Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Geger Industri Otomotif Nasional, 11 Diler Daihatsu Milik Asco Automotive Resmi Berhenti Operasi dan Beralih ke Merek Mobil China

Syarifatus Sabah • Minggu, 7 Juni 2026 | 09:16 WIB
Kantor Daihatsu
Kantor Daihatsu

 

RadarMadura.id - Industri otomotif nasional kembali diguncang kabar mengejutkan setelah 11 outlet resmi Daihatsu yang dikelola Asco Automotive resmi menghentikan operasionalnya mulai 1 Juni 2026.

Penutupan tersebut mencakup jaringan showroom dan bengkel resmi di wilayah DKI Jakarta serta Jawa Timur.

 Kabar ini langsung menjadi perhatian publik karena menyangkut layanan purna jual bagi ribuan pelanggan Daihatsu.

 Banyak konsumen pun mulai mempertanyakan kelanjutan servis berkala hingga klaim garansi kendaraan mereka.

Namun, PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait jumlah dealer yang tutup.

Customer Relation Division Head AI DSO, Tri Mulyono, menegaskan bahwa istilah yang digunakan selama ini kurang tepat. 

Menurutnya, yang dimaksud bukan 11 dealer berbeda, melainkan satu perusahaan dealer yang memiliki 11 jaringan outlet resmi Daihatsu. 

Penjelasan itu disampaikan Tri kepada detikOto pada Jumat (5/6).

“Asco Automotive merupakan satu dealer yang memiliki 11 outlet resmi Daihatsu, bukan 11 dealer berbeda,” ujar Tri.

Klarifikasi tersebut penting untuk menghindari kesalahpahaman publik mengenai skala penutupan jaringan tersebut. 

Meski begitu, penghentian operasional belasan outlet tetap menjadi sorotan besar di industri otomotif nasional. 

Apalagi Asco Automotive dikenal sebagai salah satu mitra dealer besar Daihatsu di Indonesia.

Selama ini, jaringan Asco Automotive melayani penjualan kendaraan baru, servis berkala, hingga penyediaan suku cadang resmi.

Karena itu, keputusan penghentian operasional secara serentak menimbulkan dampak cukup besar terhadap ekosistem layanan Daihatsu. 

Sejumlah outlet bahkan berada di kawasan dengan tingkat penjualan kendaraan yang tinggi. 

Kondisi ini membuat sebagian konsumen mulai mencari alternatif bengkel resmi lainnya.

Yang paling menyita perhatian adalah keputusan beberapa outlet tersebut untuk beralih menjadi dealer merek mobil asal China.

Pergeseran arah bisnis ini dinilai mencerminkan semakin agresifnya ekspansi produsen otomotif China di pasar Indonesia. 

Dalam beberapa tahun terakhir, merek asal Negeri Tirai Bambu memang terus memperkuat jaringan penjualan dan layanan mereka. 

Strategi tersebut mulai memberi tekanan serius terhadap dominasi merek Jepang.

Kehadiran mobil China kini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh konsumen Indonesia.

Selain menawarkan desain modern, sejumlah merek juga menghadirkan teknologi canggih dengan harga yang kompetitif. 

Baca Juga: Disbudporapar Dinilai Abaikan Perbaikan Sarpras Olahraga

Faktor tersebut diyakini menjadi salah satu alasan kuat perubahan strategi bisnis sejumlah dealer otomotif. 

Persaingan industri kendaraan roda empat pun diprediksi semakin ketat sepanjang 2026.

Di sisi lain, pelanggan Daihatsu yang sebelumnya rutin melakukan servis di jaringan Asco Automotive mulai mencari kepastian layanan alternatif.

 Sebagian konsumen khawatir mengenai riwayat servis kendaraan yang sebelumnya tercatat di bengkel resmi tersebut.

Meski demikian, layanan purna jual Daihatsu secara nasional dipastikan masih tetap berjalan normal melalui jaringan dealer resmi lainnya. 

Konsumen juga diimbau menghubungi layanan resmi Daihatsu untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Penutupan jaringan outlet ini sekaligus menunjukkan perubahan besar dalam arah industri otomotif Indonesia.

Dealer kini tidak hanya mempertimbangkan loyalitas terhadap merek tertentu, tetapi juga melihat potensi pertumbuhan pasar kendaraan masa depan. 

Mobil listrik dan kendaraan berbasis teknologi pintar menjadi daya tarik baru yang terus berkembang pesat. 

Merek-merek China termasuk yang paling agresif memanfaatkan momentum tersebut.

Pengamat otomotif menilai langkah Asco Automotive bisa menjadi sinyal perubahan tren distribusi kendaraan di Tanah Air.

 Jika sebelumnya pasar lebih banyak didominasi pabrikan Jepang, kini kompetisi mulai terbuka semakin luas.

Kondisi tersebut membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan kendaraan dengan fitur yang beragam.

Persaingan harga dan teknologi pun dipastikan akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Ratusan Desa di Kabupaten Sampang Masih Berstatus Pemula

Meski demikian, Daihatsu masih memiliki jaringan dealer yang luas di Indonesia sehingga operasional bisnis nasional diperkirakan tetap stabil.

Merek asal Jepang tersebut juga masih memiliki basis konsumen loyal yang cukup besar.

Namun penutupan 11 outlet sekaligus tetap menjadi catatan penting dalam dinamika industri otomotif tahun ini.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan pasar kendaraan di Indonesia kini memasuki fase baru yang jauh lebih kompetitif.(Syarifah) 

Editor : Amin Basiri
#diler Daihatsu tutup #Asco Automotive #dealer mobil China #Daihatsu Indonesia #industri otomotif 2026