RadarMadura.id - Kembalinya nama besar Nissan Terrano menjadi sorotan setelah versi konsepnya diperkenalkan dalam ajang otomotif bergengsi di Beijing.
Mobil ini tampil sebagai SUV off-road modern dengan teknologi plug-in hybrid yang menyesuaikan tren elektrifikasi global.
Debutnya pada akhir April 2026 menjadi sinyal kuat arah baru Nissan dalam menghidupkan kembali model legendaris.
Kehadiran Terrano terbaru ini langsung menarik perhatian pengunjung dan pengamat industri otomotif.
Konsep Nissan Terrano PHEV dirancang untuk menggabungkan kekuatan mesin konvensional dengan efisiensi motor listrik.
Teknologi plug-in hybrid memungkinkan kendaraan melaju lebih hemat bahan bakar sekaligus ramah lingkungan.
Selain itu, sistem ini memberi fleksibilitas bagi pengemudi untuk berkendara dalam mode listrik penuh dalam jarak tertentu.
Hal ini menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya regulasi emisi global.
Dari segi desain, Terrano tampil lebih gagah dengan garis tegas dan proporsi SUV sejati.
Tampilan depan terlihat modern dengan lampu LED futuristik yang memperkuat kesan agresif.
Sementara itu, bagian belakang dirancang lebih minimalis namun tetap berkarakter.
Perpaduan ini membuatnya tetap relevan bagi pasar modern tanpa meninggalkan identitas klasik.
Interiornya juga tidak kalah menarik dengan pendekatan teknologi tinggi dan kenyamanan maksimal.
Kabin dirancang luas dengan material premium untuk meningkatkan pengalaman berkendara.
Sistem infotainment terbaru disematkan untuk mendukung konektivitas digital pengguna.
Semua fitur ini dirancang agar pengemudi merasa praktis sekaligus nyaman.
Kemampuan off-road tetap menjadi DNA utama Terrano yang dipertahankan oleh Nissan.
Sistem penggerak yang adaptif memungkinkan mobil melibas berbagai medan dengan mudah.
Suspensi yang diperbarui juga memberikan kestabilan lebih baik saat berkendara di jalur ekstrem.
Hal ini menjadikannya cocok bagi pecinta petualangan.
Meski masih berupa konsep, Nissan sudah memberikan gambaran cukup jelas tentang arah produksi massalnya.
Perusahaan menargetkan peluncuran versi produksi sekitar satu tahun setelah debut konsep. Artinya, pasar bisa melihat versi finalnya pada 2027 mendatang.
Strategi ini menunjukkan kesiapan Nissan dalam bersaing di segmen SUV elektrifikasi.
Kehadiran Terrano PHEV juga menjadi langkah penting dalam memperkuat portofolio kendaraan ramah lingkungan Nissan.
Tren global menunjukkan permintaan terhadap kendaraan hybrid terus meningkat.
Dengan membawa nama besar Terrano, Nissan berharap mampu menarik nostalgia sekaligus minat generasi baru.
Ini menjadi kombinasi strategi yang cukup cerdas.
Pasar SUV sendiri saat ini sangat kompetitif dengan banyak pemain baru bermunculan.
Namun, nama Terrano memiliki nilai historis yang kuat di berbagai negara.
Hal ini bisa menjadi modal utama dalam memenangkan hati konsumen.
Apalagi dengan tambahan teknologi modern yang relevan.
Baca Juga: Proyek RTLH Diprioritaskan bagi Warga Miskin
Jika berhasil masuk produksi dengan spesifikasi yang tidak jauh berbeda dari konsep, Terrano berpotensi menjadi salah satu SUV hybrid yang diminati.
Kombinasi desain, performa, dan efisiensi menjadi daya tarik utamanya.
Selain itu, positioning sebagai SUV off-road hybrid masih tergolong unik di pasaran. Ini bisa menjadi pembeda yang signifikan.
Secara keseluruhan, Nissan Terrano PHEV Concept menjadi simbol evolusi kendaraan SUV menuju era elektrifikasi.
Kehadirannya bukan sekadar nostalgia, tetapi juga inovasi yang menjawab kebutuhan masa depan.
Publik kini menantikan bagaimana versi produksinya akan diwujudkan.
Satu hal yang pasti, Terrano siap kembali dengan wajah baru yang lebih relevan.(Syarifah)
Editor : Amin Basiri