, Plaud One membawa pendekatan baru terhadap perangkat wearable.
Pengguna tidak lagi harus selalu mengandalkan smartphone untuk menyimpan dan mengolah percakapan penting.
Earbud ini berpotensi menjadi perangkat pendamping kerja bagi mereka yang sering mengikuti rapat dan melakukan komunikasi intensif.
Plaud One pun memperlihatkan bagaimana AI mulai masuk ke perangkat sehari-hari dengan cara yang semakin praktis dan personal.(Syarifah)
Editor : Amin Bashiri