Google Akhirnya Punya Jawaban untuk AirTag, Pixel Tag Hadir dengan UWB, Find Hub dan Baterai CR2032 yang Bisa Bertahan Lebih dari Setahun

Syarifatus Sabah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:31 WIB
Pixel Tag
Pixel Tag

 

RadarMadura.id - Google akhirnya masuk lebih dalam ke pasar perangkat pelacak barang dengan memperkenalkan Pixel Tag, aksesori mungil yang disiapkan sebagai pesaing langsung Apple AirTag.

Perangkat ini menjadi tracker pertama buatan Google yang terintegrasi secara langsung dengan jaringan Find Hub di ekosistem Android. 

Kehadirannya sekaligus mengisi celah yang selama ini membuat pengguna Android lebih banyak mengandalkan tracker dari produsen pihak ketiga. 

Pixel Tag dijadwalkan mulai tersedia secara global pada 11 November 2026 dengan harga mulai US$29.

Daya tarik utama Pixel Tag terletak pada dukungan Ultra Wideband atau UWB yang memungkinkan pencarian barang dilakukan dengan petunjuk arah dan jarak yang lebih presisi.

Google juga membekalinya dengan Bluetooth 6.0 Channel Sounding untuk membantu mengukur jarak perangkat secara akurat pada ponsel yang kompatibel.

Kombinasi kedua teknologi tersebut membuat pencarian tidak berhenti pada sekadar melihat posisi terakhir barang di peta. 

Pengguna bisa mendapatkan panduan visual ketika mencari kunci, dompet, tas, atau koper yang terselip di sekitar rumah.

Pixel Tag bekerja bersama Google Find Hub, jaringan yang mengandalkan lebih dari satu miliar perangkat Android untuk membantu menemukan barang yang berada di luar jangkauan Bluetooth.

Ketika tag kehilangan koneksi langsung dengan ponsel pemiliknya, perangkat Android lain di sekitarnya dapat membantu mengirimkan informasi lokasi secara aman ke jaringan tersebut. 

Sistem ini membuat peluang menemukan barang yang tertinggal di tempat umum menjadi lebih besar. Data lokasi juga dilindungi dengan enkripsi end-to-end untuk menjaga keamanan informasi pengguna.

Dari sisi penggunaan, Google membuat proses pemasangan Pixel Tag cukup sederhana melalui Fast Pair.

Pengguna hanya perlu menarik tab baterai lalu mendekatkan tag ke perangkat Android yang menjalankan Android 9 atau versi lebih baru. 

Setelah tersambung, nama barang dapat ditentukan melalui aplikasi Find Hub agar pengguna lebih mudah mengenali tracker yang digunakan. 

Akses pelacakan juga dapat dibagikan kepada maksimal 10 orang, sehingga cocok untuk barang yang dipakai bersama keluarga.

Untuk daya tahan, Pixel Tag menggunakan baterai kancing CR2032 yang dapat diganti sendiri oleh pengguna.

Google mengklaim baterainya mampu bertahan hingga satu tahun sebelum perlu diganti. 

Perangkat ini juga mengantongi sertifikasi IP67 sehingga memiliki perlindungan terhadap debu dan air. 

Material stainless steel yang digunakan turut dirancang agar perangkat tetap kokoh ketika menemani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Nasib Porsche Taycan Mulai Dipertanyakan, Produksi Bisa Berakhir pada 2030 Meski Porsche Masih Siapkan Fitur E-Shift untuk Generasi Berikutnya

Google turut memasukkan sejumlah fitur keamanan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan tracker.

Salah satunya adalah Left Behind Alerts yang dapat memberi tahu pengguna ketika barang yang dipasangi Pixel Tag tertinggal. 

Tag juga mempunyai speaker untuk mengeluarkan suara ketika pengguna sedang mencarinya dalam jarak Bluetooth. 

Menariknya, tombol pada perangkat dapat digunakan untuk membantu menemukan ponsel yang terhubung, sehingga fungsi Pixel Tag berjalan dua arah.

Secara harga, Google membanderol Pixel Tag US$29 untuk satu unit dan US$99 untuk paket empat unit.

Angka tersebut menempatkannya pada kelas harga yang sangat dekat dengan Apple AirTag, sehingga persaingan keduanya kemungkinan besar akan bergantung pada ekosistem perangkat masing-masing. 

Pixel Tag sendiri lebih ditujukan untuk pengguna Android, sedangkan AirTag tetap menjadi bagian dari jaringan Find My milik Apple. 

Perbedaan ekosistem inilah yang menjadi pertimbangan penting sebelum konsumen memilih tracker.

Kehadiran Pixel Tag juga menunjukkan keseriusan Google dalam memperluas fungsi Find Hub, bukan hanya sebagai layanan pencari perangkat Android.

Dengan menggabungkan perangkat keras buatan sendiri dan jaringan crowdsourcing, Google kini memiliki solusi end-to-end untuk membantu pengguna menjaga barang berharga. 

Strategi tersebut berpotensi membuat ekosistem Android semakin menarik bagi pengguna yang membutuhkan perangkat pelacak dengan integrasi lebih dalam.

 Apalagi dukungan UWB membuat Pixel Tag memiliki kemampuan pencarian presisi yang selama ini menjadi salah satu keunggulan AirTag.

Meski sudah diperkenalkan secara resmi, konsumen masih harus menunggu hingga November untuk mendapatkan Pixel Tag di pasar global.

Google belum mengumumkan secara rinci mengenai harga resmi dan jadwal ketersediaannya di Indonesia.

 Jika nantinya masuk ke pasar Tanah Air dengan harga kompetitif, Pixel Tag berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna smartphone Android yang menginginkan tracker resmi dari Google.

Terlebih, integrasi langsung dengan Find Hub membuat perangkat ini tidak sekadar menjadi aksesori tambahan, melainkan bagian dari ekosistem Android.

Baca Juga: Freelander 8 Resmi Debut Membawa Sentuhan Teknologi Huawei dan Qualcomm, SUV Mewah 6 Kursi Ini Dibanderol Mulai Rp890 Juta

Dengan UWB, Bluetooth Channel Sounding, Find Hub, baterai hingga satu tahun, serta perlindungan IP67, Pixel Tag datang membawa paket fitur yang cukup lengkap untuk bersaing di kelas pelacak barang pintar.

Google kini tidak lagi hanya menyediakan jaringan untuk mencari barang, tetapi juga menghadirkan perangkat fisik yang menjadi pintu masuk langsung ke layanan tersebut. 

Tantangan berikutnya adalah membuktikan seberapa konsisten jaringan Find Hub bekerja dalam situasi nyata dibandingkan jaringan pelacakan milik pesaing. 

Jika performanya sesuai janji, Pixel Tag bisa menjadi salah satu aksesori Android paling menarik yang diperkenalkan Google pada 2026.(Syarifah)

Editor : Amin Basiri
Google Pixel Tag pelacak barang Google Google Find Hub Pixel Tag 2026 UWB tracker