RadarMadura.id - Denza Z9 GT resmi diperkenalkan pada 27 Februari dan langsung mencuri perhatian karena diklaim mampu menempuh hingga 1.036 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.
Mobil listrik murni atau BEV dari merek premium milik BYD ini disebut sebagai kendaraan listrik dengan jarak tempuh terjauh di dunia berdasarkan pengujian CLTC di China.
Angka tersebut melonjak drastis dibanding generasi sebelumnya yang hanya mampu menjangkau sekitar 640 kilometer.
Dengan capaian ini, Denza Z9 GT masuk radar calon konsumen Indonesia yang selama ini masih khawatir soal jarak tempuh mobil listrik untuk perjalanan antarkota.
Jarak Tempuh Tembus 1.000 Km Jadi Daya Tarik Utama
Denza menghadirkan Z9 GT dalam dua pilihan baterai besar, yakni 102,326 kWh dan 122,496 kWh.
Berdasarkan dokumen pengajuan ke otoritas industri China, varian dengan baterai terbesar sanggup menempuh hingga 1.036 kilometer dalam standar CLTC.
Sementara versi baterai lebih kecil mencatat jarak sekitar 820 kilometer.
Berdasarkan pantauan kami, klaim jarak tempuh di atas 1.000 kilometer ini jelas menjadi kabar baik bagi pengguna yang sering bepergian jauh.
Di Indonesia, jarak Jakarta ke Surabaya sekitar 780 kilometer, artinya secara teori mobil ini mampu menempuh perjalanan tersebut tanpa perlu mengisi ulang.
Meski begitu, perlu diingat standar CLTC biasanya lebih optimistis dibanding pemakaian nyata di jalan.
Menariknya, model sedan reguler Z9 yang menggunakan baterai serupa disebut berpotensi memiliki jarak tempuh hingga 1.068 kilometer.
Jika benar dirilis, angka tersebut bisa memecahkan rekor baru di segmen mobil listrik global.
Spesifikasi Denza Z9 GT
Denza Z9 GT hadir sebagai mobil listrik premium berukuran besar dengan dimensi yang sebanding sedan sport Eropa.
Panjangnya mencapai 5.195 mm dengan lebar 1.990 mm dan tinggi 1.480 mm. Jarak sumbu roda 3.125 mm membuat kabin terasa lega untuk lima penumpang.
Bagian interior mengusung layar sentuh tengah 17,3 inci yang dipadukan panel instrumen digital 12,3 inci. Tampilan kabin terasa futuristis namun tetap elegan.
Berdasarkan impresi awal, tata letak layar dan sistem infotainment terlihat responsif dan modern, cocok untuk pengguna yang mengutamakan teknologi.
Mobil ini juga dibekali sistem bantuan pengemudi God’s Eye 5.0 dari BYD.
Fitur tersebut mencakup Navigate on Autopilot di jalan tol maupun perkotaan serta Automatic Emergency Steering untuk membantu menghindari potensi tabrakan.
Untuk pasar Indonesia yang lalu lintasnya padat dan dinamis, fitur ini tentu menjadi nilai tambah dari sisi keselamatan.
Tersedia Versi BEV dan PHEV
Selain varian listrik murni, Denza juga tetap menawarkan versi Plug in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV.
Model PHEV terbaru menggunakan baterai 63,82 kWh dengan jarak tempuh listrik murni lebih dari 400 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dari generasi sebelumnya yang hanya mampu menempuh sekitar 201 kilometer dalam mode listrik penuh.
Bagi konsumen Indonesia yang masih ragu beralih sepenuhnya ke mobil listrik, varian PHEV bisa menjadi jembatan transisi yang realistis.
Harga dan Perkiraan Masuk Indonesia
Saat ini Denza Z9 GT EV dipasarkan di China mulai 354.800 yuan atau setara sekitar Rp869 juta. Harga resmi untuk model terbaru akan diumumkan mendekati peluncuran penuh.
Jika melihat strategi harga mobil listrik premium yang masuk Indonesia, banderolnya kemungkinan bisa menembus angka di atas Rp1 miliar setelah pajak dan biaya impor.
Namun dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer, Denza Z9 GT berpotensi menjadi alternatif menarik dibanding sedan premium konvensional berbahan bakar bensin.
Tabel Spesifikasi Utama Denza Z9 GT
Kapasitas baterai
102,326 kWh dan 122,496 kWh
Jarak tempuh CLTC
820 km dan 1.036 km
Versi PHEV
Baterai 63,82 kWh dengan jarak listrik lebih dari 400 km
Dimensi
Panjang 5.195 mm
Lebar 1.990 mm
Tinggi 1.480 mm
Wheelbase 3.125 mm
Harga di China
Mulai 354.800 yuan atau sekitar Rp869 juta
Dengan jarak tempuh tembus 1.000 kilometer, Denza Z9 GT menghadirkan standar baru di dunia mobil listrik premium.
Pertanyaannya, jika resmi masuk Indonesia, apakah Anda lebih tertarik memilih BEV jarak jauh ini atau tetap bertahan dengan mobil bensin konvensional? (fadila)
Editor : Fadila An Naila