RadarMadura.id - Memilih mobil keluarga Honda pada 2026 tidak lagi sesederhana mencari kendaraan tujuh penumpang dengan harga paling murah. Pilihannya semakin beragam, mulai dari city car kompak, SUV lima hingga tujuh penumpang, mobil bekas dengan pintu geser, sampai MPV hybrid dengan kabin besar.
Daftar rekomendasi mobil keluarga Honda pada 2026 yaitu Honda BR-V, Brio, HR-V, Freed, WR-V, City Hatchback RS, dan StepWGN sebagai tujuh pilihan yang patut dipertimbangkan. Namun, masing-masing mempunyai karakter penggunaan yang berbeda sehingga mobil yang paling mahal belum tentu menjadi pilihan paling masuk akal untuk setiap keluarga.
Untuk keluarga yang membutuhkan tujuh tempat duduk sekaligus ground clearance tinggi, Honda BR-V menjadi salah satu pilihan paling rasional. Harga barunya dalam daftar tersebut berada di kisaran Rp302,1 juta sampai Rp376,2 juta, sementara unit bekas diperkirakan berada di sekitar Rp150 juta hingga Rp250 juta, tergantung tahun dan kondisi.
BR-V menggunakan mesin 1.5 liter dan menawarkan kapasitas hingga tujuh penumpang. Beberapa varian juga sudah mendapatkan Honda Sensing sehingga aspek keselamatan menjadi salah satu nilai tambahnya.
Dalam pemakaian sehari-hari, keunggulan BR-V bukan hanya jumlah kursinya. Ground clearance yang relatif tinggi membuatnya lebih siap menghadapi polisi tidur, jalan berlubang, maupun kondisi jalan perkotaan yang tidak selalu mulus.
Baca Juga: Redmi Note 17 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Baterai Jumbo Jadi Senjata Utama Xiaomi di 2026
Namun, calon pembeli harus realistis ketika membawa tujuh orang sekaligus. Baris ketiga pada mobil sekelas ini tetap mempunyai kompromi ruang dibandingkan MPV yang lebih besar. Jika seluruh anggota keluarga bertubuh dewasa dan sering bepergian jauh, kapasitas bagasi dan kenyamanan baris belakang perlu dicoba secara langsung.
Berbeda dengan BR-V, Honda Brio lebih tepat untuk keluarga kecil yang sebagian besar aktivitasnya berlangsung di perkotaan. Harga baru yang tercantum dalam sumber berada di kisaran Rp170,4 juta hingga Rp274,1 juta, sedangkan harga bekas sangat bervariasi, sekitar Rp88 juta hingga Rp239 juta tergantung tahun dan kondisi unit.
Mesin 1.2 liter menjadi salah satu alasan Brio menarik sebagai kendaraan harian. Dimensinya yang kompak juga memudahkan pengemudi menghadapi jalan sempit, parkiran pusat perbelanjaan, maupun kepadatan lalu lintas.
Komprominya tentu ada. Brio tidak menawarkan keluasan kabin seperti BR-V atau StepWGN. Karena itu, kendaraan ini lebih masuk akal bagi keluarga kecil yang tidak selalu membawa banyak penumpang atau barang.
Bagi keluarga yang menginginkan SUV lima penumpang dengan kesan lebih premium, Honda HR-V berada di kelas yang berbeda. Harga baru yang dicantumkan Moladin berada di sekitar Rp388,6 juta sampai Rp491,5 juta, sedangkan pasar bekas sangat lebar karena mencakup beberapa generasi dan varian, dengan kisaran sekitar Rp150 juta hingga Rp550 juta.
HR-V menawarkan kabin lima penumpang, desain yang lebih modern, serta fitur Honda Sensing pada varian tertentu. Pilihan mesin turbo dan hybrid juga membuat karakter HR-V lebih beragam dibandingkan model Honda yang hanya mengandalkan satu jenis mesin.
Di lalu lintas kota, dimensi HR-V masih relatif mudah dikendalikan dibandingkan SUV yang lebih besar. Posisi duduknya juga memberikan pandangan yang cukup baik sehingga cocok untuk keluarga yang ingin kendaraan harian sekaligus kendaraan perjalanan luar kota.
Akan tetapi, harga beli yang lebih tinggi harus diimbangi dengan kemampuan finansial untuk merawatnya. Pada unit bekas, jangan terpaku pada tahun muda atau tampilan bodi. Kondisi transmisi, mesin, kaki-kaki, sistem pendingin, rekam servis, serta kelengkapan fitur elektronik justru lebih menentukan apakah sebuah unit layak dibeli.
Pilihan yang menarik dari pasar mobil bekas adalah Honda Freed. Model ini memang sudah tidak dipasarkan sebagai mobil baru, tetapi karakter kabinnya masih relevan bagi keluarga yang mengutamakan kepraktisan.
Pintu geser menjadi kelebihan utama Freed ketika anak-anak atau penumpang harus turun di tempat parkir yang sempit. Harga bekasnya disebut berada di kisaran Rp70 juta hingga Rp160 juta untuk unit lansiran lama, tergantung tahun dan kondisi.
Namun, usia kendaraan harus menjadi pertimbangan utama. Freed bekas dengan harga relatif murah bukan berarti otomatis murah untuk dipelihara. Pembeli harus menyediakan dana cadangan untuk komponen yang menua, termasuk kaki-kaki, sistem pendingin, karet-karet, kelistrikan, serta komponen pintu geser apabila kondisinya sudah tidak prima.
