RadarMadura.id - Freelander 8 resmi memasuki panggung otomotif sebagai model perdana dari merek Freelander yang kembali dihidupkan melalui kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover (JLR).
SUV ini membawa konsep berbeda dengan memadukan karakter kendaraan segala medan, kemewahan kabin, dan teknologi elektrifikasi modern.
Di pasar China, Freelander 8 diposisikan sebagai SUV teknologi premium dengan konfigurasi enam penumpang.
Harga yang beredar untuk model ini berada di kisaran mulai Rp890 juta jika dikonversi dari banderol pasar China.
Dari tampilan luar, Freelander 8 mempertahankan bentuk bodi mengotak yang menjadi ciri khas SUV tangguh.
Dimensinya mencapai panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, tinggi 1.898 mm, dengan jarak sumbu roda 3.040 mm.
Beberapa konfigurasi bahkan memiliki panjang hingga 5.185 mm.
Proporsi tersebut membuat Freelander 8 terlihat besar sekaligus menyediakan ruang kabin yang lapang untuk konfigurasi 2+2+2.
Sektor teknologi menjadi salah satu daya tarik utama Freelander 8 karena melibatkan sejumlah nama besar di industri elektronik dan otomotif.
SUV ini dikembangkan bersama Huawei, CATL, dan Qualcomm, dengan Snapdragon 8397 menjadi salah satu komponen penting pada sistem digital kendaraan.
Chip tersebut disebut sebagai salah satu prosesor otomotif generasi terbaru Qualcomm yang digunakan pada produksi massal.
Kehadirannya diarahkan untuk menangani kebutuhan infotainment, komputasi kendaraan, dan berbagai fungsi digital di dalam kabin.
Huawei juga menyumbangkan teknologi pada sistem bantuan berkendara Freelander 8.
Seluruh varian disebut mendapatkan Huawei Qiankun ADS 5, sementara sistem sensor mengandalkan LiDAR 896 kanal untuk membantu membaca kondisi lingkungan kendaraan.
Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem i-ATS yang dikembangkan untuk memberikan kemampuan menghadapi berbagai karakter medan.
Dengan kombinasi itu, Freelander 8 tidak hanya mengejar kenyamanan di jalan raya, tetapi juga membawa kemampuan all-terrain sebagai bagian dari identitasnya.
Masuk ke kabin, Freelander 8 menawarkan pengalaman yang jauh dari kesan SUV konvensional.
Dasbornya didominasi layar panorama berukuran 46,3 inci dengan resolusi 8K yang membentang di bagian depan, ditemani layar kontrol tengah 15,6 inci.
Baris kedua menggunakan konsep kursi zero-gravity yang dirancang untuk memberikan posisi duduk lebih rileks.
Beberapa fitur kenyamanan seperti pemanas, ventilasi, dan pijat juga disiapkan untuk memperkuat nuansa kendaraan premium.
Untuk sistem penggerak, Freelander 8 mengusung teknologi extended-range electric vehicle atau EREV.
Mesin 1,5 liter berfungsi sebagai range extender, sedangkan penggerak utama memanfaatkan sistem elektrifikasi dengan baterai ternary lithium dari CATL.
Kapasitas baterainya mencapai sekitar 60,33 kWh dan mampu menyediakan jarak tempuh listrik murni hingga 221 kilometer.
Baca Juga: UMKM Binaan BRI NOMNOM Siap Ekspansi ke Singapura, Bawa Camilan Lokal Mendunia
Arsitektur 800V juga menjadi perlengkapan standar yang membuat sistem pengisian cepat menjadi salah satu keunggulannya.
Kemampuan pengisian dayanya juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Baterai yang dikembangkan bersama CATL tersebut diklaim memiliki kemampuan peak charging hingga 350 kW dan mendukung tingkat pengisian hingga 6C.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Freelander 8 dirancang untuk mengurangi waktu kendaraan terhubung ke stasiun pengisian.
Bagi SUV berukuran besar dengan bobot kosong sekitar 2.980 kg, kombinasi baterai dan platform 800V menjadi bagian penting untuk menjaga kepraktisan penggunaan harian.
Di sisi kemampuan medan, Freelander 8 membawa sejumlah perangkat yang membuatnya lebih siap menghadapi permukaan jalan sulit.
Sistem i-ATS dipadukan dengan differential lock mekanis di depan, e-LSD di belakang, serta virtual center lock untuk membantu distribusi tenaga.
Suspensi udara dual-chamber tertutup juga digunakan untuk mendukung kenyamanan sekaligus kemampuan melewati medan yang lebih menantang.
Paket tersebut menunjukkan bahwa label all-terrain pada Freelander 8 bukan sekadar pemanis desain.
Debut Freelander 8 sekaligus menjadi langkah penting bagi merek Freelander setelah dipisahkan dari statusnya sebagai lini model lama Land Rover.
Chery dan JLR berencana mengembangkan merek tersebut sebagai pemain kendaraan energi baru dengan sejumlah model yang akan diluncurkan dalam beberapa tahun mendatang.
Freelander 8 menjadi produk pembuka yang menggabungkan warisan desain SUV dengan teknologi China terbaru.
Rencana ekspansi global juga sudah disiapkan, dengan versi pertama untuk pasar luar China diarahkan ke kawasan Timur Tengah.
Dengan harga yang disebut mulai sekitar Rp890 juta, Freelander 8 menawarkan paket yang cukup agresif untuk kelas SUV premium berteknologi tinggi.
Huawei Qiankun ADS 5, LiDAR 896 kanal, Snapdragon 8397, baterai CATL, platform 800V, serta kabin enam penumpang menjadi kombinasi yang membuatnya menarik perhatian.
Namun, harga Rp890 juta tersebut merupakan hasil konversi dan bukan harga resmi untuk pasar Indonesia.
Jika suatu saat masuk ke Tanah Air dengan banderol yang kompetitif, Freelander 8 berpotensi menjadi salah satu SUV premium baru yang layak diperhitungkan.(Syarifah)
Editor : Amin Basiri