RadarMadura.id — Kia resmi memperkenalkan SUV listrik kompak terbarunya, EV2, dalam ajang Brussels Motor Show di Belgia.
Model ini dijadwalkan mulai diproduksi dalam beberapa pekan ke depan dengan varian Standard Range bermotor listrik 100 kW dan jarak tempuh hingga 317 km berdasarkan pengujian WLTP Eropa.
Versi Long Range akan menyusul pertengahan tahun dengan baterai lebih besar 61 kWh yang diklaim mampu menjangkau 448 km.
Kehadiran Kia EV2 2026 menjadi sinyal kuat bahwa pasar SUV listrik kompak semakin serius digarap, termasuk untuk negara berkembang seperti Indonesia yang mulai agresif mendorong elektrifikasi kendaraan.
Dimensi Ringkas, Potensi Ideal untuk Perkotaan Indonesia
Kia menghadirkan EV2 dengan panjang 4060 mm, lebar 1800 mm, dan tinggi 1575 mm. Ukuran ini bahkan lebih ringkas dibanding SUV kompak bensin seperti Mazda CX-3 dan Toyota Yaris Cross versi mesin konvensional.
Wheelbase 2565 mm membuat ruang kabin tetap terasa lapang meski bodinya kompak.
Berdasarkan pantauan kami, dimensi seperti ini sangat relevan untuk jalanan kota besar Indonesia yang padat dan area parkir yang sering kali terbatas.
Bagi pengguna yang mencari mobil listrik harian untuk kerja, antar anak sekolah, hingga mobilitas UMKM, ukuran EV2 terasa realistis dan tidak berlebihan.
Jarak Tempuh dan Pengisian Daya yang Masuk Akal
Varian Standard Range dibekali baterai 42,2 kWh dengan klaim jarak tempuh 317 km WLTP. Motor listrik depan 100 kW sudah cukup untuk kebutuhan dalam kota dan perjalanan jarak menengah.
Sementara itu, versi Long Range menggunakan baterai 61 kWh dengan tenaga 108 kW.
Klaim jarak tempuh 448 km tentu menjadi kabar baik bagi pengguna yang sering bepergian antarkota tanpa ingin sering mengisi daya.
Kia mengklaim pengisian cepat 10 hingga 80 persen bisa dilakukan dalam 29 sampai 30 menit.
Kedua baterai menggunakan kimia NMC dan mendukung pengisian AC 11 kW dan 22 kW, yang cukup kompatibel dengan tren pengisian rumah di Indonesia.
Platform dan Karakter Berkendara
EV2 menggunakan platform E GMP versi 400 volt, berbeda dari EV6 dan EV9 yang sudah 800 volt. Sistem ini menggunakan penggerak roda depan dan tidak menyediakan opsi all wheel drive.
Suspensi belakang torsion beam dipilih demi efisiensi biaya produksi.
Meski lebih sederhana, konfigurasi ini lazim digunakan di SUV kompak dan cenderung lebih mudah dalam perawatan, sesuatu yang penting bagi konsumen Indonesia.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mengutamakan biaya kepemilikan jangka panjang dibanding performa ekstrem.
Desain Modern dengan Sentuhan Praktis
Desain EV2 terinspirasi dari lini SUV besar Kia dengan lampu depan LED vertikal Star Map. Bagian belakang tampil unik berkat lampu LED yang ditempatkan lebih rendah dari biasanya.
Varian GT Line menghadirkan bumper khusus, side skirt berbeda, serta pilihan velg 16 hingga 19 inci. Tampilan ini membuatnya tidak terlihat seperti SUV listrik entry level biasa.
Masuk ke kabin, tersedia layar instrumen 12,3 inci, layar tengah 12,3 inci, serta layar kontrol iklim 5,3 inci. Nuansa modern dipadukan dengan material kain bertekstur dan ambient light yang menyala mengikuti indikator.
Fitur Canggih dan Ramah Keluarga
EV2 dilengkapi asisten suara berbasis kecerdasan buatan, smartphone sebagai kunci utama, serta port USB C 100 watt. Tersedia pula Mode Pet untuk menjaga suhu kabin saat pemilik meninggalkan hewan peliharaan di dalam mobil.
Fitur vehicle to load dan vehicle to grid memungkinkan mobil ini menjadi sumber daya listrik. Dalam konteks Indonesia, fitur ini berpotensi berguna saat kondisi darurat atau aktivitas luar ruang.
Ruang bagasi mencapai 362 liter untuk konfigurasi empat kursi dan 403 liter untuk lima kursi dengan pengaturan fleksibel. Bahkan terdapat ruang tambahan di bawah kap mesin yang diklaim terbaik di kelasnya.
Fitur keselamatan mencakup Highway Driving Assist 2, kamera blind spot, kamera 360 derajat, serta parkir jarak jauh dari kunci. Ini membuatnya terasa seperti SUV listrik kelas lebih tinggi.
Spesifikasi Utama Kia EV2 2026
| Spesifikasi | Standard Range | Long Range |
|---|---|---|
| Kapasitas baterai | 42,2 kWh | 61 kWh |
| Tenaga motor listrik | 100 kW | 108 kW |
| Sistem penggerak | Roda depan FWD | Roda depan FWD |
| Sistem kelistrikan | 400 volt | 400 volt |
| Jarak tempuh WLTP | 317 km | 448 km |
| Pengisian cepat DC 10 hingga 80 persen | Sekitar 29 menit | Sekitar 30 menit |
| Dukungan pengisian AC | 11 kW dan 22 kW | 11 kW dan 22 kW |
Produksi akan dimulai di Slovakia sebelum masuk showroom Eropa akhir tahun ini. Jika melihat spesifikasi dan positioning, bukan tidak mungkin model ini akan dipertimbangkan untuk pasar Asia termasuk Indonesia.
Kia EV2 2026 menunjukkan bahwa SUV listrik kompak kini semakin matang dari sisi fitur, jarak tempuh, hingga efisiensi.
Jika masuk Indonesia dengan harga kompetitif, model ini bisa menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus membeli SUV besar.
Menurut Anda, jika Kia EV2 hadir di Indonesia dengan harga di bawah Rp 500 juta, apakah mobil ini layak jadi pilihan utama SUV listrik harian?
Editor : Hasan Bashri