Untuk keluarga yang menginginkan bentuk SUV tetapi tidak membutuhkan bodi sebesar BR-V, Honda WR-V dapat menjadi alternatif. Model ini berada di antara Brio dan HR-V dari sisi ukuran dan harga, dengan harga baru dalam sumber berada di kisaran Rp269,9 juta hingga Rp322,1 juta, sementara harga bekas sekitar Rp200 juta sampai Rp280 juta.
Salah satu daya tarik WR-V adalah ground clearance yang mencapai 220 mm. Angka tersebut memberikan keuntungan ketika mobil harus melewati jalan rusak, genangan, atau polisi tidur dengan ketinggian yang tidak seragam.
Mesin 1.5 liter juga memberikan kapasitas yang lebih memadai dibandingkan Brio ketika mobil membawa penumpang dan barang. Namun, WR-V tetap merupakan SUV lima penumpang sehingga keluarga yang secara rutin membawa enam atau tujuh orang sebaiknya langsung melihat BR-V.
Honda City Hatchback RS menjadi pilihan yang agak berbeda. Mobil ini lebih cocok untuk keluarga kecil yang tidak menjadikan kapasitas penumpang sebagai prioritas utama, tetapi tetap membutuhkan kabin yang fleksibel.
Harga barunya berada di kisaran Rp384,5 juta hingga Rp387 juta, sedangkan unit bekas disebut sekitar Rp200 juta sampai Rp305 juta. Mesin 1.5 liter dan konfigurasi Ultra Seat menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sesekali harus membawa barang dengan ukuran atau bentuk yang tidak biasa.
Karakter hatchback membuat City Hatchback RS lebih rendah dibandingkan SUV. Bagi pengemudi yang sering menghadapi jalan perkotaan dengan permukaan buruk, aspek ground clearance harus diperhatikan. Sebaliknya, bagi pengguna yang lebih sering berada di jalan aspal dan menyukai handling yang lincah, karakter tersebut justru dapat menjadi keunggulan.
Di ujung atas daftar terdapat Honda StepWGN e:HEV. Model ini menawarkan pendekatan yang berbeda karena menggabungkan kabin besar, pintu geser, konfigurasi kursi fleksibel, dan sistem hybrid.
Harga yang dicantumkan untuk unit baru berada di sekitar Rp637,8 juta. Karena relatif baru di pasar Indonesia, ketersediaan unit bekas belum sebanyak model Honda yang sudah lama beredar.
StepWGN menjadi pilihan yang masuk akal bagi keluarga yang memang membutuhkan ruang. Captain seat baris kedua, kabin luas, Honda Sensing, serta sistem hybrid menjadi daya tarik utamanya. Namun, harga pembelian yang jauh lebih tinggi membuat model ini tidak bisa dinilai hanya berdasarkan konsumsi bahan bakar.
Keluarga juga perlu memperhitungkan pajak, asuransi, biaya ban, servis berkala, dan depresiasi. Semakin mahal harga kendaraan, semakin besar pula nilai rupiah yang berpotensi hilang ketika kendaraan dijual kembali.
Dari tujuh pilihan tersebut, BR-V paling mudah dipertimbangkan jika kebutuhan utama adalah tujuh penumpang dan fleksibilitas di berbagai kondisi jalan. Brio lebih rasional bagi keluarga kecil yang membutuhkan kendaraan kompak dengan anggaran lebih rendah.
HR-V dan WR-V berada di wilayah keluarga yang menginginkan SUV lima penumpang, tetapi dengan kebutuhan dan anggaran berbeda. Sementara City Hatchback RS lebih cocok bagi keluarga kecil yang mengutamakan fleksibilitas kabin dan karakter berkendara.
Freed menarik jika anggaran pembelian terbatas dan pembeli siap menerima konsekuensi memiliki kendaraan yang usianya lebih tua. Adapun StepWGN menjadi pilihan untuk keluarga yang memang membutuhkan ruang dan mempunyai anggaran kepemilikan lebih longgar.
Khusus ketika membeli mobil Honda bekas, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti pada mesin yang terdengar halus. Transmisi perlu diuji saat kondisi dingin dan panas, AC harus diperiksa, kaki-kaki sebaiknya melewati jalan tidak rata, dan seluruh perangkat elektronik harus dicoba satu per satu.
Riwayat servis juga penting karena dapat memberikan gambaran apakah kendaraan dirawat secara rutin atau hanya diperbaiki ketika mengalami masalah. Untuk mobil dengan teknologi lebih kompleks seperti hybrid, pemeriksaan sistem elektrifikasi dan kondisi baterai menjadi tambahan yang tidak boleh dilewatkan.
Baca Juga: Chery Disebut Siapkan Luxeed Masuk Indonesia, Tantangannya Bukan Sekadar Bawa Mobil Premium China
Pembeli juga sebaiknya menyisihkan dana cadangan setelah transaksi. Untuk mobil bekas berusia cukup tua, memiliki dana sekitar 5 sampai 10 persen dari harga pembelian sebagai cadangan awal dapat menjadi langkah konservatif, terutama apabila riwayat perawatannya tidak lengkap.
Pada akhirnya, mobil keluarga terbaik bukan selalu model dengan fitur terbanyak atau harga paling tinggi. Pilihan yang lebih tepat adalah kendaraan yang sesuai jumlah anggota keluarga, rute harian, kemampuan parkir, kebutuhan membawa barang, serta kemampuan membayar biaya perawatan setelah transaksi.
Dengan pilihan mulai dari Brio hingga StepWGN, konsumen Honda pada 2026 memiliki rentang opsi yang cukup lebar. Tantangannya justru terletak pada kemampuan memilah kebutuhan dan tidak membeli kendaraan hanya karena terlihat menarik di brosur atau iklan penjualan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila