Honda Super One Dipesan Lebih dari 180 Unit, Padahal Kuota Indonesia Cuma 100: Apa yang Menarik?

Hasan Bashri • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:14 WIB
Honda Super One (threads: Honda Super One)
Honda Super One (threads: Honda Super One)

RadarMadura.id - Honda Super One mulai menunjukkan daya tarik yang cukup kuat di pasar Indonesia. Meski hanya mendapat kuota 100 unit sepanjang 2026, jumlah pemesan mobil listrik mungil tersebut kini sudah menembus lebih dari 180 unit.

Angka itu disampaikan Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy pada 26 Agustus 2026. Artinya, permintaan awal Super One sudah mencapai sekitar 1,8 kali lipat dari alokasi unit yang disiapkan Honda untuk Indonesia tahun ini.

Situasi tersebut menarik karena Super One bukan mobil listrik dengan harga paling murah di Indonesia. Honda memasarkannya dengan harga Rp438 juta on the road Jakarta dan mendatangkannya secara utuh atau CBU dari Jepang.

Baca Juga: Honda BeAT Baru Jakarta-Bandung Cuma Butuh 2 Liter Bensin? Ini Realita Konsumsi BBM-nya

Dengan harga tersebut, pertanyaan bagi calon pembeli sebenarnya cukup sederhana: apakah Super One menawarkan keunggulan yang memang terasa ketika digunakan sehari-hari, atau tingginya pemesanan lebih banyak dipengaruhi kelangkaan unit dan daya tarik merek Honda?

Untuk sementara, faktor kelangkaan memang tidak bisa dilepaskan. Honda sejak awal hanya memperoleh alokasi 100 unit untuk Indonesia pada 2026. Bahkan setelah seluruh kuota tersebut habis, HPM belum dapat memastikan berapa tambahan unit yang nantinya bisa diperoleh untuk pasar Indonesia.

Pemesanan Super One juga tidak datang secara merata dari seluruh wilayah. Jabodetabek menyumbang sekitar 35 persen, sedangkan Jawa Barat berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 23 persen.

Dominasi dua wilayah tersebut cukup masuk akal. Infrastruktur pengisian kendaraan listrik relatif lebih mudah ditemukan di kawasan perkotaan besar, sementara daya beli konsumen dan penetrasi mobil elektrifikasi juga cenderung lebih tinggi.

Menariknya, sebagian calon pembeli sudah menunjukkan minat bahkan sebelum harga resmi diumumkan. Ketika pertama kali diperkenalkan di GIIAS 2026, Honda memang belum langsung membuka harga Super One karena ingin melihat respons konsumen terlebih dahulu.

Kini setelah banderol Rp438 juta diumumkan, konsumen memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai posisi mobil tersebut.

Honda Super One menggunakan baterai berkapasitas 29,6 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 274 kilometer dalam sekali pengisian. Pengisian menggunakan charger biasa membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam, sementara fast charging diklaim dapat mengisi dalam sekitar 30 menit.

Angka 274 kilometer tersebut perlu dipahami sebagai angka pengujian, bukan jarak yang pasti dicapai setiap hari. Dalam penggunaan nyata di Indonesia, konsumsi energi akan dipengaruhi kecepatan, beban penumpang, penggunaan AC, kondisi jalan, temperatur udara, serta gaya mengemudi.

Untuk pemakaian perkotaan, kapasitas baterai tersebut sebenarnya cukup rasional. Jika perjalanan harian hanya puluhan kilometer, pengguna tidak perlu melakukan pengisian setiap hari.

Kondisinya menjadi berbeda bagi konsumen yang sering melakukan perjalanan antarkota. Dengan jarak tempuh riil yang bisa lebih rendah daripada angka pengujian, perencanaan perjalanan tetap diperlukan, terutama ketika rute yang dilewati memiliki jumlah stasiun pengisian yang terbatas.

Karakter Super One memang tidak sekadar mengejar jarak tempuh. Honda justru menempatkan mobil ini sebagai kendaraan listrik kompak dengan konsep "Pocket Rocket".

Pendekatan tersebut terlihat dari sejumlah fitur yang sengaja dibuat untuk meningkatkan pengalaman mengemudi. Ada BOOST Mode, simulasi perpindahan tujuh percepatan, Virtual Engine Sound, serta ban Yokohama ADVAN Fleva.

Simulasi perpindahan gigi menjadi salah satu fitur yang menarik karena mobil listrik pada dasarnya tidak membutuhkan transmisi multi-percepatan seperti mobil bermesin bensin konvensional. Fitur tersebut lebih ditujukan untuk memberikan sensasi berkendara yang familiar dan menyenangkan.

Bagi pengemudi yang terbiasa dengan karakter Honda, pendekatan tersebut dapat menjadi pembeda. Mobil listrik umumnya menawarkan akselerasi instan dan halus, tetapi sebagian penggemar mobil justru masih mencari sensasi interaksi yang lebih terasa ketika mengemudi.

Namun, fitur tersebut juga bukan kebutuhan mutlak. Pengguna yang membeli mobil listrik terutama untuk perjalanan rumah-kantor mungkin tidak akan terlalu sering memanfaatkan simulasi perpindahan gigi atau BOOST Mode.

Dengan kata lain, sebagian harga Super One sebenarnya dibayarkan untuk pengalaman berkendara, bukan semata-mata jarak tempuh atau ukuran baterai.

Ukuran bodi yang kompak menjadi keuntungan lain. Mobil yang relatif kecil lebih mudah digunakan di perkotaan, terutama ketika harus bermanuver di jalan sempit atau mencari tempat parkir.

Bagi pengguna di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, maupun kota besar lainnya, dimensi kompak dapat menjadi keunggulan nyata. Mobil lebih mudah diposisikan di parkiran dan tidak terlalu merepotkan ketika harus bermanuver dalam kepadatan lalu lintas.

Tetapi ukuran kecil juga membawa konsekuensi. Super One tidak bisa diposisikan sebagai pengganti ideal MPV keluarga besar.

Untuk pasangan muda atau pengguna individual, kapasitas tersebut mungkin cukup. Namun keluarga dengan kebutuhan membawa banyak penumpang dan barang tetap lebih cocok menggunakan kendaraan dengan ruang kabin serta bagasi yang lebih besar.

Di dalam kabin, Honda mencoba memberikan sentuhan premium melalui sistem audio Bose dan fitur Magic Seat. Magic Seat menjadi salah satu fitur khas Honda yang berguna ketika pemilik membutuhkan fleksibilitas konfigurasi ruang.

Untuk mobil berukuran kompak, fleksibilitas seperti ini cukup penting. Ruang yang terbatas dapat dimanfaatkan lebih optimal ketika kursi belakang perlu dilipat untuk membawa barang.

Namun, calon pembeli tetap perlu mencoba langsung posisi duduk dan ruang belakang sebelum membeli. Spesifikasi di atas kertas tidak selalu menggambarkan kenyamanan setiap orang, terutama bagi pengguna bertubuh tinggi.

Dari sisi penggunaan harian, sistem kelistrikan Super One justru memberikan keuntungan yang cukup sederhana: tidak ada mesin bensin yang harus dipanaskan, tidak ada oli mesin yang perlu diganti, serta komponen mekanis mesin konvensional jauh lebih sedikit.

Biaya perawatan rutin kendaraan listrik pada umumnya dapat lebih rendah dibandingkan mobil bermesin bensin karena jumlah komponen bergeraknya lebih sedikit. Tetapi bukan berarti Super One bebas biaya servis.

Ban, sistem pengereman, suspensi, AC, cairan tertentu, kelistrikan, dan komponen elektronik tetap membutuhkan pemeriksaan. Pada kendaraan listrik, sistem baterai tegangan tinggi juga membutuhkan teknisi dengan kompetensi khusus.

