RadarMadura.id - Kolaborasi antara Chery dan Jaguar Land Rover resmi melahirkan kembali merek Freelander pada 31 Maret 2026.
Brand legendaris ini kini hadir sebagai perusahaan kendaraan energi baru yang berdiri sendiri dan menyasar pasar global.
Model perdananya dijadwalkan mulai diproduksi pada akhir 2026 dengan harga sekitar Rp800 jutaan hingga Rp1 miliaran.
Berdasarkan pantauan kami, langkah ini menunjukkan ambisi besar untuk bersaing di segmen SUV listrik premium yang terus berkembang.
Harga dan Posisi di Pasar Global
Freelander akan bermain di rentang harga 250.000 hingga 450.000 yuan atau setara Rp800 jutaan hingga Rp1 miliaran.
Kisaran ini menempatkannya sejajar dengan SUV listrik premium yang saat ini mulai banyak diminati.
Hal ini menjadi kabar menarik bagi pasar Indonesia yang mulai terbuka terhadap kendaraan listrik.
Jika masuk ke Tanah Air, model ini berpotensi menarik perhatian konsumen kelas menengah atas.
Daftar Harga Perkiraan Freelander
Harga awal sekitar Rp800 jutaan
Varian tertinggi tembus Rp1 miliaran
Harga ini masih berupa estimasi dan bisa berbeda tergantung pasar.
Freelander Kini Berdiri Mandiri
Berbeda dari sebelumnya, Freelander kini tidak lagi menjadi bagian langsung dari Land Rover.
Brand ini berdiri sendiri dengan strategi, produk, dan manajemen yang terpisah.
Langkah ini memungkinkan pengembangan teknologi yang lebih fleksibel.
Terutama dalam menggabungkan kekuatan teknologi China dan pengalaman off road khas Inggris.
Desain SUV Modern dengan Sentuhan Klasik
Model konsep Freelander 97 menampilkan desain SUV besar dengan kapasitas hingga enam penumpang.
Dimensinya mencapai lebih dari lima meter yang membuatnya terlihat gagah dan luas.
Elemen desain seperti pilar C diagonal menjadi ciri khas yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.
Ini memberikan identitas unik yang tidak dimiliki SUV lain di kelasnya.
Performa Listrik dan Hybrid yang Bertenaga
Freelander akan menggunakan platform terbaru dengan dukungan berbagai sistem penggerak.
Mulai dari listrik murni hingga hybrid jarak jauh tersedia dalam satu platform.
Dalam konfigurasi tertentu, tenaga mobil ini bisa mencapai lebih dari 500 tenaga kuda.
Ini menjadi angka yang sangat kompetitif di segmen SUV listrik premium.
Teknologi Baterai dan Charging Super Cepat
Pengembangan baterai dilakukan bersama CATL yang dikenal sebagai salah satu produsen baterai terbesar dunia.
Teknologi yang digunakan mendukung pengisian super cepat dengan daya tinggi.
Berdasarkan pengamatan kami, fitur ini sangat penting untuk masa depan mobil listrik di Indonesia.
Pengguna tidak perlu menunggu lama saat mengisi daya, sehingga lebih praktis untuk penggunaan harian.
Siap untuk Off Road dan Jalanan Ekstrem
Freelander tetap mempertahankan DNA off road dengan tambahan perlindungan di bagian bawah bodi.
Lapisan khusus juga digunakan untuk meningkatkan ketahanan terhadap kondisi ekstrem.
Ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bepergian ke daerah dengan medan berat.
Mulai dari jalan rusak hingga jalur wisata alam tetap bisa dilibas dengan aman.
Ambisi Besar dengan Banyak Model Baru
Dalam lima tahun ke depan, Freelander menargetkan peluncuran enam model baru.
Strategi ini menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun ekosistem kendaraan listrik global.
Dengan dukungan jaringan dealer di berbagai kota, ekspansi ke pasar internasional juga semakin terbuka.
Indonesia bisa menjadi salah satu target potensial ke depan.
Freelander hadir kembali dengan wajah baru sebagai SUV listrik modern yang menggabungkan teknologi dan ketangguhan.
Kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover membuka peluang besar di pasar global.
Menurut kamu, apakah SUV listrik seperti Freelander ini bisa menarik minat konsumen Indonesia yang masih terbiasa dengan mobil konvensional. (fadila)
Editor : Fadila An Naila