RadarMadura.id - Jaecoo J5 EV resmi meluncur di Malaysia dan langsung menjadi sorotan karena banderolnya jauh lebih tinggi dibandingkan harga di Indonesia.
SUV listrik tersebut dijual dengan harga RM118.800 atau setara sekitar Rp522 jutaan berdasarkan nilai tukar saat ini.
Angka tersebut menempatkan Malaysia sebagai salah satu pasar dengan harga J5 EV lebih mahal di kawasan Asia Tenggara.
Padahal, mobil yang sama sudah lebih dulu dipasarkan di Indonesia dengan harga yang jauh lebih rendah.
Di Malaysia, Jaecoo J5 EV hanya tersedia dalam satu pilihan varian.
Harga resminya mencapai RM118.800 on the road tanpa asuransi dan lebih rendah dari perkiraan awal RM125.000 saat pemesanan dibuka.
Model tersebut menjadi kendaraan listrik murni pertama Omoda Jaecoo untuk pasar Malaysia.
Unit yang dijual di negara tersebut juga dirakit secara lokal atau completely knocked down di fasilitas Chery di Shah Alam.
Jika dikonversikan ke rupiah, harga Jaecoo J5 EV Malaysia berada di kisaran Rp522 juta.
Sementara di Indonesia, model ini tersedia dalam varian Standard dan Premium dengan harga yang lebih kompetitif.
Varian Standard dipasarkan sekitar Rp279,9 juta, sedangkan varian Premium dibanderol sekitar Rp324,9 juta.
Selisih harga terhadap versi Premium Indonesia mencapai sekitar Rp197 juta dan bahkan lebih dari Rp240 juta jika dibandingkan varian Standard.
Menariknya, perbedaan harga tersebut tidak serta-merta membuat spesifikasi versi Malaysia lebih unggul dari Indonesia.
Jaecoo J5 EV Malaysia menggunakan baterai LFP berkapasitas 58,9 kWh dari CATL.
Kapasitas tersebut lebih besar daripada versi Thailand yang memakai baterai 50,6 kWh.
Namun, kapasitasnya masih lebih kecil dibandingkan Jaecoo J5 EV Indonesia yang menggunakan baterai 60,9 kWh.
Meski demikian, performa mobil listrik ini tetap cukup menjanjikan untuk sebuah SUV kompak.
Motor listrik yang digunakan menghasilkan tenaga 155 kW atau sekitar 211 PS dengan torsi maksimum 288 Nm.
Kombinasi tersebut memungkinkan Jaecoo J5 EV berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam dalam waktu sekitar 7,7 detik.
Kecepatan maksimal kendaraan mencapai 175 km per jam.
Baca Juga: Limbad Tunjukkan Atraksi Makan Paku di Hadapan Wabup Sukri
Untuk jarak tempuh, versi Malaysia diklaim mampu melaju hingga 402 km berdasarkan standar WLTP.
Jika menggunakan pengujian NEDC, jarak tempuhnya dapat mencapai sekitar 461 km dalam sekali pengisian daya penuh.
Sistem pengisian cepat DC mendukung daya hingga 130 kW.
Pengisian baterai dari 30 persen ke 80 persen diklaim dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 28 menit.
Jaecoo J5 EV Malaysia juga mendukung pengisian AC hingga 11 kW dan fitur Vehicle-to-Load atau V2L.
Teknologi tersebut memungkinkan baterai kendaraan digunakan sebagai sumber listrik untuk perangkat elektronik eksternal.
Fitur V2L menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering melakukan aktivitas luar ruangan.
Pengisian daya AC dari kondisi penuh dapat membutuhkan waktu sekitar tujuh jam tergantung kondisi pengisian.
Dari sisi ukuran, Jaecoo J5 EV memiliki panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm dan wheelbase 2.620 mm.
Dimensi tersebut menempatkannya di segmen SUV kompak yang bersaing dengan sejumlah kendaraan populer.
Mobil ini memiliki kapasitas bagasi hingga 480 liter yang dapat diperluas ketika kursi belakang dilipat.
Karena tidak menggunakan mesin bensin, tersedia pula ruang penyimpanan depan atau frunk berkapasitas 35 liter.
Kabin Jaecoo J5 EV Malaysia dilengkapi layar instrumen digital 8,88 inci dan layar infotainment vertikal 13,2 inci.
Sejumlah fitur modern seperti kursi depan elektrik dengan ventilasi, panoramic glass roof dan wireless Android Auto serta Apple CarPlay turut tersedia.
Mobil ini juga memiliki kamera surround view, pengisian daya nirkabel 50W dan pintu bagasi elektrik.
Baca Juga: Sengketa TK ABA IV Kian Pelik, Tanda Tangan Saksi Dipersoalkan
Mode khusus seperti Pet Mode dan Camping Mode semakin memperkuat karakter SUV listrik ini sebagai kendaraan serbaguna.
Peluncuran Jaecoo J5 EV di Malaysia memperlihatkan adanya perbedaan strategi harga yang cukup mencolok antara satu negara dengan negara lainnya.
Faktor pajak, biaya produksi, paket penjualan dan kebijakan pasar lokal dapat memengaruhi harga akhir sebuah kendaraan.
Untuk konsumen Indonesia, harga J5 EV yang lebih rendah menjadi salah satu keunggulan tersendiri dibandingkan pasar Malaysia.
Sementara itu, tingginya harga versi Malaysia tetap diimbangi dengan paket promosi berupa pengisian gratis, wallbox dan sejumlah aksesori bagi pembeli awal.(Syarifah)
Editor : Amin Bashiri