Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nissan Siapkan Baterai Solid State yang Bisa Cas Secepat Isi Bensin Ini Dampaknya untuk Mobil Listrik di Indonesia

Fadila An Naila • Jumat, 24 April 2026 | 22:42 WIB
Nissan Siapkan Baterai Solid State
Nissan Siapkan Baterai Solid State

RadarMadura.id - Nissan Motor Co. menargetkan peluncuran mobil listrik dengan baterai solid state pada tahun fiskal 2028.

Teknologi ini disebut sebagai terobosan besar karena mampu memangkas waktu pengisian daya hingga mendekati durasi isi bensin.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif Nissan dalam memenangkan persaingan kendaraan listrik global.

Bagi pasar seperti Indonesia, inovasi ini bisa menjadi solusi atas kekhawatiran soal jarak tempuh dan waktu pengisian.

Baca Juga: Mitsubishi Xpander Hybrid 2026 Ternyata Seirit Motor Ini Rahasia Mesin dan Sistem Listriknya

Apa Itu Baterai Solid State Nissan

Baterai solid state menggunakan elektrolit padat sebagai pengganti cairan pada baterai lithium ion konvensional.

Desain ini membuat baterai lebih aman karena mengurangi risiko kebocoran atau panas berlebih.

Selain itu, kepadatan energi menjadi lebih tinggi dalam ukuran yang sama.

Berdasarkan pantauan kami, pendekatan ini menjadi fondasi utama peningkatan performa mobil listrik generasi berikutnya.

Pengisian Daya Super Cepat Jadi Kunci Utama

Nissan menargetkan pengisian daya hingga tiga kali lebih cepat dibanding teknologi saat ini.

Dalam skenario ideal, sebagian besar kapasitas baterai bisa terisi dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit.

Waktu ini mendekati pengalaman mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.

Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang selama ini ragu beralih ke mobil listrik.

Jarak Tempuh Lebih Jauh dan Biaya Lebih Murah

Baterai solid state juga menawarkan kepadatan energi hingga dua kali lipat.

Artinya mobil listrik dapat menempuh jarak hingga 600 sampai 1000 kilometer dalam sekali pengisian.

Selain itu, Nissan menargetkan biaya produksi baterai turun hingga 50 persen.

Jika tercapai, harga mobil listrik bisa semakin kompetitif di pasar global termasuk Indonesia.

Peta Jalan Pengembangan hingga Produksi Massal

Nissan telah menyiapkan roadmap pengembangan teknologi ini secara bertahap.

Fasilitas percontohan sudah mulai dibangun di Yokohama sejak 2024 hingga 2025.

Pengembangan teknologi ditargetkan rampung pada 2026.

Produksi massal kendaraan listrik dengan baterai ini dijadwalkan mulai 2028.

Tantangan Produksi yang Masih Dihadapi

Teknologi solid state masih menghadapi tantangan dalam produksi massal.

Salah satu kendala utama adalah menjaga konsistensi material padat dalam skala besar.

Namun Nissan mengklaim prototipe baterai mereka telah lolos uji coba pengisian dan penggunaan berulang.

Hal ini menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan menuju tahap produksi.

Baca Juga: Wuling Eksion PHEV dan EV Resmi Meluncur April 2026, SUV 7-Seater Baru Ini Siap Guncang Pasar dengan Harga Mulai Rp389 Jutaan

Nissan menunjukkan langkah serius dalam menghadirkan baterai masa depan yang lebih cepat, aman, dan efisien.

Jika target 2028 tercapai, mobil listrik bisa menjadi jauh lebih praktis digunakan sehari hari.

Inovasi ini berpotensi menghilangkan kekhawatiran utama pengguna terhadap EV.

Menurut Anda, apakah teknologi ini cukup untuk membuat mobil listrik menggantikan mobil bensin sepenuhnya. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#baterai cepat isi #EV Nissan 2028 #baterai mobil listrik #Nissan solid state battery #nissan