RadarMadura.id -Pasar mobil listrik keluarga di Indonesia semakin ramai pada awal 2026 setelah harga BYD M6 masih bertahan di kisaran Rp380 jutaan hingga Rp430 jutaan untuk unit NIK 2025 yang dipasarkan pada tahun ini.
Posisi harga tersebut membuat MPV listrik tiga baris dari BYD ini menjadi salah satu pilihan paling kompetitif di segmen kendaraan listrik keluarga.
Berdasarkan pantauan kami dari berbagai sumber otomotif per Maret 2026, varian terbawahnya dijual dengan harga yang tidak jauh berbeda dari MPV bensin populer di Indonesia seperti Toyota Avanza atau Mitsubishi Xpander.
Hal ini menjadi kabar menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus membayar harga yang terlalu tinggi.
Bocoran Harga BYD M6 di Indonesia per Maret 2026
Harga menjadi faktor utama yang membuat BYD M6 cepat mendapat perhatian pasar Indonesia.
Dengan banderol yang relatif terjangkau, mobil listrik ini mulai masuk ke wilayah harga MPV keluarga yang selama ini didominasi mesin bensin.
Berdasarkan informasi yang beredar di pasar otomotif, kisaran harga tiap varian diperkirakan masih berada pada rentang berikut.
| Varian | Perkiraan Harga |
|---|---|
| BYD M6 Standard 7 Seater | Rp383 juta hingga Rp394 juta |
| BYD M6 Superior 7 Seater | Rp423 juta hingga Rp434 juta |
| BYD M6 Superior Captain Seat | Di atas Rp430 juta |
Varian Standard menjadi yang paling menarik perhatian karena sudah menawarkan konfigurasi tujuh penumpang dengan harga paling terjangkau.
Harga Mendekati MPV Bensin Populer
Di pasar Indonesia, angka Rp380 jutaan bukan lagi harga yang jauh dari MPV bensin kelas atas.
Varian tertinggi dari Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander juga berada pada rentang harga yang tidak terlalu berbeda.
Berdasarkan pengamatan kami di beberapa dealer otomotif, banyak calon pembeli mulai mempertimbangkan mobil listrik karena perbedaan harga awalnya tidak terlalu jauh.
Bahkan beberapa unit MPV bekas dengan usia satu sampai dua tahun juga berada pada kisaran harga yang hampir sama.
Hal ini membuat BYD M6 mulai dilihat sebagai alternatif kendaraan keluarga yang lebih modern.
Pajak Tahunan Sangat Murah untuk Ukuran MPV
Salah satu keunggulan mobil listrik adalah biaya pajak tahunan yang jauh lebih rendah dibanding mobil konvensional.
Untuk kendaraan seperti BYD M6, pajak tahunan dilaporkan bisa berada di kisaran sekitar Rp143 ribu tergantung wilayah registrasi kendaraan.
Angka tersebut tentu terasa sangat ringan bagi pemilik mobil keluarga yang biasanya harus membayar pajak jutaan rupiah setiap tahun.
Biaya operasional yang lebih hemat juga menjadi alasan mengapa mobil listrik mulai dilirik sebagai kendaraan harian.
Dalam penggunaan sehari hari di kota kota Indonesia, MPV listrik seperti ini juga menawarkan kabin yang luas dan suara mesin yang lebih senyap sehingga perjalanan keluarga terasa lebih nyaman.
Potensi Penyesuaian Harga di Tahun 2026
Meski harga saat ini masih tergolong kompetitif, ada kemungkinan terjadi penyesuaian harga pada awal 2026.
Beberapa sumber industri memperkirakan kenaikan bisa berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta.
Namun jika melihat strategi pasar dari BYD di Indonesia, posisi harga mobil ini kemungkinan masih akan dijaga agar tetap menarik bagi konsumen keluarga.
Produsen mobil listrik biasanya juga memanfaatkan momentum pameran otomotif seperti Indonesia International Motor Show untuk memberikan promo tambahan.
Diskon khusus, program kredit ringan, hingga bonus aksesori sering muncul dalam ajang pameran tersebut.
Penutup
Dengan harga mulai Rp380 jutaan, BYD M6 mulai menempatkan diri sebagai MPV listrik yang cukup realistis untuk keluarga Indonesia.
Kombinasi kabin luas, biaya operasional rendah, dan harga yang mendekati MPV bensin membuat mobil ini semakin menarik dilirik.
Menurut Anda, apakah mobil listrik seperti BYD M6 sudah cukup layak menjadi kendaraan keluarga utama di Indonesia?
Editor : Hasan Bashri