RadarMadura.id - ASUS resmi menghadirkan lini laptop AI terbaru di Indonesia pada April 2026 dengan peningkatan signifikan pada performa dan efisiensi daya.
Laptop ini mengandalkan prosesor generasi baru seperti AMD Ryzen AI 400 Series dan Snapdragon X Series yang sudah dilengkapi NPU canggih.
Hasilnya bukan sekadar peningkatan spesifikasi di atas kertas, tetapi benar benar terasa pada penggunaan sehari hari.
Hal ini menjadi kabar menarik bagi pengguna di Indonesia yang membutuhkan laptop ringan dengan baterai tahan lama.
NPU Bukan Sekadar Gimmick di Laptop AI ASUS
Laptop ASUS generasi terbaru menghadirkan NPU dengan performa hingga 80 TOPS.
Kemampuan ini memungkinkan pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat tanpa bergantung pada internet.
Fitur seperti asisten virtual lokal mampu membantu pekerjaan secara real time.
Berdasarkan pantauan kami, fitur ini sangat terasa saat mengolah dokumen atau multitasking ringan.
Selain itu, fitur seperti live caption dan efek video call berjalan lebih efisien.
Beban CPU dan GPU menjadi lebih ringan sehingga konsumsi daya lebih hemat.
Dampak Nyata ke Baterai yang Lebih Tahan Lama
Efisiensi NPU memberikan dampak langsung pada daya tahan baterai.
Laptop seperti Zenbook A14 mampu bertahan lebih dari 17 jam untuk penggunaan harian.
Pengujian pemutaran video bahkan mencapai lebih dari 30 jam dalam kondisi tertentu.
Zenbook 14 OLED juga menunjukkan daya tahan sekitar 15 jam dalam penggunaan campuran.
Sementara itu, lini ExpertBook dan ROG juga mengalami peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Hal ini membuat laptop AI ASUS cocok untuk aktivitas mobile tanpa sering mengisi daya.
Perbandingan Daya Tahan Baterai Laptop ASUS AI 2026
Berikut gambaran daya tahan baterai berdasarkan pengujian penggunaan nyata
| Model | Daya Tahan Baterai |
|---|---|
| Zenbook A14 | 17 sampai 33 jam |
| Zenbook 14 OLED | sekitar 15 jam |
| ExpertBook Ultra | 10 sampai 12 jam |
| ROG Zephyrus G14 | lebih hemat dari generasi lama |
Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding laptop konvensional.
Terutama untuk penggunaan produktivitas ringan hingga menengah.
ROG vs Zenbook AI Mana yang Cocok
Lini Zenbook AI lebih fokus pada portabilitas dan efisiensi.
Bobotnya ringan bahkan di bawah 1 kilogram sehingga cocok untuk pekerja mobile.
Material yang digunakan juga premium dan tahan lama.
Sementara itu, lini ROG tetap mengedepankan performa tinggi untuk gaming.
Namun efisiensi AI membuat baterai tetap awet saat tidak digunakan bermain game.
Berdasarkan penggunaan kami, ROG kini lebih fleksibel untuk kerja dan hiburan sekaligus.
Tantangan yang Masih Perlu Diperhatikan
Meskipun membawa banyak keunggulan, ada beberapa hal yang masih menjadi catatan.
Laptop berbasis Snapdragon masih menghadapi kendala kompatibilitas aplikasi tertentu.
Beberapa software profesional belum berjalan optimal di Windows berbasis ARM.
Namun perkembangan teknologi ini terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Mitsubishi Xpander Hybrid 2026 Ternyata Seirit Motor Ini Rahasia Mesin dan Sistem Listriknya
Laptop ASUS AI 2026 membuktikan bahwa teknologi NPU benar benar memberikan manfaat nyata.
Efisiensi baterai meningkat tanpa mengorbankan performa.
Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk pengguna yang aktif dan mobile.
Menurut Anda, apakah laptop dengan AI seperti ini sudah layak menggantikan laptop konvensional sepenuhnya. (fadila)
Editor : Fadila An Naila