RadarMadura.id - Samsung kembali menjadi sorotan lewat bocoran performa Galaxy S26 Ultra yang mulai ramai dibicarakan pada awal 2026.
Ponsel flagship terbaru ini disebut membawa peningkatan chipset besar dibanding Galaxy S25 Ultra.
Fokus utamanya bukan hanya soal kecepatan mentah, tetapi juga kemampuan AI dan efisiensi daya yang lebih matang.
Berdasarkan berbagai laporan awal, Samsung tampaknya ingin memperkuat posisi Galaxy Ultra sebagai smartphone premium untuk kebutuhan AI generatif dan gaming berat.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 Jadi Senjata Baru
Galaxy S26 Ultra dikabarkan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Chipset tersebut merupakan penerus langsung Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang dipakai Galaxy S25 Ultra.
Perbedaan generasi ini membawa peningkatan fabrikasi yang lebih modern.
Beberapa bocoran menyebut proses produksinya sudah memakai teknologi 3nm generasi baru bahkan mendekati 2nm.
Hal ini membuat performa lebih tinggi namun konsumsi daya lebih efisien.
Berdasarkan pantauan kami, peningkatan efisiensi seperti ini menjadi penting karena pengguna flagship sekarang semakin sering memakai fitur AI dan editing berat langsung dari smartphone.
Performa CPU dan GPU Disebut Melonjak
Samsung Galaxy S26 Ultra diproyeksikan mengalami peningkatan performa CPU sekitar 15 hingga 20 persen dibanding pendahulunya.
GPU juga disebut mengalami peningkatan signifikan terutama untuk kebutuhan rendering video dan game berat.
Dalam simulasi gaming kelas tinggi seperti Genshin Impact, Galaxy S26 Ultra diklaim mampu menjaga frame rate lebih stabil.
Waktu loading aplikasi dan game juga diperkirakan lebih cepat.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang aktif bermain game mobile kompetitif atau sering multitasking berat.
AI Jadi Fokus Utama Samsung di 2026
Perubahan terbesar justru ada pada sektor AI.
Samsung disebut meningkatkan kemampuan NPU atau Neural Processing Unit secara signifikan pada Galaxy S26 Ultra.
Peningkatan ini memungkinkan fitur AI generatif berjalan lebih cepat langsung di perangkat tanpa terlalu bergantung pada cloud.
Fitur seperti editing foto otomatis, ringkasan dokumen, terjemahan real time, hingga asisten AI diprediksi berjalan lebih responsif.
Menurut pengamatan kami, tren smartphone flagship saat ini memang mulai bergeser dari sekadar kamera menuju pengalaman AI yang lebih personal.
Lebih Kencang Tapi Tetap Dingin
Salah satu kritik terhadap smartphone flagship berkinerja tinggi adalah suhu yang cepat panas saat dipakai berat.
Samsung dikabarkan memperbaiki sektor pendinginan di Galaxy S26 Ultra.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 disebut memiliki manajemen termal yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Akibatnya performa tinggi bisa dipertahankan lebih lama tanpa throttling berlebihan.
Bagi pengguna di Indonesia yang sering memakai smartphone di suhu panas tropis, peningkatan pendinginan seperti ini jelas terasa penting untuk penggunaan harian.
Perbedaan S26 Ultra dan S25 Ultra Paling Terasa di Sini
Untuk aktivitas ringan seperti chatting, scrolling media sosial, atau streaming video, perbedaan Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra kemungkinan tidak terlalu terasa.
Namun saat digunakan untuk gaming berat, editing video, hingga fitur AI generatif, peningkatannya mulai terlihat jelas.
Galaxy S26 Ultra juga diprediksi membawa fitur AI baru yang tidak sepenuhnya tersedia di Galaxy S25 Ultra.
Karena itu pengguna power user kemungkinan akan lebih tertarik melakukan upgrade.
Ringkasan Perbedaan Chipset
| Model | Chipset | Fokus Utama |
|---|---|---|
| Galaxy S25 Ultra | Snapdragon 8 Elite for Galaxy | Performa flagship dan AI dasar |
| Galaxy S26 Ultra | Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy | AI lebih cepat, gaming stabil, efisiensi daya |
Baca Juga: Mahasiswa Mulai Tinggalkan Laptop Berat, iPad Pro M4 Kini Jadi Senjata Kuliah dan Nongkrong Kekinian
Galaxy S26 Ultra Siap Jadi Raja AI Baru?
Samsung tampaknya tidak ingin hanya bersaing di sektor kamera dan desain premium.
Lewat Galaxy S26 Ultra, perusahaan asal Korea Selatan itu mulai serius membangun pengalaman smartphone berbasis AI yang lebih canggih.
Peningkatan chipset menjadi pondasi utama untuk menghadirkan fitur AI yang lebih cepat dan efisien.
Menurut Anda, apakah peningkatan performa dan AI di Galaxy S26 Ultra cukup menarik untuk membuat pengguna S25 Ultra upgrade tahun depan? (fadila)
Editor : Fadila An Naila