RadarMadura.id - Penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia kembali menunjukkan tren naik pada Februari 2026 dengan total 12.259 unit.
Angka ini meningkat 21,8 persen dibanding Januari yang berada di angka 10.061 unit.
Model BYD Atto 1 masih menjadi yang paling laris dengan penjualan 3.700 unit.
Disusul Jaecoo J5 dan Wuling Darion EV yang juga mencatat pertumbuhan signifikan di pasar nasional.
Tren Mobil Listrik Mulai Menguat di Indonesia
Kenaikan penjualan ini menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin tinggi.
Meski begitu, pangsa pasar mobil listrik masih berada di kisaran 15 persen dari total penjualan nasional.
Total penjualan mobil secara keseluruhan pada periode yang sama mencapai lebih dari 81 ribu unit. Ini menunjukkan mobil konvensional masih mendominasi pasar.
Berdasarkan pantauan kami, tren ini perlahan berubah seiring meningkatnya kesadaran efisiensi bahan bakar.
Selain itu, dukungan pemerintah juga mulai mendorong adopsi kendaraan listrik.
Model Terlaris Didominasi Merek Tiongkok
BYD Atto 1 berhasil mempertahankan posisi teratas dengan angka penjualan tertinggi.
Model ini konsisten diminati karena menawarkan harga kompetitif dan fitur lengkap.
Jaecoo J5 menempati posisi kedua dengan lonjakan penjualan yang cukup signifikan.
Sementara Wuling Darion EV berada di posisi ketiga dengan pertumbuhan stabil.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari mobil listrik dengan harga lebih terjangkau.
Merek asal Tiongkok terlihat semakin kuat di pasar Indonesia.
Faktor Harga dan Efisiensi Jadi Penentu
Mobil listrik yang laris umumnya berada di segmen harga menengah.
Konsumen Indonesia cenderung mempertimbangkan efisiensi dan biaya operasional jangka panjang.
Selain itu, daya jelajah dan fitur juga menjadi faktor penting.
Kendaraan yang praktis untuk penggunaan harian lebih cepat diterima pasar.
Berdasarkan pengamatan kami, mobil listrik dengan harga masuk akal dan fitur lengkap akan lebih mudah bersaing.
Apalagi untuk penggunaan di kota besar maupun daerah berkembang.
Relevansi untuk Pengguna di Indonesia
Mobil listrik mulai dianggap cocok untuk kebutuhan harian seperti kerja dan aktivitas keluarga.
Biaya listrik yang lebih murah dibanding BBM menjadi daya tarik utama.
Untuk wilayah seperti Jawa Timur, penggunaan mobil listrik juga mulai meningkat seiring infrastruktur yang berkembang.
Meski masih terbatas, tren ini terus menunjukkan arah positif.
Hal ini menjadi peluang bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan lebih hemat dan ramah lingkungan.
Terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi di perkotaan.
Daftar Mobil Listrik Terlaris Februari 2026
| Model | Penjualan |
|---|---|
| BYD Atto 1 | 3.700 unit |
| Jaecoo J5 | 2.926 unit |
| Wuling Darion EV | 1.019 unit |
| Geely EX2 | 776 unit |
| BYD M6 | 523 unit |
| Aion UT | 407 unit |
| BYD Sealion 7 | 343 unit |
| Aion V | 335 unit |
| Geely EX5 | 335 unit |
| Denza D9 | 270 unit |
Lonjakan penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan perubahan arah pasar otomotif yang mulai serius menuju elektrifikasi.
Dominasi model dengan harga terjangkau menandakan konsumen semakin rasional dalam memilih kendaraan.
Menurut kamu, apakah mobil listrik sudah layak jadi pilihan utama di Indonesia saat ini atau masih perlu waktu untuk berkembang lebih luas? (fadila)