RadarMadura.id - Persaingan laptop premium pada 2026 mulai berubah setelah Qualcomm resmi menghadirkan chipset Snapdragon X2 Elite generasi kedua.
Chipset berbasis ARM ini disebut mampu menyaingi bahkan melampaui performa Apple Silicon dalam beberapa pengujian terbaru.
Laptop pertama yang memakai Snapdragon X2 Elite seperti ASUS Zenbook A16 dan Zenbook A14 sudah mulai dipasarkan secara global pada paruh pertama 2026.
Berdasarkan pantauan kami, peningkatan terbesar bukan hanya ada pada performa mentah, tetapi juga efisiensi daya yang kini jauh lebih matang untuk kebutuhan harian pengguna modern.
Baca Juga: iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra, Duel HP AI 2nm yang Bikin Pengguna Bingung Pilih
Baterai Bisa Dipakai Hingga Dua Hari
Salah satu daya tarik utama Snapdragon X2 Elite ada pada efisiensi baterainya.
Dalam pengujian streaming video nonstop, laptop dengan chipset ini mampu bertahan hingga 22 jam pemakaian.
Untuk penggunaan ringan seperti mengetik, browsing, rapat online, dan membuka dokumen Office, daya tahan tersebut bahkan cukup untuk dua hari kerja tanpa charger.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna Indonesia yang sering bekerja mobile di luar ruangan atau berpindah tempat tanpa akses listrik stabil.
Berbeda dengan banyak laptop konvensional berbasis Intel dan AMD, performa Snapdragon X2 Elite juga tetap stabil meski kabel charger dilepas.
Pengguna tidak lagi mengalami penurunan performa drastis saat laptop berjalan menggunakan baterai.
Qualcomm menyebut efisiensi ini didukung NPU atau Neural Processing Unit berkekuatan 80 TOPS.
Komponen AI tersebut bertugas menangani proses cerdas tanpa membebani CPU utama sehingga konsumsi daya menjadi lebih hemat.
Performa Mulai Menempel MacBook Pro
Snapdragon X2 Elite generasi kedua membawa peningkatan performa cukup besar dibanding generasi sebelumnya.
Varian tertinggi bernama Elite Extreme menggunakan konfigurasi 18-core terbaru berbasis Oryon Gen 2.
Dalam pengujian Geekbench 6 multi-core, chipset ini mampu mencetak skor sekitar 23.600 poin.
Angka tersebut berhasil melampaui Apple M4 Pro dan mulai mendekati performa M4 Max pada skenario tertentu.
Untuk performa single-core, Apple M4 memang masih sedikit unggul.
Meski begitu, Snapdragon X2 Elite kini sudah berhasil melewati performa Apple M3.
Berdasarkan pantauan kami, peningkatan ini membuat laptop Windows ARM terasa jauh lebih responsif untuk editing, multitasking, hingga pekerjaan berbasis AI.
Gaming dan AI Jadi Nilai Tambah
Qualcomm juga meningkatkan kemampuan grafis melalui GPU Adreno X2 terbaru.
GPU ini diklaim memiliki performa hingga 2,3 kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Beberapa game berat seperti Fortnite bahkan disebut mampu berjalan pada resolusi 4K 60fps secara native.
Hal ini menunjukkan laptop ARM tidak lagi hanya cocok untuk pekerjaan ringan.
Kehadiran AI 80 TOPS juga menjadi salah satu pembeda terbesar dibanding kompetitor.
Saat ini Apple M4 Series masih berada di kisaran sekitar 38 TOPS untuk kemampuan AI.
Kondisi tersebut membuat Snapdragon X2 Elite lebih siap menghadapi tren software AI generatif yang mulai ramai digunakan pada laptop modern.
Perbandingan Snapdragon X2 Elite dan Apple M4 Series
| Spesifikasi | Snapdragon X2 Elite Gen 2 | Apple M4 Series |
|---|---|---|
| Arsitektur | ARM 3nm Oryon Gen 2 | ARM 3nm Apple Silicon |
| Kekuatan AI | 80 TOPS | Sekitar 38 TOPS |
| Daya Tahan Baterai | Hingga 22 jam | 18 sampai 22 jam |
| Sistem Operasi | Windows 11 | macOS |
| Dukungan Aplikasi | Sekitar 70 persen native | Optimasi sangat matang |
| GPU | Adreno X2 | Apple GPU |
Baca Juga: Review Jujur Pemakaian 2 Tahun Hyundai Ioniq 5, Seberapa Besar Penurunan Kesehatan Baterainya?
Laptop Windows ARM Kini Semakin Menarik
Snapdragon X2 Elite menjadi bukti bahwa laptop Windows berbasis ARM mulai memasuki era yang lebih serius.
Efisiensi daya tinggi, performa kencang, dan dukungan AI besar membuat persaingan laptop premium semakin panas pada 2026.
Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin dominasi MacBook di kelas produktivitas premium akan mulai mendapat tekanan besar.
Menurut Anda, apakah laptop Windows berbasis Snapdragon sudah cukup menarik untuk menggantikan MacBook sebagai laptop kerja harian? (hasan)
Editor : Hasan Bashri