Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kredit Mobil Hybrid 2026 Mulai Banyak Dilirik, Ternyata Biaya Harian Bisa Jauh Lebih Hemat dari Mobil Bensin

Hasan Bashri • Minggu, 3 Mei 2026 | 23:41 WIB
Honda HR-V Hybrid
Honda HR-V Hybrid

RadarMadura.id - Tren mobil hybrid di Indonesia terus mengalami peningkatan pada 2026 seiring naiknya harga bahan bakar dan kebutuhan kendaraan yang lebih efisien untuk penggunaan harian.

Meski harga belinya masih lebih mahal dibanding mobil bensin biasa, mobil hybrid kini mulai dianggap lebih menguntungkan dalam jangka panjang karena konsumsi BBM yang jauh lebih hemat dan biaya operasional yang lebih ringan.

Berdasarkan pantauan kami, minat masyarakat terhadap mobil hybrid meningkat terutama di kota besar dengan kondisi lalu lintas padat seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bandung.

Hal tersebut terjadi karena teknologi hybrid mampu bekerja optimal saat mobil sering berhenti dan berjalan lambat di kemacetan.

Di kondisi seperti itu, motor listrik pada mobil hybrid mengambil peran lebih besar sehingga konsumsi bensin menjadi jauh lebih irit.

Baca Juga: Motor Listrik Swap Baterai Makin Diburu di 2026, Isi Daya Kini Bisa Secepat Isi Bensin di Kota Besar

Kenapa Mobil Hybrid Dinilai Lebih Menguntungkan

Mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicle menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dalam satu sistem.

Teknologi tersebut membuat konsumsi BBM jauh lebih efisien dibanding mobil bensin konvensional.

Pada penggunaan dalam kota, mobil hybrid rata rata mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 20 sampai 30 kilometer per liter.

Sementara mobil bensin biasa umumnya hanya berada di kisaran 10 sampai 15 kilometer per liter.

Selisih konsumsi tersebut menjadi sangat terasa bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari.

Untuk pengguna yang rutin menghadapi kemacetan saat berangkat kerja atau perjalanan antar kota, pengeluaran bensin bulanan bisa turun hingga 30 sampai 50 persen.

Selain lebih hemat, mobil hybrid juga tidak memerlukan charger eksternal seperti mobil listrik murni.

Pengguna cukup mengisi bensin seperti biasa karena baterai akan terisi otomatis selama mobil berjalan.

Perawatan Mobil Hybrid Ternyata Tidak Semahal yang Dibayangkan

Banyak calon pembeli masih menganggap biaya servis mobil hybrid jauh lebih mahal.

Padahal dalam beberapa kondisi, biaya perawatan justru bisa lebih murah dibanding mobil bensin biasa.

Salah satu alasannya berasal dari sistem regenerative braking.

Teknologi ini membantu memperlambat mobil sekaligus mengisi daya baterai sehingga penggunaan rem menjadi lebih ringan.

Akibatnya, kampas rem hybrid biasanya lebih awet dan tidak cepat habis.

Beberapa komponen seperti alternator dan starter konvensional juga tidak digunakan pada banyak sistem hybrid modern.

Hal tersebut membuat potensi biaya penggantian komponen tertentu menjadi lebih kecil.

Namun, pengguna tetap harus memperhatikan kondisi baterai hybrid.

Meski dirancang tahan lama hingga 8 sampai 10 tahun, biaya penggantian baterai tetap cukup tinggi.

Estimasi harga baterai hybrid saat ini masih berada di kisaran Rp 20 juta hingga Rp 40 juta tergantung model kendaraan.

Simulasi Kredit Hybrid dan Mobil Bensin di 2026

Harga mobil hybrid pada 2026 rata rata masih lebih mahal sekitar 10 sampai 20 persen dibanding model bensin di segmen yang sama.

Karena itu, DP dan cicilan kredit hybrid biasanya juga lebih tinggi.

Namun selisih tersebut perlahan mulai mengecil berkat insentif pajak untuk kendaraan ramah lingkungan yang diperkirakan masih berlanjut.

Berikut gambaran perbandingan mobil hybrid dan bensin untuk penggunaan harian.

Komponen Mobil Hybrid Mobil Bensin
Konsumsi BBM Kota 20 sampai 30 km per liter 10 sampai 15 km per liter
Biaya Operasional Lebih hemat Lebih tinggi
Biaya Servis Berkala Cenderung lebih murah Standar
Harga Awal Lebih mahal Lebih murah
Nilai Jual Kembali Mulai stabil Stabil
Cocok Untuk Komuter harian Penggunaan ringan

Berdasarkan pantauan kami, pengguna yang menempuh perjalanan tinggi setiap tahun akan lebih cepat merasakan keuntungan mobil hybrid.

Semakin sering mobil digunakan, semakin besar penghematan BBM yang didapat.

Mobil Hybrid Cocok untuk Pengguna dengan Mobilitas Tinggi

Mobil hybrid paling cocok digunakan oleh pengguna yang aktif berkendara setiap hari.

Terutama untuk perjalanan di dalam kota dengan kondisi stop and go yang padat.

Dalam kondisi tersebut, motor listrik bekerja lebih dominan sehingga efisiensi bahan bakar meningkat drastis.

Sebaliknya, mobil bensin biasa masih menjadi pilihan menarik untuk pengguna dengan budget terbatas atau penggunaan kendaraan yang tidak terlalu intens.

Karena harga awalnya lebih murah, beban DP dan cicilan juga terasa lebih ringan.

Namun dalam penggunaan jangka panjang, biaya operasional mobil bensin biasanya lebih besar dibanding hybrid.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Resmi Meluncur, Kamera Malam Makin Gila dan AI Kini Bisa Edit Foto Pakai Perintah Teks

Nilai Jual Kembali Mobil Hybrid Mulai Membaik

Beberapa tahun lalu, banyak orang ragu membeli hybrid karena khawatir harga jual kembali turun drastis.

Namun pada 2026 kondisi mulai berubah.

Adopsi kendaraan ramah lingkungan yang meningkat membuat resale value mobil hybrid perlahan mendekati mobil bensin konvensional.

Hal ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang ingin membeli mobil hybrid untuk pemakaian jangka panjang.

Jika digunakan secara rutin, selisih harga awal mobil hybrid berpotensi tertutupi oleh penghematan BBM dan biaya servis dalam beberapa tahun.

Menurut kalian, jika membeli mobil pertama di 2026 lebih menarik pilih hybrid hemat BBM atau bensin yang cicilannya lebih ringan? (hasan)

Editor : Hasan Bashri
#biaya operasional mobil #kredit mobil hybrid #mobil hemat BBM #mobil bensin #mobil hybrid 2026