Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mobil Listrik Bisa Overheat dan Terbakar Jika Salah Perawatan, Ini Cara Aman Menjaga Baterai EV Tetap Awet

Fadila An Naila • Minggu, 3 Mei 2026 | 21:08 WIB
Geely i HEV
Geely i HEV

RadarMadura.id - Mobil listrik kini semakin populer di Indonesia karena dianggap lebih hemat dan ramah lingkungan.

Namun di balik teknologi canggihnya, banyak pengguna masih khawatir soal risiko baterai overheat hingga terbakar.

Kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya salah meski mobil listrik modern sudah dilengkapi sistem pendingin aktif dan Battery Management System atau BMS yang canggih.

Berdasarkan pantauan kami, sebagian besar kasus overheat pada mobil listrik justru lebih sering dipicu kesalahan penggunaan dan perawatan yang kurang tepat.

Baca Juga: Yamaha NMax Turbo Tech Max Jakarta hingga Lombok Bongkar Fakta Fitur Turbo yang Ternyata Bukan Gimmick

Kenapa Baterai Mobil Listrik Bisa Overheat

Baterai mobil listrik umumnya memakai teknologi lithium ion yang sensitif terhadap suhu ekstrem.

Baterai jenis ini bekerja optimal pada suhu sekitar 10 hingga 35 derajat Celsius.

Ketika suhu terlalu tinggi, sistem baterai bisa mengalami tekanan termal yang memengaruhi performa dan keamanan.

Kondisi paling berbahaya dikenal sebagai thermal runaway.

Thermal runaway terjadi ketika satu sel baterai rusak lalu memicu reaksi berantai ke sel lainnya.

Suhu baterai dalam kondisi ini bahkan bisa melonjak hingga lebih dari 1.000 derajat Celsius.

Penyebabnya bisa berasal dari korsleting internal, benturan keras akibat kecelakaan, hingga kebiasaan overcharging.

Penggunaan fast charging secara terus menerus juga dapat meningkatkan suhu baterai lebih cepat.

Cuaca panas ekstrem juga menjadi tantangan tersendiri terutama di negara tropis seperti Indonesia.

Jangan Terbiasa Isi Daya Sampai 100 Persen

Salah satu cara paling aman menjaga kesehatan baterai EV adalah membatasi pengisian daya.

Banyak produsen menyarankan pengguna menjaga kapasitas baterai di rentang 20 sampai 80 persen untuk penggunaan harian.

Kebiasaan mengisi penuh hingga 100 persen setiap hari dapat memberi tekanan lebih besar pada sel baterai.

Hal ini secara perlahan dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai atau State of Health.

Berdasarkan pengamatan kami, pengguna mobil listrik yang disiplin menjaga pola pengisian biasanya memiliki performa baterai lebih stabil dalam jangka panjang.

Fast Charging Sebaiknya Tidak Dipakai Terus Menerus

Fast charging memang sangat membantu saat perjalanan jauh.

Namun metode pengisian cepat menghasilkan panas jauh lebih tinggi dibanding slow charging biasa.

Karena itu penggunaan fast charging sebaiknya dibatasi terutama saat cuaca sedang panas terik.

Pengisian menggunakan AC charger di rumah pada malam hari lebih aman untuk menjaga suhu baterai tetap stabil.

Cara ini juga membantu memperpanjang usia pakai baterai kendaraan listrik.

Hindari Parkir di Bawah Matahari Langsung

Cuaca panas dapat membuat sistem pendingin baterai bekerja lebih keras.

Jika mobil terus menerus diparkir di bawah terik matahari, suhu baterai bisa meningkat lebih cepat.

Kondisi tersebut berpotensi mempercepat degradasi kimia di dalam baterai.

Pengguna mobil listrik disarankan memilih area parkir teduh atau basement yang memiliki ventilasi baik.

Hal ini penting terutama untuk kota besar di Indonesia yang memiliki suhu siang cukup tinggi.

Gunakan Fitur Preconditioning

Beberapa mobil listrik modern sudah memiliki fitur preconditioning.

Fitur ini membantu menyesuaikan suhu baterai ke kondisi ideal sebelum kendaraan digunakan.

Dengan suhu baterai yang stabil, performa mobil akan lebih optimal dan risiko panas berlebihan dapat ditekan.

Teknologi seperti ini biasanya tersedia pada mobil listrik premium maupun model terbaru keluaran 2026.

Sistem Pendingin Baterai Harus Rutin Dicek

Mobil listrik modern memakai cairan pendingin khusus untuk menjaga suhu baterai tetap aman.

Karena itu sistem coolant juga perlu diperiksa secara rutin saat servis berkala.

Beberapa produsen menyarankan pengecekan dilakukan sekitar setiap 60 ribu kilometer.

Jika sistem pendingin bermasalah, suhu baterai bisa naik lebih cepat terutama saat kendaraan dipakai perjalanan jauh.

Baca Juga: Review Jujur BAIC X55 II 2026, SUV Turbo Rp380 Jutaan dengan Rasa Sedan dan Fitur Premium Melimpah

Kenali Tanda Baterai Mulai Overheat

Ada beberapa tanda awal ketika baterai mobil listrik mulai mengalami panas berlebih.

Salah satunya adalah tenaga kendaraan tiba tiba menurun.

Pengisian daya juga bisa menjadi jauh lebih lambat dari biasanya.

Selain itu indikator suhu baterai pada layar dasbor biasanya ikut meningkat.

Jika kondisi tersebut muncul, pengemudi sebaiknya segera menghentikan kendaraan di tempat aman dan membiarkan suhu baterai turun terlebih dahulu.

Menurut Anda, apakah pengguna mobil listrik di Indonesia saat ini sudah cukup memahami cara merawat baterai EV dengan benar? (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#fast charging ev #baterai EV #overheat baterai mobil listrik #cara merawat baterai EV #Mobil Listrik