RadarMadura.id - Xiaomi 17 Ultra Leica Edition terpantau muncul di platform pengujian Geekbench menjelang peluncuran global yang diperkirakan berlangsung akhir Februari 2026.
Dari data benchmark yang beredar, perangkat ini menunjukkan lonjakan performa AI yang signifikan serta diduga ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Kemunculan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Xiaomi tengah mematangkan lini flagship terbarunya untuk bersaing di kelas premium 2026.
Dengan kombinasi RAM 16GB, Android 16, dan sentuhan Leica pada sektor kamera, ponsel ini diposisikan sebagai perangkat fotografi sekaligus mesin AI portabel.
H2 Performa AI Jadi Daya Tarik Utama
Berdasarkan pantauan kami pada data Geekbench AI, Xiaomi 17 Ultra Leica Edition mencatat skor single precision 1.973, half precision 3.322, dan quantised 4.754.
Angka tersebut tergolong tinggi untuk kategori smartphone Android generasi terbaru.
Skor ini menunjukkan optimalisasi pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa terlalu bergantung pada komputasi cloud.
Artinya, fitur seperti peningkatan foto otomatis, pengolahan video cerdas, hingga pengenalan suara dapat berjalan lebih cepat dan stabil.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna di Indonesia yang semakin aktif membuat konten untuk media sosial.
Dengan pemrosesan AI langsung di ponsel, proses editing bisa dilakukan tanpa harus menunggu unggahan ke server luar.
H2 Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan RAM 16GB
Data benchmark memperlihatkan konfigurasi enam inti efisiensi hingga 3,63GHz serta dua inti performa yang menembus 4,61GHz.
Spesifikasi ini mengarah pada penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 sebagai dapur pacu utama.
Jika benar, chipset ini akan menjadi salah satu prosesor paling kencang di ekosistem Android tahun depan.
Kombinasi tersebut didukung RAM 16GB dan sistem operasi Android 16 yang dipadukan dengan HyperOS 3.
Dalam penggunaan berat seperti multitasking aplikasi perbankan, editing video 4K, hingga gaming grafis tinggi, konfigurasi ini seharusnya mampu memberikan performa stabil.
Untuk pengguna Indonesia dengan kebutuhan kerja mobile yang padat, ini jelas nilai tambah signifikan.
H2 Kamera Leica dengan Zoom Periskop 200MP
Branding Leica Edition bukan sekadar nama. Xiaomi disebut mempertahankan kerja sama dengan Leica untuk optimalisasi warna, mode eksklusif, serta karakter foto khas kamera profesional.
Konfigurasi kameranya dirumorkan terdiri dari kamera utama 50MP, ultra wide 50MP, serta lensa telefoto periskop 200MP.
Lensa telefoto tersebut dirancang untuk zoom jarak jauh dengan detail tinggi.
Bagi pengguna yang gemar memotret konser, alam, atau momen keluarga dari jarak jauh, kombinasi ini sangat menjanjikan.
Apalagi jika kontrol zoom mekanis benar disematkan, pengalaman memotret akan terasa lebih presisi.
H2 Layar Besar dan Baterai Jumbo 6800mAh
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition diperkirakan membawa layar LTPO AMOLED 6,9 inci beresolusi 1.5K dengan refresh rate adaptif 120Hz. Panel ini dilindungi Dragon
Crystal Glass 3 untuk meningkatkan ketahanan gores. Ukuran layar besar cocok untuk konsumsi konten dan editing langsung di perangkat.
Di negara tropis seperti Indonesia, daya tahan layar terhadap panas dan penggunaan luar ruangan juga menjadi faktor penting.
Untuk menunjang semuanya, Xiaomi menanamkan baterai 6.800mAh dengan dukungan pengisian cepat 90W kabel dan 50W nirkabel.
Berdasarkan pengalaman kami menguji ponsel dengan baterai serupa, kapasitas ini biasanya mampu bertahan seharian penuh bahkan untuk penggunaan intensif.
H2 Harga dan Varian Penyimpanan
Saat meluncur di China, perangkat ini hadir dalam dua varian penyimpanan besar. Harga awalnya dipatok 7.999 yuan atau sekitar Rp18,2 juta.
Berikut rinciannya:
Varian Penyimpanan
16GB + 512GB
16GB + 1TB
Harga awal China
Sekitar Rp18,2 juta
Warna
Black
Off White
Harga global kemungkinan berbeda saat resmi masuk pasar internasional. Jika masuk Indonesia, banderolnya berpotensi menembus segmen ultra premium.
Dengan performa AI tinggi, kamera 200MP berbasis Leica, serta baterai jumbo 6.800mAh, Xiaomi 17 Ultra Leica Edition berpotensi menjadi salah satu flagship Android paling ambisius tahun 2026.
Fokusnya bukan hanya pada kamera, tetapi juga kecerdasan buatan yang semakin relevan untuk kebutuhan harian pengguna modern.
Jika benar dirilis global akhir Februari 2026, apakah Anda tertarik meminangnya atau justru menunggu pesaing dari brand lain? (fadila)
Editor : Fadila An Naila