RadarMadura.id— Perbandingan biaya operasional BYD M6 dan Daihatsu Xenia menunjukkan selisih signifikan terutama dari sisi energi, pajak, dan perawatan.
Meski harga awal mobil listrik ini lebih tinggi, pengeluaran harian dan tahunan justru jauh lebih hemat.
Data terbaru menunjukkan biaya per kilometer hingga pajak tahunan membuat BYD M6 unggul untuk penggunaan jangka panjang di Indonesia.
Bagi pengguna yang aktif berkendara setiap hari, terutama di kota-kota besar, selisih biaya ini bisa terasa dalam waktu singkat.
Hal ini menjadi pertimbangan penting di tengah harga BBM yang fluktuatif dan meningkatnya minat kendaraan listrik.
Biaya energi harian jadi pembeda utama
Pengeluaran terbesar dalam penggunaan mobil sehari-hari biasanya berasal dari bahan bakar.
Di sinilah perbedaan paling terasa antara mobil listrik dan mobil bensin konvensional.
BYD M6 hanya membutuhkan biaya sekitar Rp385 per kilometer berkat konsumsi listrik sekitar 6,4 km per kWh.
Angka ini dihitung menggunakan tarif pengisian di SPKLU yang berada di kisaran Rp2.466 per kWh.
Sementara itu, Daihatsu Xenia dengan mesin 1.5 liter membutuhkan sekitar Rp1.090 per kilometer.
Perhitungan ini berdasarkan konsumsi rata-rata 11,88 km per liter dan harga Pertamax Rp12.950 per liter.
Berdasarkan pantauan kami, selisih ini sangat terasa bagi pengguna harian seperti pekerja kantoran atau driver online.
Dalam penggunaan intensif, penghematan bisa mencapai lebih dari 60 persen hanya dari sisi energi.
Pajak tahunan mobil listrik jauh lebih ringan
Selain biaya energi, pajak kendaraan juga menjadi komponen penting dalam pengeluaran tahunan.
Pemerintah Indonesia saat ini memberikan insentif besar untuk kendaraan listrik murni.
BYD M6 hanya dikenakan pajak tahunan sekitar Rp143 ribu hingga Rp150 ribu.
Hal ini karena kendaraan listrik mendapatkan pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama.
Sebaliknya, Daihatsu Xenia memiliki pajak tahunan yang berkisar antara Rp2,8 juta hingga Rp3,2 juta tergantung tipe.
Selisih ini membuat biaya kepemilikan mobil bensin jauh lebih tinggi dalam jangka panjang.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang ingin menekan pengeluaran rutin tanpa mengorbankan mobilitas.
Perawatan mobil listrik lebih sederhana
Dari sisi perawatan, mobil listrik memiliki keunggulan karena komponennya lebih sedikit.
Tidak ada kebutuhan ganti oli mesin, busi, atau filter seperti pada mobil konvensional.
BYD M6 hanya membutuhkan biaya sekitar Rp525 ribu untuk servis ringan di 5.000 km dan 20.000 km.
Untuk servis besar di 40.000 km, biayanya sekitar Rp1,5 juta termasuk suku cadang.
Sementara Xenia membutuhkan perawatan rutin setiap 6 bulan atau 10.000 km.
Penggantian oli dan komponen lain secara berkala membuat biaya servis terakumulasi lebih tinggi dalam jangka panjang.
Berdasarkan pengalaman penggunaan di iklim tropis seperti Indonesia, minimnya komponen bergerak juga membuat mobil listrik lebih stabil dan praktis untuk penggunaan harian.
Ringkasan perbandingan biaya
Berikut gambaran sederhana perbandingan kedua mobil:
Energi per kilometer
BYD M6 sekitar Rp385
Xenia sekitar Rp1.090
Pajak tahunan
BYD M6 sekitar Rp150 ribu
Xenia sekitar Rp3 juta
Servis 40.000 km
BYD M6 sekitar Rp1,5 juta
Xenia cenderung lebih tinggi secara akumulatif
Cocok untuk siapa masing-masing mobil
BYD M6 cocok untuk pengguna yang fokus pada efisiensi jangka panjang dan penggunaan harian intensif.
Mobil ini ideal untuk area perkotaan dengan akses pengisian listrik yang memadai.
Xenia masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan harga beli awal lebih terjangkau.
Selain itu, kemudahan pengisian bahan bakar di daerah terpencil juga menjadi keunggulan tersendiri.
Baca Juga: Jaring Atlet Usia Dini, SDN 1 Pelampaan Gelar Turnamen Sepak Bola Antar Pelajar
Secara keseluruhan, BYD M6 menawarkan penghematan signifikan dalam biaya operasional meski harga awal lebih tinggi.
Dalam jangka panjang, selisih biaya ini bisa sangat terasa terutama bagi pengguna aktif setiap hari.
Menurut Anda, apakah penghematan biaya ini cukup untuk beralih ke mobil listrik sekarang juga. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila