RadarMadura.id - VinFast VF3 mulai mencuri perhatian di Indonesia sejak diperkenalkan dan mulai banyak digunakan pada 2026.
Salah satu pengguna di Jakarta membagikan pengalaman langsung setelah memakai mobil listrik mungil ini untuk aktivitas harian selama lebih dari satu bulan.
Mobil ini ditawarkan dengan skema baterai berlangganan sekitar Rp 256 ribu per bulan, serta diklaim mampu menempuh jarak hingga 210 km dalam sekali pengisian.
Dengan harga dan konsep tersebut, VF3 mulai dilirik sebagai kendaraan kedua di perkotaan.
Desain Unik Jadi Daya Tarik Utama
Dari awal kemunculannya, VF3 langsung menarik perhatian berkat desain yang berbeda dari mobil listrik lain di kelasnya.
Bentuknya kompak dengan karakter SUV mini yang terlihat kokoh dan modern.
Hal ini membuatnya terasa lebih stylish dibanding city car biasa.
Berdasarkan pantauan kami, desain menjadi faktor utama yang membuat banyak pengguna tertarik, termasuk pembeli pertama di Jakarta ini.
Tampilan yang unik memberikan kesan eksklusif meski dimensinya kecil.
Untuk penggunaan di kota seperti Jakarta atau Surabaya, ukuran ini juga terasa sangat praktis.
Cocok untuk Jalan Sempit dan Parkir Padat
Ukuran bodi yang kecil memberikan keuntungan besar saat digunakan di jalan perkotaan.
Pengguna mengaku lebih percaya diri saat melewati gang sempit atau mencari parkir di area padat.
Hal ini menjadi keunggulan yang relevan untuk kondisi jalan di Indonesia.
Jarak tempuh 210 km juga dinilai cukup untuk mobilitas harian seperti bekerja atau aktivitas dalam kota.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari kendaraan hemat tanpa harus sering mengisi daya.
Apalagi biaya listrik umumnya lebih murah dibanding bahan bakar konvensional.
Performa Masih Aman untuk Tanjakan
Meski berukuran kecil, performa VF3 tidak bisa dianggap remeh.
Pengguna bahkan sempat membawa mobil ini ke kawasan Puncak dengan empat penumpang.
Hasilnya, mobil masih mampu menanjak dengan baik tanpa kendala berarti.
Dalam pemakaian sekitar satu setengah bulan, mobil ini sudah menempuh hampir 900 km.
Ini menunjukkan bahwa VF3 cukup bisa diandalkan untuk penggunaan rutin.
Namun, tetap terasa bahwa mobil ini lebih ideal untuk penggunaan dalam kota dibanding perjalanan jauh.
Kekurangan Mulai Terasa Setelah Pemakaian
Di balik kelebihannya, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan.
Pengguna menemukan suara saat mobil berjalan mundur yang terasa mengganggu.
Setelah ditelusuri, ternyata hal ini juga dialami oleh pengguna lain.
Bagian kaki-kaki depan juga dinilai belum terlalu kokoh.
Selain itu, posisi duduk terasa kurang nyaman bagi pengguna dengan tinggi di atas 170 cm.
Setir yang tidak bisa diatur maju mundur membuat ergonomi terasa terbatas.
Bagasi Kecil dan Tantangan Charging
Sebagai mobil mungil, kapasitas bagasi tentu menjadi keterbatasan.
Ruang penyimpanan hanya cukup untuk barang kecil, sehingga kurang cocok untuk perjalanan dengan banyak bawaan.
Ini menjadi kompromi yang harus diterima pengguna.
Kendala lain muncul pada pengisian daya. Charger resmi VinFast sering penuh antrean, terutama oleh armada taksi listrik.
Akibatnya, pengguna lebih sering mengandalkan SPKLU umum seperti milik PLN.
Rincian Skema dan Penggunaan
Keterangan Detail
Jarak tempuh Hingga 210 km
Biaya baterai Rp 256 ribu per bulan
Penggunaan ± 900 km dalam 1,5 bulan
Kapasitas Kompak untuk 4 penumpang
Kelebihan Irit, ringkas, desain unik
Kekurangan Kaki-kaki, posisi duduk, bagasi kecil
VinFast VF3 menawarkan pengalaman berbeda bagi pengguna yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Mobil ini cocok sebagai kendaraan kedua yang praktis, meski masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki.
Kalau kamu sendiri, lebih pilih mobil listrik mungil seperti ini atau tetap bertahan dengan mobil konvensional? (fadila)
Editor : Fadila An Naila