RadarMadura.id - Honda resmi memperkenalkan SUV listrik terbarunya, Honda e:N2 di Thailand pada Maret 2026 dengan harga sekitar Rp740 jutaan.
Mobil ini langsung menarik perhatian karena membawa teknologi modern, tenaga besar, serta fitur pengisian cepat yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna saat ini.
Peluncuran dilakukan dalam ajang otomotif besar di Bangkok, dan unitnya dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada 30 April 2026.
Hal ini menjadi kabar menarik bagi pasar Asia, termasuk Indonesia, yang mulai menunjukkan peningkatan minat terhadap kendaraan listrik.
Dimensi dan Desain yang Cocok untuk Jalanan Asia
Honda e:N2 hadir dengan ukuran yang cukup ideal untuk penggunaan harian.
Panjangnya mendekati 4,8 meter dengan desain SUV modern yang tetap nyaman digunakan di jalan perkotaan.
Dengan jarak sumbu roda yang panjang, kabin terasa lega untuk keluarga.
Ini penting untuk pengguna di Indonesia yang sering menggunakan mobil untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Berdasarkan pantauan kami, proporsi bodinya tidak terlalu besar sehingga masih nyaman untuk parkir di area padat.
Hal ini menjadi nilai tambah untuk pengguna di kota-kota besar.
Ground clearance dan desain bodi juga terlihat siap menghadapi kondisi jalan yang beragam.
Ini relevan untuk karakter jalan di Indonesia yang tidak selalu mulus.
Performa Listrik dan Mode Berkendara
SUV listrik ini dibekali motor bertenaga sekitar 204 dk dengan torsi 310 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan sehingga tetap efisien untuk penggunaan harian.
Tersedia beberapa mode berkendara yang bisa disesuaikan dengan kondisi jalan.
Mulai dari mode normal untuk penggunaan santai hingga mode sport untuk akselerasi lebih responsif.
Berdasarkan pengujian karakter umum kendaraan listrik, tenaga instan seperti ini sangat terasa saat stop and go di kemacetan.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna di kota besar seperti Surabaya atau Jakarta.
Penggunaan sistem penggerak roda depan juga membuat mobil lebih stabil dan mudah dikendalikan.
Cocok untuk pengemudi yang baru beralih ke mobil listrik.
Baterai dan Kecepatan Pengisian Jadi Andalan
Honda membekali e:N2 dengan baterai berkapasitas 68,8 kWh.
Kapasitas ini tergolong cukup besar untuk kebutuhan harian hingga perjalanan luar kota.
Pengisian daya AC membutuhkan waktu sekitar 9 jam dari kondisi hampir kosong hingga penuh.
Ini masih ideal untuk pengisian semalaman di rumah.
Untuk pengisian cepat DC, baterai dapat diisi dari 30 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 40 menit.
Berdasarkan pantauan kami, fitur ini akan sangat membantu pengguna yang sering bepergian jauh.
Honda juga memberikan charger rumah lengkap beserta instalasi.
Ini menjadi nilai tambah karena pengguna tidak perlu repot mencari solusi charging tambahan.
Garansi dan Bonus Menarik untuk Konsumen Awal
Honda memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160 ribu kilometer.
Ini memberikan rasa aman bagi pengguna yang masih ragu beralih ke kendaraan listrik.
Selain itu, konsumen awal mendapatkan bonus skuter listrik Motocompacto.
Nilainya cukup besar dan bisa menjadi solusi mobilitas tambahan di perkotaan.
Langkah ini menunjukkan strategi Honda untuk menarik minat pengguna baru.
Terutama di pasar Asia yang masih dalam tahap transisi ke kendaraan listrik.
Tabel Spesifikasi dan Harga
| Spesifikasi | Honda e:N2 |
|---|---|
| Harga | Rp740 jutaan |
| Tenaga | 204 dk |
| Torsi | 310 Nm |
| Baterai | 68,8 kWh |
| Pengisian AC | 9 jam |
| Fast Charging | 40 menit |
| Penggerak | Roda depan |
| Garansi Baterai | 8 tahun |
Honda e:N2 hadir sebagai SUV listrik yang menawarkan kombinasi tenaga, fitur, dan efisiensi dalam satu paket.
Dengan harga di kisaran Rp700 jutaan, mobil ini berpotensi menjadi pilihan menarik jika masuk ke Indonesia.
Kalau masuk pasar Indonesia, menurut kamu lebih menarik beli mobil listrik seperti ini atau tetap bertahan dengan mobil bensin dulu. (fadila)
Editor : Fadila An Naila