RadarMadura.id — Produsen otomotif asal China, Geely Auto, memperkenalkan teknologi hybrid terbaru bernama Geely i-HEV di ajang Beijing Auto Show 2026.
Teknologi ini langsung mencuri perhatian karena mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 45 km per liter tanpa perlu pengisian daya eksternal.
Berbeda dengan tren plug in hybrid, i HEV hadir sebagai hybrid konvensional yang mengutamakan efisiensi dan kemudahan penggunaan.
Hal ini menjadi solusi menarik bagi pasar seperti Indonesia yang infrastruktur charging masih berkembang.
Hybrid Tanpa Colok Tapi Efisiensinya Setara PHEV
Geely i HEV menggunakan sistem hybrid seri paralel.
Sistem ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik secara cerdas.
Menariknya, efisiensi yang dihasilkan diklaim setara dengan plug in hybrid.
Padahal pengguna tidak perlu repot melakukan pengisian daya.
Berdasarkan pantauan kami, pendekatan ini sangat relevan untuk penggunaan harian di Indonesia.
Pengguna bisa menikmati efisiensi tinggi tanpa ketergantungan pada stasiun pengisian listrik.
Didukung AI dan Arsitektur Elektronik Canggih
Geely membangun i HEV dalam ekosistem Full Domain AI 2.0.
Sistem ini didukung arsitektur elektronik GEEA 3.0.
Teknologi ini memanfaatkan Xingrui AI Cloud Power 2.0.
Selain itu, terdapat sistem digital chassis berbasis AI.
Semua teknologi tersebut bekerja untuk mengoptimalkan performa dan efisiensi kendaraan.
Hasilnya adalah pengalaman berkendara yang lebih halus dan responsif.
Baca Juga: Wuling Formo Max 2026 Jadi Andalan UMKM Harga Rp 160 Jutaan, Bak Luas dan Irit Operasional
Performa Tinggi dengan Tenaga 308 DK
Motor listrik pada sistem ini mampu menghasilkan tenaga hingga 230 kW.
Angka tersebut setara dengan 308 dk.
Performa ini membuat akselerasi terasa responsif di berbagai kondisi jalan.
Mobil juga mampu berjalan dalam mode listrik murni.
Mode EV ini dapat digunakan hingga kecepatan 66 km per jam.
Hal ini memberikan kenyamanan ekstra saat berkendara di dalam kota.
Efisiensi Tembus Rekor Dunia
Geely i HEV mencatat efisiensi termal hingga 48,41 persen.
Angka ini diklaim sebagai yang tertinggi di dunia untuk mesin produksi massal.
Teknologi ini telah diterapkan pada Geely Emgrand i-HEV.
Dalam pengujian, mobil ini mencatat konsumsi 2,22 liter per 100 km.
Jika dikonversi, angka tersebut setara dengan 45 km per liter.
Pencapaian ini bahkan tercatat dalam Guinness World Record.
Berdasarkan analisis kami, efisiensi seperti ini bisa menjadi game changer di tengah harga bahan bakar yang terus berubah.
Keamanan dan Durabilitas Sudah Teruji Global
Geely memastikan sistem i HEV memiliki standar keamanan tinggi.
Sistem ini dilengkapi redundansi daya untuk menjaga kestabilan.
Baterai menggunakan sistem keamanan Aegis.
Pendinginan baterai juga menggunakan teknologi cair untuk menjaga suhu optimal.
Uji durabilitas dilakukan hingga 15.000 jam.
Pengujian ini setara dengan jarak tempuh sekitar 4,8 juta kilometer.
Sistem hybrid keluarga NordThor juga telah digunakan pada lebih dari 1,15 juta unit kendaraan.
Total jarak tempuhnya mencapai hampir 25,4 miliar kilometer.
Penutup
Geely i HEV menunjukkan bahwa teknologi hybrid masih memiliki potensi besar di era elektrifikasi.
Dengan efisiensi tinggi tanpa perlu charging, sistem ini bisa menjadi solusi realistis untuk banyak negara berkembang.
Jika teknologi ini masuk Indonesia, peluangnya cukup besar untuk diterima pasar.
Menurut kamu, apakah hybrid tanpa colok seperti ini lebih menarik dibanding mobil listrik penuh.
Editor : Hasan Bashri