Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Biaya Kepemilikan Jaecoo J7 Mulai Terkuak, Dari Pajak Tahunan yang Relatif Murah sampai Konsumsi BBM yang Bisa Menekan Pengeluaran Harian

Syarifatus Sabah • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:03 WIB
Jaecoo J7
Jaecoo J7

 

RadarMadura.id - Menghitung biaya kepemilikan mobil kini menjadi pertimbangan penting sebelum membeli kendaraan baru, apalagi di tengah harga BBM yang fluktuatif dan pajak tahunan yang kerap membebani pemilik mobil.

Dalam konteks itu, Jaecoo J7 mulai menarik perhatian bukan semata karena desain dan fitur, tetapi juga karena ongkos kepemilikannya yang dinilai cukup bersahabat. 

SUV ini datang dengan kombinasi teknologi modern dan efisiensi yang relevan untuk kebutuhan harian.

Tak heran jika Jaecoo J7 mulai dipandang sebagai pilihan rasional, bukan sekadar emosional.

Di Indonesia, Jaecoo J7 hadir dalam dua pendekatan yang berbeda, yakni varian AWD bermesin bensin turbo dan varian J7 SHS yang mengusung teknologi plug-in hybrid.

Keduanya menyasar konsumen yang ingin naik kelas ke SUV medium dengan fitur lengkap, namun tetap memperhitungkan biaya jangka panjang. 

Dari sisi harga, model ini bermain di kisaran Rp 499,9 juta hingga Rp 549,9 juta, tergantung tipe yang dipilih.

Namun daya tarik utamanya justru mulai terasa ketika pembahasan masuk ke ongkos penggunaan hariannya.

Salah satu komponen yang paling sering diperhatikan calon pemilik mobil adalah pajak tahunan.

Pada Jaecoo J7, besaran pajaknya disebut relatif kompetitif untuk ukuran SUV modern di kelas menengah atas. 

Hal ini membuat beban tahunan tidak terasa terlalu berat, terutama bagi konsumen yang biasanya khawatir dengan biaya hidup kendaraan setelah mobil dibawa pulang dari dealer. 

Dengan kata lain, Jaecoo J7 tidak hanya berusaha tampil premium di awal pembelian, tetapi juga berupaya tetap ramah saat dimiliki dalam jangka panjang.

Baca Juga: Program Rehabilitasi Mangrove CDK Wilayah Sumenep Telan Ratusan Juta

Soal efisiensi, varian J7 SHS menjadi sorotan utama.

 Jaecoo mengklaim model plug-in hybrid ini mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga sekitar 35 km per liter dalam skenario tertentu, angka yang sangat menarik untuk SUV berbodi bongsor.

Bahkan melalui simulasi penggunaan 1.500 km per bulan, biaya energi Jaecoo J7 SHS disebut berada di kisaran Rp 486 ribuan per bulan. 

Angka tersebut jelas menjadi kabar baik bagi pengguna yang mendambakan kendaraan bergaya SUV tanpa harus terlalu sering singgah ke SPBU.

Efisiensi itu pada akhirnya berdampak langsung pada total biaya operasional bulanan.

Saat mobil bensin konvensional di kelas serupa bisa menghabiskan lebih dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan untuk bahan bakar, Jaecoo J7 SHS menawarkan pengeluaran yang jauh lebih terkendali. 

Selisih ini menjadi nilai penting, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi di area perkotaan. 

Dalam jangka panjang, penghematan dari sektor energi bisa menjadi alasan kuat untuk melirik teknologi hybrid dibanding model bensin murni.

Bukan hanya soal BBM, biaya perawatan juga ikut menentukan apakah sebuah mobil terasa ekonomis atau justru melelahkan dompet.

Pada Jaecoo J7 SHS, skema perawatan yang ditawarkan diklaim cukup ringan karena konsumen mendapat layanan jasa servis gratis hingga 48 bulan. 

Dengan skema tersebut, pemilik pada dasarnya hanya perlu menyiapkan dana untuk komponen tertentu sesuai kebutuhan berkala. 

Ini membuat beban servis rutin terasa lebih mudah diprediksi dibanding mobil yang seluruh biaya perawatannya harus ditanggung sejak awal.

Keunggulan inilah yang membuat Jaecoo J7 tampil sebagai paket yang cukup lengkap.

 Ia menawarkan desain SUV modern, kabin berteknologi tinggi, fitur keselamatan melimpah, namun tetap membawa efisiensi yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Bagi pembeli yang ingin kendaraan bergaya premium tetapi tetap realistis dalam urusan pengeluaran, kombinasi pajak yang relatif ringan dan biaya energi yang hemat jelas menjadi nilai jual besar.

Baca Juga: Dinas PUPR Pamekasan Kucurkan Dana Jumbo, Untuk Rekonstruksi Ruas Jalan Waru Barat–Tlonto Ares

Pada akhirnya, Jaecoo J7 bukan cuma menjual tampang gagah atau daftar fitur yang panjang.

SUV ini mencoba meyakinkan pasar lewat hal yang lebih penting untuk pemakaian jangka panjang, yaitu biaya kepemilikan yang masuk akal. 

Jika tren harga energi terus bergerak naik dan konsumen makin sensitif terhadap ongkos operasional, Jaecoo J7 punya modal kuat untuk tampil sebagai salah satu SUV yang layak diperhitungkan di pasar Indonesia. (Syarifah) 

Editor : Amin Basiri
#biaya kepemilikan Jaecoo J7 #pajak Jaecoo J7 #konsumsi BBM Jaecoo J7 #Jaecoo J7 SHS #harga Jaecoo J7 Indonesia