RadarMadura.id — Xiaomi SU7 kini sudah tersedia di jaringan dealer di seluruh China per Februari 2026 dengan harga mulai 229.900 yuan atau sekitar Rp560 jutaan.
Sedan listrik ini hadir membawa pembaruan penting pada sistem pintu demi memenuhi regulasi keselamatan terbaru di negeri asalnya.
Dalam pameran di Guangzhou, model terbaru tampil dengan warna Capri Blue dan velg 21 inci yang mempertegas kesan sporty.
Perubahan paling krusial ada pada mekanisme pintu yang kini dapat dibuka secara elektrik maupun manual saat kondisi darurat.
Sistem Pintu Baru Jadi Sorotan Utama
Perubahan pada pintu SU7 bukan sekadar kosmetik. Regulasi keselamatan terbaru di China mengharuskan kendaraan listrik memiliki mekanisme cadangan manual agar tetap bisa dibuka ketika sistem kelistrikan mati akibat kecelakaan.
Berdasarkan pantauan kami, fitur ini menjadi nilai tambah signifikan karena kekhawatiran publik terhadap sulitnya membuka pintu EV saat daya terputus memang cukup sering dibahas.
Sistem mekanis cadangan memungkinkan penumpang keluar dengan lebih cepat tanpa bergantung pada daya baterai.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari rasa aman lebih saat berkendara jarak jauh. Untuk pasar seperti Indonesia yang kondisi jalannya beragam, fitur keselamatan seperti ini tentu relevan jika suatu saat model ini masuk resmi.
Tiga Pilihan Baterai dengan Jarak Tempuh Fantastis
Xiaomi membekali SU7 dengan tiga opsi baterai berkapasitas 73 kWh, 96,3 kWh, dan 101,7 kWh. Kombinasi motor dan ukuran roda membuat jarak tempuhnya bervariasi mulai 630 kilometer hingga 902 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Angka 902 kilometer jelas mencuri perhatian karena melampaui banyak sedan listrik di kelasnya.
Jika dibandingkan kebutuhan harian pengguna di kota besar Indonesia, jarak tersebut cukup untuk pemakaian berminggu-minggu tanpa sering mengisi ulang.
Berdasarkan pengujian internal yang dilaporkan, efisiensi ini juga membuat SU7 cocok untuk perjalanan antarkota. Dengan catatan infrastruktur pengisian daya memadai, mobil ini berpotensi menarik minat konsumen yang sebelumnya ragu beralih ke listrik.
Harga dan Posisi di Pasar
Varian standar SU7 dipasarkan mulai 229.900 yuan atau sekitar Rp560 jutaan. Sementara varian tertinggi Max dibanderol 309.900 yuan atau setara Rp754,9 jutaan.
Jika dikonversi ke pasar Indonesia, rentang harga tersebut bersinggungan dengan SUV premium dan sedan listrik mapan. Hal ini membuat SU7 punya positioning unik sebagai sedan listrik performa tinggi dengan harga relatif kompetitif.
Daftar Harga Xiaomi SU7
| Varian | Harga Yuan | Perkiraan Rupiah |
|---|---|---|
| Standar | 229.900 | Rp560 jutaan |
| Max | 309.900 | Rp754,9 jutaan |
Performa Penjualan dan Target Ambisius
Sejak mulai menjual mobil pada April 2024, Xiaomi telah mengirimkan lebih dari 600.000 unit kendaraan dalam 22 bulan. Sepanjang 2025, pengiriman tembus 410.000 unit dan melampaui target internal perusahaan.
Pada Januari 2026 saja, penjualan mencapai lebih dari 39.000 unit dan sebagian besar disumbang model YU7. CEO Xiaomi, Lei Jun, menargetkan total 550.000 unit kendaraan terjual sepanjang 2026.
Target tersebut berarti kenaikan sekitar 34 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan momentum ini, SU7 berpeluang memperkuat posisi Xiaomi sebagai pemain serius di industri kendaraan listrik global.
Xiaomi SU7 bukan hanya soal jarak tempuh panjang, tetapi juga peningkatan keselamatan yang menjawab kekhawatiran pengguna kendaraan listrik. Jika resmi masuk Indonesia dengan harga kompetitif, sedan ini bisa menjadi alternatif menarik di kelas Rp500 sampai Rp700 jutaan.
Menurut Anda, apakah fitur pintu manual darurat ini cukup meyakinkan untuk beralih ke mobil listrik?
Editor : Hasan Bashri