RadarMadura.id— Kenaikan harga BBM nonsubsidi kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dengan mobilitas tinggi.
Setiap kenaikan harga Pertamax secara langsung berdampak pada pengeluaran bulanan pemilik mobil bermesin bensin konvensional.
Kondisi tersebut membuat banyak konsumen mulai mencari alternatif kendaraan yang lebih efisien.
Di tengah tren elektrifikasi, mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV menjadi salah satu pilihan yang semakin menarik untuk dipertimbangkan.
Harga BBM Mendorong Perubahan Pola Konsumsi
Bagi sebagian besar pengguna kendaraan, biaya bahan bakar merupakan salah satu pengeluaran rutin terbesar setiap bulan.
Saat harga Pertamax terus bergerak naik, selisih pengeluaran dalam jangka panjang menjadi semakin terasa.
Tidak sedikit pemilik mobil yang mulai menghitung ulang biaya operasional tahunan mereka.
Situasi inilah yang mendorong meningkatnya minat terhadap kendaraan dengan teknologi hemat energi.
Berbeda dari mobil hybrid biasa, kendaraan PHEV memungkinkan pengguna mengisi ulang baterai melalui sumber listrik eksternal.
Mobil tetap memiliki mesin bensin sebagai cadangan saat daya baterai habis.
Kombinasi tersebut membuat konsumsi bahan bakar menjadi jauh lebih efisien dibandingkan mobil konvensional.
Pada saat yang sama, pengguna tidak perlu khawatir terhadap keterbatasan infrastruktur pengisian daya seperti yang masih menjadi pertimbangan sebagian calon pengguna mobil listrik murni.
BYD M6 DM-i Jadi Salah Satu Sorotan
Salah satu model yang kini banyak dibicarakan adalah BYD M6 DM-i.
MPV tujuh penumpang ini hadir dengan teknologi Dual Mode generasi terbaru yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin 1.5 liter secara cerdas.
BYD mengklaim konsumsi bahan bakarnya dapat mencapai sekitar 65 kilometer per liter dalam kondisi tertentu.
Angka tersebut jauh melampaui rata-rata konsumsi mobil keluarga bermesin bensin yang umumnya berada di kisaran 10 hingga 15 kilometer per liter.
Efisiensi menjadi semakin menarik karena BYD M6 DM-i juga menawarkan jarak tempuh gabungan yang diklaim mencapai 1.800 kilometer.
Kemampuan tersebut membuat pengguna tidak perlu terlalu sering mengunjungi SPBU saat digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Keunggulan ini menjadi faktor penting di tengah tren kenaikan harga bahan bakar.
Apalagi kendaraan tersebut dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp298 juta hingga Rp390 juta OTR Jakarta.
Pilihan Rasional atau Sekadar Tren?
Jawaban atas pertanyaan tersebut sangat bergantung pada pola penggunaan kendaraan masing-masing konsumen.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang setiap hari menempuh puluhan hingga ratusan kilometer, efisiensi bahan bakar dapat menghasilkan penghematan yang signifikan dalam beberapa tahun penggunaan.
Keuntungan semakin terasa apabila kendaraan rutin diisi daya listrik di rumah sehingga penggunaan mesin bensin dapat diminimalkan.
Dalam skenario tersebut, biaya operasional harian berpotensi turun cukup drastis dibandingkan mobil bensin konvensional.
Meski demikian, keputusan membeli kendaraan tidak hanya ditentukan oleh konsumsi BBM.
Faktor harga pembelian, biaya perawatan, kebutuhan ruang kabin, serta ketersediaan fasilitas pengisian daya juga perlu diperhitungkan secara matang.
Setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua orang.
Namun, di tengah harga Pertamax yang terus meningkat, kehadiran mobil PHEV seperti BYD M6 DM-i jelas menawarkan alternatif yang semakin sulit diabaikan oleh calon pembeli kendaraan keluarga modern. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri