RadarMadura.id - Sony kembali menarik perhatian pasar audio premium melalui peluncuran 1000X The Collexion.
Produk ini disebut sebagai headphone nirkabel paling mahal yang pernah dirilis Sony untuk konsumen umum.
Kehadirannya sekaligus menandai satu dekade perjalanan lini headphone 1000X yang dikenal sebagai salah satu standar industri untuk teknologi noise cancelling.
Sony menempatkan perangkat ini di atas seri flagship yang selama ini menjadi andalannya.
Berbeda dari generasi sebelumnya yang berfokus pada keseimbangan fitur dan harga, Sony 1000X The Collexion hadir dengan pendekatan yang lebih eksklusif.
Perusahaan menggabungkan material premium dengan pengerjaan yang lebih detail untuk menciptakan kesan mewah.
Desainnya memadukan logam premium dan kulit sintetis berkualitas tinggi yang memberikan kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama.
Tampilan elegan menjadi salah satu nilai jual utama perangkat ini.
Dari sisi audio, Sony menyematkan driver khusus yang dikembangkan bersama para teknisi mastering ternama.
Pendekatan tersebut diklaim mampu menghadirkan panggung suara yang lebih luas dengan pemisahan instrumen yang lebih presisi.
Karakter suara dirancang agar mampu menyampaikan detail rekaman sesuai dengan keinginan musisi dan produser.
Pengalaman mendengarkan pun terasa lebih mendalam dibanding headphone konvensional.
Teknologi noise cancelling yang menjadi ciri khas seri 1000X juga tetap menjadi andalan.
Sony membekali perangkat ini dengan prosesor canggih dan sistem mikrofon adaptif yang bekerja secara real-time.
Teknologi tersebut mampu meredam suara bising di sekitar pengguna sehingga fokus mendengarkan musik atau bekerja menjadi lebih optimal.
Fitur ini diwarisi dari teknologi ANC terbaik yang dimiliki Sony saat ini.
Tidak hanya untuk menikmati musik, Sony 1000X The Collexion juga dirancang untuk kebutuhan komunikasi modern.
Teknologi AI beamforming membantu memisahkan suara pengguna dari kebisingan latar belakang ketika melakukan panggilan.
Hasilnya, suara terdengar lebih jernih meskipun berada di lingkungan yang ramai.
Sony bahkan menyediakan fitur mute langsung dari headphone untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan.
Salah satu fitur menarik lainnya adalah kehadiran teknologi DSEE Ultimate.
Teknologi berbasis kecerdasan buatan ini mampu memulihkan detail audio yang hilang pada file musik terkompresi.
Selain itu, fitur 360 Upmix memungkinkan konten musik, film, maupun game terdengar lebih imersif melalui efek audio spasial.
Pengguna pun dapat menikmati sensasi hiburan yang lebih mendalam.
Untuk mendukung mobilitas, Sony membekali headphone ini dengan konektivitas multipoint sehingga dapat terhubung ke beberapa perangkat sekaligus.
Dukungan LE Audio generasi terbaru juga meningkatkan efisiensi koneksi nirkabel. Baterainya diklaim mampu bertahan hingga 24 jam dalam sekali pengisian daya.
Angka tersebut cukup untuk menemani aktivitas harian tanpa perlu sering mengisi ulang daya.
Media internasional menyebut Sony 1000X The Collexion sebagai headphone nirkabel termahal yang pernah dipasarkan Sony.
Di pasar global, perangkat ini dibanderol sekitar 649 dolar AS atau setara lebih dari Rp10 juta.
Harga tersebut menempatkannya di segmen ultra-premium yang menyasar pencinta audio dan konsumen yang mengutamakan desain eksklusif.
Meski harganya tergolong tinggi, respons awal dari komunitas audio cukup beragam.
Sebagian pengguna memuji kualitas material, kenyamanan, dan peningkatan karakter suara dibanding seri sebelumnya.
Namun ada pula yang menilai banderolnya terlalu mahal dibanding peningkatan fitur yang ditawarkan.
Perdebatan tersebut justru menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap produk anyar Sony ini.
Hadir sebagai produk perayaan 10 tahun lini 1000X, Sony 1000X The Collexion bukan sekadar headphone biasa.
Perangkat ini menjadi representasi kemampuan Sony dalam memadukan kemewahan, teknologi audio modern, dan identitas desain premium dalam satu produk.
Bagi penggemar audio kelas atas, headphone ini berpotensi menjadi salah satu perangkat paling menarik yang hadir pada 2026. (Syarifah)
Editor : Amin Basiri