Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BYD Atto 1 Makin Canggih, Mobil Listrik Murah Kini Bisa Pakai LiDAR dan Fitur Autopilot

Fadila An Naila • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:23 WIB
BYD Atto 1
BYD Atto 1

RadarMadura.id— BYD kembali membuat gebrakan di pasar kendaraan listrik dengan meluncurkan versi terbaru Seagull di China.

Model yang dikenal sebagai BYD Atto 1 di Indonesia tersebut mendapatkan sejumlah pembaruan penting pada sektor teknologi dan kenyamanan.

Salah satu peningkatan yang paling menyita perhatian adalah hadirnya teknologi LiDAR pada mobil listrik berukuran kompak ini.

Langkah tersebut menjadikan Seagull sebagai salah satu kendaraan listrik mini pertama yang menawarkan fitur semacam itu di kelasnya.

Kehadiran LiDAR membuka pintu bagi penggunaan teknologi bantuan mengemudi yang lebih canggih.

Baca Juga: Kinerja Korwil BGN Pamekasan Disorot, 128 Dapur MBG Tidak Kantongi Izin Bangunan

Sistem tersebut tersedia melalui paket opsional yang dapat dipilih konsumen pada varian tertentu.

Dengan tambahan perangkat tersebut, BYD Seagull mampu menjalankan fitur DiPilot 300 atau yang juga dikenal sebagai God's Eye B.

Teknologi ini membawa kemampuan semi-otonom yang sebelumnya lebih sering ditemukan pada kendaraan dengan harga jauh lebih tinggi.

Melalui sistem tersebut, mobil dapat mengenali lampu lalu lintas secara otomatis saat berkendara.

Fitur itu juga mampu membaca hitung mundur lampu lalu lintas yang tersedia di sejumlah wilayah.

Selain itu, kendaraan dapat menavigasi bundaran dan berbagai kondisi jalan kompleks dengan lebih baik.

Kemampuan tersebut menjadi bagian dari fitur City Navigation on Autopilot atau CNOA yang kini mulai diperluas penggunaannya oleh BYD.

Menurut informasi yang beredar di pasar China, paket LiDAR hanya tersedia untuk beberapa varian tertentu.

Konsumen dapat memilih teknologi tersebut pada Freedom Edition dengan jarak tempuh 305 kilometer dan Flying Edition dengan jangkauan 405 kilometer.

Penambahan fitur ini tentu berdampak pada harga jual kendaraan.

Meski demikian, peningkatan teknologi yang ditawarkan dinilai sebanding dengan biaya tambahan yang harus dibayarkan.

Di pasar domestik China, BYD Seagull terbaru dipasarkan dengan harga mulai 69.900 yuan hingga 85.900 yuan.

Jika dikonversikan ke mata uang Indonesia, rentang harga tersebut berada di kisaran Rp180 juta hingga Rp221 jutaan.

Untuk versi yang sudah dilengkapi LiDAR dan sistem God's Eye B, harga meningkat menjadi 90.900 yuan hingga 97.900 yuan.

Angka tersebut setara sekitar Rp234 juta sampai Rp252 jutaan tergantung nilai tukar yang berlaku.

Pada sektor performa, BYD tetap mempertahankan konfigurasi motor listrik yang telah digunakan sebelumnya.

Motor listrik tersebut menghasilkan daya maksimum sebesar 55 kW.

Tenaga itu memungkinkan mobil berakselerasi dari posisi diam hingga 50 kilometer per jam dalam waktu sekitar 4,9 detik.

Karakter responsif ini menjadi salah satu keunggulan yang membuat Seagull cukup populer di pasar kendaraan listrik perkotaan.

Untuk mendukung mobilitas harian, BYD menawarkan dua pilihan kapasitas baterai.

Varian pertama menggunakan baterai berkapasitas 30,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 305 kilometer.

Pilihan kedua hadir dengan baterai 38,88 kWh yang mampu menempuh perjalanan hingga 405 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Kedua opsi tersebut memberikan fleksibilitas bagi konsumen sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Dari sisi dimensi, BYD Seagull 2026 tetap mempertahankan ukuran kompak yang cocok untuk penggunaan di kawasan perkotaan.

Mobil ini memiliki panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, dan tinggi 1.540 mm.

Sementara jarak sumbu roda mencapai 2.500 mm yang membantu menghadirkan ruang kabin lebih optimal.

Proporsi tersebut membuat kendaraan tetap lincah saat bermanuver di jalan sempit maupun area parkir terbatas.

Pembaruan juga terlihat pada bagian interior yang kini tampil lebih segar.

BYD menghadirkan pilihan warna kabin krem baru yang memberikan kesan lebih modern dan lapang.

Layar sentuh floating berukuran 12,8 inci turut mendapatkan peningkatan untuk mendukung berbagai kebutuhan hiburan dan informasi.

Fitur pengisian daya nirkabel 50W serta sistem pendingin udara otomatis semakin memperkuat kenyamanan selama perjalanan.

Baca Juga: Pungut Sumbangan untuk Perpisahan, Wali Murid SDN Kebundadap Timur 1 Mengeluh

Masuknya teknologi LiDAR ke segmen mobil listrik kompak menunjukkan semakin cepatnya perkembangan industri kendaraan listrik global.

Fitur yang sebelumnya hanya tersedia pada mobil premium kini mulai hadir pada model yang lebih terjangkau.

Strategi tersebut berpotensi meningkatkan daya saing BYD di pasar internasional, termasuk Indonesia.

Jika teknologi serupa nantinya dibawa ke BYD Atto 1 versi Indonesia, persaingan mobil listrik kompak diperkirakan akan semakin menarik. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#BYD Seagull 2026 #BYD LiDAR #fitur autopilot BYD #byd atto 1 #Mobil Listrik BYD