Honda sendiri menyatakan seluruh perawatan Super One dilakukan di dealer tertentu yang telah dilengkapi teknisi tersertifikasi, peralatan khusus, dan dukungan suku cadang kendaraan listrik.

Faktor jaringan servis tersebut menjadi sangat penting karena Super One merupakan model baru dengan volume yang sangat terbatas. Tidak semua bengkel Honda otomatis akan menangani seluruh pekerjaan pada kendaraan listrik ini.

Bagi pemilik yang tinggal di kota besar, kondisi tersebut kemungkinan lebih mudah diatasi. Namun konsumen di luar pusat jaringan Honda perlu mempertimbangkan jarak menuju dealer yang mampu menangani Super One sebelum membeli.

Honda memberikan garansi kendaraan selama tiga tahun atau 100.000 kilometer. Untuk baterai tegangan tinggi, perlindungan diberikan selama delapan tahun atau 160.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu.

Garansi baterai menjadi salah satu poin penting karena komponen tersebut merupakan bagian paling mahal dari sebuah mobil listrik. Masa perlindungan delapan tahun memberikan kepastian lebih baik bagi pembeli dibandingkan jika hanya mengandalkan garansi kendaraan umum.

Selain itu, Super One dilengkapi portable charger. Artinya, pemilik memiliki opsi melakukan pengisian dari rumah tanpa harus selalu bergantung pada stasiun pengisian umum.

Namun, calon pembeli tetap perlu memperhatikan kondisi instalasi listrik rumah. Kemampuan pengisian tidak hanya ditentukan oleh charger, tetapi juga kapasitas daya rumah dan instalasi kelistrikan yang aman.

Untuk pengguna dengan daya listrik rumah terbatas, pengisian kendaraan dapat menjadi persoalan tersendiri jika dilakukan bersamaan dengan peralatan berdaya besar lainnya.

Menariknya lagi, Super One memiliki fungsi Honda Power Supply Connector yang memungkinkan kendaraan mengeluarkan daya AC eksternal hingga 1.500 watt. Fitur tersebut dapat digunakan untuk menjalankan peralatan listrik di luar rumah atau sebagai sumber listrik cadangan dalam kondisi darurat.

Fitur ini memang bukan alasan utama seseorang membeli mobil. Tetapi dalam kondisi tertentu, kemampuannya dapat menjadi nilai tambah, misalnya saat kegiatan luar ruangan atau ketika membutuhkan sumber listrik sementara.

Dari sisi harga, Rp438 juta membuat Super One berada di wilayah yang harus dipertimbangkan secara serius. Konsumen tidak cukup hanya membandingkan kapasitas baterai dengan mobil listrik lain.

Harga juga mencakup karakter berkendara, fitur, desain, merek, layanan purna jual, garansi, serta statusnya sebagai kendaraan CBU Jepang.

Karena unit yang tersedia sangat terbatas, depresiasi Super One juga masih sulit diprediksi. Mobil listrik dengan volume penjualan kecil belum memiliki rekam jejak harga bekas yang cukup panjang untuk memastikan nilai jual kembalinya.

Ini menjadi salah satu risiko finansial yang perlu dipahami calon pembeli. Membeli mobil dengan alasan langka dapat menguntungkan jika permintaan tetap tinggi, tetapi bisa juga menjadi masalah ketika pasar mobil bekas tidak memberikan premi untuk kelangkaan tersebut.

Karena itu, Super One lebih tepat dibeli oleh konsumen yang memang ingin menggunakan mobilnya, bukan mereka yang berharap mendapatkan keuntungan dari kelangkaan unit.

Dari sisi efisiensi energi, penggunaan listrik tentu dapat mengurangi ketergantungan pada bensin. Namun keuntungan finansial sebenarnya tetap bergantung pada tarif listrik, jarak tempuh, pola pengisian, serta harga bahan bakar yang dibandingkan.

