RadarMadura.id - Nissan sedang menyiapkan terobosan besar di dunia kendaraan listrik dengan mengembangkan baterai generasi baru berbasis solid state.
Teknologi ini diklaim mampu membawa mobil listrik menempuh jarak lebih dari 1000 km dalam sekali pengisian daya.
Berdasarkan pantauan kami, inovasi ini berpotensi mengubah standar kendaraan listrik global sekaligus menjawab kekhawatiran utama pengguna soal jarak tempuh dan waktu pengisian.
Baterai Solid State Nissan Tembus 1000 Km
Nissan mengembangkan teknologi bernama All Solid State Battery atau ASSB sebagai pengganti baterai lithium ion konvensional.
Baterai ini diproyeksikan mampu memberikan jarak tempuh antara 1000 km hingga 1200 km dalam sekali cas.
Angka ini jauh melampaui rata rata mobil listrik saat ini yang umumnya berada di bawah 600 km.
Kapasitas prototipe yang diuji bahkan mencapai 130 kWh.
Hal ini menunjukkan lonjakan signifikan dalam efisiensi energi kendaraan listrik.
Pengisian Lebih Cepat dan Lebih Efisien
Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuan pengisian daya yang jauh lebih cepat.
Baterai solid state mampu memangkas waktu pengisian hingga sepertiga dibanding teknologi saat ini.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna di Indonesia yang masih terbatas akses charging station.
Dengan waktu pengisian lebih singkat, penggunaan mobil listrik akan terasa lebih praktis untuk aktivitas harian.
Selain itu, kepadatan energi baterai ini juga dua kali lebih tinggi dibanding lithium ion biasa.
Sudah Masuk Tahap Produksi Awal
Nissan telah membuka fasilitas pilot line untuk baterai solid state di Yokohama sejak Januari 2025.
Fasilitas ini digunakan untuk menguji produksi dan kualitas sebelum masuk tahap massal.
Pengujian kendaraan yang menggunakan baterai ini dijadwalkan mulai tahun 2026.
Langkah ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut tidak lagi sekadar konsep.
Nissan menargetkan mobil listrik pertama dengan baterai ini akan dirilis pada tahun fiskal 2028.
Target Harga Lebih Murah dari Mobil Bensin
Nissan menargetkan biaya produksi baterai turun hingga 75 dolar per kWh pada tahun 2028.
Angka tersebut bahkan ditargetkan turun lagi menjadi 65 dolar per kWh di masa depan.
Jika target ini tercapai, harga mobil listrik bisa setara dengan mobil bensin.
Hal ini menjadi titik penting dalam percepatan adopsi kendaraan listrik secara global.
Berdasarkan analisis kami, strategi ini juga akan berdampak besar pada pasar Indonesia yang sensitif terhadap harga.
Akan Digunakan di Banyak Jenis Kendaraan
Teknologi baterai ini tidak hanya untuk satu jenis mobil saja.
Nissan berencana menggunakannya di berbagai segmen mulai dari sedan hingga SUV.
Bahkan truk pikap juga masuk dalam daftar pengembangan.
Hal ini menunjukkan fleksibilitas teknologi solid state untuk berbagai kebutuhan kendaraan.
Strategi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang elektrifikasi Nissan.
Penutup
Baterai solid state yang dikembangkan Nissan berpotensi menjadi game changer dalam industri mobil listrik global.
Dengan jarak tempuh lebih dari 1000 km dan waktu pengisian lebih cepat, hambatan utama kendaraan listrik mulai teratasi.
Menurut kamu, kalau mobil listrik sudah bisa menempuh 1000 km sekali cas apakah masih ada alasan untuk bertahan di mobil bensin. (hasan)
Editor : Hasan Bashri