Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nissan ePower 2026 Bikin Mobil Serasa EV Tapi Tidak Perlu Ngecas Ini Cara Kerja Teknologinya

Hasan Bashri • Minggu, 3 Mei 2026 | 23:54 WIB
Nissan ePower 2026
Nissan ePower 2026

RadarMadura.id - Teknologi Nissan e-Power terus berkembang pada 2026 sebagai solusi elektrifikasi yang dianggap paling realistis untuk pasar Indonesia.

Sistem ini menawarkan sensasi berkendara layaknya mobil listrik murni tanpa membuat pengguna harus repot mencari stasiun pengisian daya atau ngecas di rumah.

Berdasarkan pantauan kami, teknologi e-Power menjadi menarik karena mampu menjawab kekhawatiran masyarakat soal infrastruktur charging station yang belum merata di Indonesia.

Hal ini membuat Nissan mencoba mengambil jalur berbeda dibanding pabrikan lain yang langsung fokus pada mobil listrik penuh atau hybrid konvensional.

Baca Juga: Pilihan Motor Matic Paling Worth It untuk Mahasiswa 2026, Bagasi Muat Laptop dan Irit Dipakai Ngampus

Nissan ePower Bukan Hybrid Biasa

Banyak orang mengira Nissan e-Power sama seperti mobil hybrid biasa.

Padahal teknologi ini menggunakan konsep series hybrid yang cukup berbeda.

Pada sistem e-Power, mesin bensin sama sekali tidak terhubung langsung ke roda.

Seluruh roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik.

Mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik.

Listrik tersebut kemudian disimpan ke baterai dan digunakan untuk menggerakkan motor listrik.

Mobil Tetap Pakai Bensin Tapi Rasa Berkendaranya Mirip EV

Meski memakai bensin, sensasi berkendara Nissan e-Power terasa seperti mobil listrik murni.

Torsi instan dari motor listrik membuat akselerasi awal terasa sangat responsif.

Beberapa model bahkan mampu menghasilkan torsi hingga 280 Nm.

Karakter seperti ini sangat cocok untuk kondisi lalu lintas perkotaan yang sering stop and go.

Berdasarkan impresi penggunaan, perpindahan tenaga terasa jauh lebih halus dibanding mobil bensin konvensional.

Suara mesin juga lebih minim karena mesin hanya aktif ketika perlu mengisi baterai.

Cara Kerja Nissan ePower 2026

Teknologi e-Power terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja secara terintegrasi.

Mesin bensin bertugas memutar generator untuk menghasilkan listrik.

Listrik tersebut kemudian diatur oleh inverter sebelum dialirkan ke baterai dan motor listrik.

Motor listrik menjadi komponen utama yang memutar roda kendaraan.

Baterai lithium ion menyimpan energi dari generator maupun regenerative braking saat mobil melambat.

Karena itulah pengguna tidak perlu mengisi daya menggunakan charger eksternal.

Komponen Utama Nissan ePower Generasi Baru

Berikut komponen utama teknologi Nissan e-Power 2026.

Komponen Fungsi
Mesin bensin Generator penghasil listrik
Inverter Mengatur aliran listrik
Baterai lithium ion Menyimpan energi listrik
Motor listrik Menggerakkan roda kendaraan
Regenerative braking Mengisi baterai saat deselerasi

Berdasarkan pantauan kami, konsep seperti ini membuat e-Power menjadi jembatan menarik antara mobil bensin dan kendaraan listrik murni.

Pengguna tetap mendapatkan efisiensi tinggi tanpa harus mengubah kebiasaan pengisian energi kendaraan.

Fitur ePedal Step Bikin Berkendara Lebih Santai

Salah satu fitur unik Nissan e-Power adalah e-Pedal Step.

Fitur ini memungkinkan pengemudi melakukan akselerasi dan deselerasi hanya menggunakan pedal gas.

Saat pedal dilepas, mobil akan melambat secara otomatis sambil mengisi ulang baterai lewat regenerative braking.

Karakter ini membuat pengalaman berkendara terasa lebih praktis terutama di kemacetan.

Berdasarkan impresi awal, fitur e-Pedal cukup membantu mengurangi rasa lelah ketika menghadapi lalu lintas padat.

Teknologi seperti ini juga mulai menjadi ciri khas kendaraan elektrifikasi modern.

Nissan Tingkatkan Efisiensi dan Kenyamanan di Generasi 2026

Pada generasi terbaru tahun 2026, Nissan menghadirkan sistem modular 5 in 1 yang lebih ringkas dan efisien.

Komponen dibuat lebih kompak sehingga membantu mengurangi bobot kendaraan.

Nissan juga meningkatkan aspek NVH atau Noise, Vibration, Harshness.

Transisi mesin saat menyala untuk mengisi daya kini terasa jauh lebih halus dan minim getaran.

Teknologi ini sudah mulai diterapkan pada model seperti Nissan Serena e-Power dan Nissan Kicks e-Power.

Berdasarkan pantauan kami, peningkatan kenyamanan kabin menjadi salah satu fokus utama Nissan dalam pengembangan e-Power terbaru.

Perbedaan Nissan ePower dengan Mobil Hybrid dan EV

Fitur Mobil Bensin Hybrid Konvensional Nissan e-Power EV Murni
Penggerak roda Mesin bensin Mesin dan motor Motor listrik Motor listrik
Sumber energi Bensin Bensin Bensin Listrik PLN
Perlu ngecas Tidak Tidak Tidak Ya
Sensasi akselerasi Linear Cukup responsif Instan Instan

Baca Juga: Mitsubishi Rayakan 55 Tahun di Indonesia Lewat Xforce dan Destinator Edisi Khusus yang Lebih Eksklusif

Nissan e-Power 2026 menawarkan konsep unik yang menggabungkan kepraktisan mobil bensin dengan sensasi berkendara ala mobil listrik.

Teknologi ini cocok untuk konsumen yang ingin menikmati kenyamanan dan efisiensi EV tanpa harus khawatir soal charging station maupun waktu pengisian daya.

Menurut Anda, apakah teknologi seperti Nissan e-Power lebih cocok untuk Indonesia dibanding mobil listrik murni? (hasan)

Editor : Hasan Bashri
#Mobil hybrid Nissan #Nissan ePower 2026 #cara kerja ePower #Nissan Serena ePower #teknologi series hybrid