RadarMadura.id - BAIC X55 II mulai mencuri perhatian pasar otomotif Indonesia sebagai salah satu medium SUV paling menarik di tahun 2026.
SUV asal Tiongkok ini menawarkan kombinasi desain futuristik, performa turbo besar, dan kenyamanan berkendara yang tidak biasa di kelasnya.
Dengan harga mulai sekitar Rp380 jutaan OTR Jakarta, BAIC X55 II mencoba menantang dominasi SUV Jepang dan Korea yang selama ini mendominasi pasar.
Berdasarkan pantauan kami, daya tarik terbesar mobil ini justru terletak pada sensasi berkendaranya yang terasa lebih mirip sedan dibanding SUV konvensional.
Desain Eksterior Tampil Modern dan Berani
BAIC X55 II hadir dengan bahasa desain yang cukup agresif dan modern.
Bagian depan menggunakan grill heksagonal tertutup yang memberi kesan seperti mobil listrik.
Lampu LED futuristik juga membuat tampilannya terlihat premium terutama saat malam hari.
Salah satu detail menarik ada pada hidden door handle yang otomatis keluar ketika mobil dibuka.
Fitur seperti ini biasanya hanya ditemukan pada mobil premium dengan harga jauh lebih mahal.
Bagian belakangnya tampil sporty berkat penggunaan empat knalpot asli yang bukan sekadar aksesoris palsu.
Secara dimensi mobil ini juga terlihat proporsional untuk penggunaan perkotaan maupun perjalanan luar kota.
Ground clearance 160 mm membuatnya masih nyaman dipakai melewati jalan bergelombang khas Indonesia.
Mesin Turbo Jadi Senjata Utama
Performa menjadi salah satu nilai jual paling kuat dari BAIC X55 II.
Mobil ini memakai mesin 1.500 cc Magic Core Engine dengan teknologi Variable Geometry Turbocharger.
Mesin tersebut merupakan hasil pengembangan bersama BAIC dan META Engineering.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 185 HP dengan torsi puncak 305 Nm.
Angka itu tergolong sangat besar untuk SUV 1.500 cc di kelas medium.
Berdasarkan pengamatan kami, akselerasi mobil terasa ringan bahkan saat membawa penumpang penuh.
Transmisi Dual Clutch Transmission 7 percepatan juga bekerja cukup responsif dan halus.
Perpindahan giginya cepat tanpa hentakan berlebihan seperti beberapa DCT generasi lama.
Handling dan Suspensi Jadi Nilai Lebih
Meski tampil sebagai SUV, karakter berkendara BAIC X55 II justru terasa seperti sedan.
Suspensi depan MacPherson dan belakang Multilink dibuat cukup empuk tetapi tetap stabil di kecepatan tinggi.
Body roll saat menikung juga minim sehingga mobil terasa percaya diri ketika dipakai manuver.
Hal ini menjadi nilai penting bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan luar kota.
Kabin mobil juga terasa cukup senyap bahkan saat melaju di jalan tol.
Berdasarkan pantauan kami, tingkat kekedapan kabin menjadi salah satu aspek paling mengejutkan dari SUV ini.
Interior Modern dengan Fitur Premium
Masuk ke dalam kabin, BAIC X55 II menawarkan desain interior minimalis yang berorientasi pada pengemudi.
Sebagian besar pengaturan dilakukan melalui layar sentuh berukuran 10 inci.
Jumlah tombol fisik dibuat minim agar tampilan dashboard terlihat lebih modern.
Untuk varian Prime, fitur yang ditawarkan tergolong sangat lengkap.
Mobil ini sudah memiliki panoramic sunroof besar, kamera 360 derajat, power tailgate, hingga jok dengan pendingin dan pemanas.
Fitur memory seat juga tersedia untuk meningkatkan kenyamanan pengemudi.
Ruang kaki dan kepala penumpang baris kedua terasa sangat lega berkat wheelbase panjang mencapai 2.735 mm.
Konsumsi BBM Masih Tergolong Masuk Akal
Meski memiliki tenaga besar, konsumsi bahan bakar BAIC X55 II masih cukup efisien.
Dalam penggunaan kombinasi, konsumsi BBM rata-rata diklaim mencapai sekitar 12 kilometer per liter.
Angka tersebut cukup baik untuk SUV turbo dengan tenaga hampir 200 HP.
Hal ini membuat mobil tetap nyaman dipakai harian tanpa terasa terlalu boros.
Kelebihan dan Kekurangan BAIC X55 II
Kelebihan utama BAIC X55 II ada pada performa mesin yang kuat dan kenyamanan suspensi yang terasa premium.
Fitur modern yang dibawa juga cukup lengkap dibanding harga jualnya.
Kabin luas dan kedap suara menjadi nilai tambah untuk perjalanan jauh bersama keluarga.
Namun BAIC masih memiliki tantangan besar pada sisi brand awareness di Indonesia.
Jaringan bengkel dan layanan purna jualnya juga belum sebanyak merek Jepang atau Tiongkok besar lainnya.
Beberapa fitur premium juga hanya tersedia di tipe tertinggi.
Menurut Anda, apakah BAIC X55 II mampu menjadi ancaman serius bagi SUV Jepang di pasar Indonesia dalam beberapa tahun ke depan? (fadila)
Editor : Fadila An Naila