Farizon V8E Resmi Dirakit di Purwakarta, Intip Spesifikasi Van Listrik dengan Baterai 66,67 kWh yang Menyasar Pelaku Usaha

Syarifatus Sabah • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:24 WIB
Farizon V8E
Farizon V8E

 

RadarMadura.id - Farizon V8E mulai memasuki babak baru di Indonesia setelah kendaraan niaga listrik ini resmi dirakit secara lokal di Purwakarta, Jawa Barat.

Model cargo van tersebut menjadi produk perdana yang keluar dari fasilitas knock-down (KD) Farizon bersama PT Handal Indonesia Motor (HIM), sekaligus menandai langkah lebih serius merek asal China itu membangun ekosistem kendaraan komersial energi baru di Tanah Air.

Dari sisi desain, Farizon V8E memang lebih mengutamakan fungsi dibanding tampilan semata.

 Kendaraan ini memiliki panjang 4.995 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.985 mm, serta wheelbase 3.200 mm, sehingga cukup ideal untuk mendukung aktivitas distribusi di kawasan perkotaan.

Radius putarnya yang berada di kisaran 6 meter juga membuatnya lebih mudah bermanuver ketika harus masuk ke area operasional yang terbatas.

Salah satu daya tarik utama V8E berada pada ruang kargonya yang mencapai 7,9 meter kubik.

Area tersebut memiliki panjang 2.865 mm, lebar 1.690 mm, dan tinggi 1.435 mm, sehingga dapat dimanfaatkan untuk membawa berbagai kebutuhan logistik.

Lantai rendah turut membantu proses bongkar muat, sementara pintu geser di kedua sisi dan pintu belakang model barn door memberikan fleksibilitas ketika kendaraan beroperasi di lokasi dengan ruang terbatas.

Untuk sumber tenaga, Farizon V8E menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 66,67 kWh yang dipadukan dengan motor listrik Permanent Magnet Synchronous.

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sekitar 149 dk dan torsi 230 Nm, cukup untuk menunjang kebutuhan kendaraan niaga dalam aktivitas distribusi harian.

Sistem penggeraknya juga mengusung konsep 6-in-1 untuk mengintegrasikan sejumlah komponen elektrifikasi secara lebih ringkas.

Urusan pengisian daya menjadi bagian penting karena kendaraan komersial dituntut memiliki waktu operasional tinggi.

Farizon V8E mendukung pengisian AC 11 kW dan DC hingga 90 kW menggunakan konektor CCS2, dengan klaim pengisian baterai dari 20 hingga 80 persen sekitar 25 menit menggunakan DC.

Kemampuan tersebut membuat V8E berpotensi menarik bagi perusahaan yang membutuhkan kendaraan listrik untuk aktivitas logistik dengan jadwal padat.

Baca Juga: Sony FE 100-400mm F5.6-8 OSS Jadi Lensa Telefoto Baru di Indonesia, Simak Alasan Rentang Focal Length-nya Menarik untuk Fotografer

Selain menawarkan sistem penggerak listrik, V8E membawa sejumlah fitur yang dirancang untuk menunjang pengemudi.

Kabinnya menggunakan layar infotainment sentuh serta panel instrumen bergaya tablet, sementara berbagai ruang penyimpanan tetap disediakan agar kebutuhan operasional pengemudi lebih praktis.

 Farizon juga membekali kendaraan komersialnya dengan teknologi keselamatan dan konektivitas yang menjadi bagian dari strategi elektrifikasi kendaraan niaga.

Yang membuat Farizon V8E semakin menarik adalah status produksinya di Indonesia.

Perakitan dilakukan melalui skema Completely Knocked Down (CKD) di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, dengan kapasitas awal sekitar 80 unit per bulan yang dapat disesuaikan mengikuti perkembangan permintaan pasar.

 Investasi awal untuk satu model dilaporkan berada di kisaran Rp40–50 miliar, sedangkan potensi TKDN diproyeksikan sekitar 40 persen dan masih menunggu proses sertifikasi.

Dari sisi harga, Farizon V8E Cargo Van dipasarkan dengan banderol Rp425 juta OTR Jakarta.

Harga tersebut membuatnya menjadi salah satu opsi yang patut diperhitungkan bagi pelaku usaha yang ingin mulai mengalihkan armada konvensional ke kendaraan niaga listrik.

 Dengan kombinasi ruang kargo besar, pengisian cepat dan produksi lokal, V8E tidak sekadar menawarkan teknologi baru, tetapi juga mencoba menjawab kebutuhan efisiensi operasional bisnis.

Kehadiran V8E dari lini produksi Purwakarta juga memiliki arti lebih luas bagi industri kendaraan komersial listrik Indonesia.

Farizon menjadikan fasilitas tersebut sebagai bagian dari strategi lokalisasi dan pengembangan rantai pasok, sementara Indonesia diposisikan sebagai salah satu basis pengembangan bisnis Farizon di kawasan ASEAN.

Jika permintaan kendaraan niaga listrik terus meningkat, langkah ini berpeluang membuka jalan bagi produksi model-model Farizon berikutnya secara lokal.

Baca Juga: Tren Konten Makin Besar, Canon EOS R50 V Hadir Membawa Konsep Mirrorless Video yang Lebih Praktis untuk Vlogger dan Kreator Media Sosial

Pada akhirnya, spesifikasi Farizon V8E menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak lagi hanya bermain di segmen mobil penumpang.

Dengan kapasitas kargo 7,9 m³, baterai 66,67 kWh, kemampuan fast charging dan harga Rp425 juta, V8E diarahkan langsung untuk kebutuhan bisnis yang mengutamakan produktivitas.

 Perakitan di Purwakarta menjadi nilai tambah tersendiri karena menandai dimulainya produksi kendaraan niaga listrik Farizon di Indonesia sekaligus memperkuat arah elektrifikasi sektor logistik. (Syarifah)

Editor : Amin Basiri
Farizon V8E spesifikasi Farizon V8E Farizon V8E Purwakarta harga Farizon V8E van listrik Farizon