Jika mayoritas perjalanan dilakukan di dalam kota dan mobil dapat diisi di rumah, potensi penghematan akan lebih terasa. Sebaliknya, jika pemilik sering menggunakan fast charging berbayar, sebagian keuntungan biaya energi bisa berkurang.

Faktor suhu Indonesia juga patut diperhitungkan. Cuaca panas, penggunaan AC terus-menerus, serta lalu lintas stop-and-go dapat membuat konsumsi energi berbeda dari angka pengujian.

Dalam kondisi macet, mobil listrik sebenarnya memiliki keuntungan karena motor listrik tidak perlu bekerja seperti mesin bensin yang terus hidup saat kendaraan berhenti. Tetapi ketika AC bekerja lama dalam kondisi panas, konsumsi energi tetap meningkat.

Jadi, jangan membeli Super One hanya berdasarkan klaim jarak tempuh 274 kilometer. Untuk penggunaan nyata, lebih aman memberikan margin dan menganggap jarak tempuh aktual akan bergantung pada kondisi perjalanan.

Dengan pemesanan lebih dari 180 unit, Honda kini menghadapi tantangan berikutnya: bagaimana memenuhi permintaan yang hampir dua kali lipat dari kuota awal.

Honda sendiri belum dapat memastikan tambahan unit yang bisa diperoleh setelah kuota 100 unit habis.

Situasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pasar Indonesia mulai memiliki konsumen yang tertarik pada mobil listrik bukan hanya karena alasan efisiensi. Ada kelompok pembeli yang mencari kendaraan dengan karakter berbeda dan pengalaman mengemudi yang lebih personal.

Bagi calon pembeli dengan dana sekitar Rp438 juta, Super One layak dipertimbangkan jika prioritasnya adalah mobil listrik kompak, mudah dikendarai di kota, punya karakter sporty, dan tersedia jaringan servis yang dapat dijangkau.

Namun, jika prioritas utama adalah ruang kabin besar, jarak tempuh jauh, atau fleksibilitas perjalanan antarkota, pembeli sebaiknya tidak terpaku pada Super One hanya karena unitnya langka.

Sebelum membayar, pastikan lokasi dealer yang menangani kendaraan listrik Honda mudah dijangkau. Periksa pula skema garansi baterai, biaya instalasi charger rumah, biaya servis berkala, serta estimasi harga komponen yang tidak tercakup garansi.

Calon pembeli juga sebaiknya melakukan test drive lebih dari sekadar mencoba akselerasi. Rasakan kenyamanan suspensi, visibilitas, radius putar, posisi duduk, ruang belakang, serta bagaimana mobil bermanuver dalam kondisi parkir.

Pada akhirnya, lebih dari 180 pemesanan untuk kuota 100 unit memang menjadi sinyal positif bagi Honda Super One. Tetapi angka tersebut belum otomatis membuktikan bahwa mobil ini merupakan pilihan paling ekonomis di kelasnya.

Super One memiliki daya tarik yang cukup spesifik: mobil listrik kompak dengan karakter berkendara yang sengaja dibuat menyenangkan. Bagi konsumen yang mencari mobil praktis sekaligus memiliki unsur fun to drive, kombinasi tersebut bisa menjadi alasan kuat untuk membelinya.

Sementara bagi pembeli yang hanya membutuhkan kendaraan listrik paling rasional untuk transportasi harian, perhitungan harus kembali pada harga, biaya listrik, jarak tempuh, jaringan servis, ruang kabin, dan nilai jual kembali.

Pada harga Rp438 juta, Super One bukan sekadar alat transportasi murah. Ia lebih tepat dilihat sebagai mobil listrik kompak untuk konsumen yang bersedia membayar lebih demi ukuran yang ringkas, karakter berkendara khas Honda, serta pengalaman memiliki kendaraan yang jumlahnya memang sangat terbatas di Indonesia. (hasan)

Editor : Hasan Bashri
mobil listrik Rp400 jutaan Honda EV Super One Indonesia Honda Super One mobil listrik Honda