RadarMadura.id— Honda tidak menjual CB150X sebagai motor petualang ekstrem, dan justru di situlah kejujurannya terasa.
Motor ini lebih seperti teman seperjalanan yang paham batas, cukup tangguh untuk diajak jauh, tapi tetap realistis untuk harian.
Posturnya jangkung tanpa intimidatif, memberi rasa percaya diri saat jalan mulai rusak atau bertemu polisi tidur beruntun.
Ground clearance 188 mm bukan angka pajangan, tapi cukup untuk bikin pengendara berhenti waswas soal kolong mesin.
Segitiga Ergonomi yang Jarang Dibicarakan, Tapi Paling Terasa
Banyak motor bicara tenaga, sedikit yang jujur soal posisi duduk.
Di Honda CB150X, segitiga ergonomi justru jadi senjata utama yang sering luput dari obrolan warung kopi.
Setangnya lebar dan tinggi, jok dibuat lebih rendah, sementara footstep tidak memaksa kaki tertekuk berlebihan.
Hasilnya posisi duduk tegak yang terasa wajar, bukan dipaksakan demi gaya adventure semata.
Bukan Motor Balap, Tapi Tidak Loyo di Jalan Panjang
Mesin 150 cc DOHC pendingin cairan di CB150X tidak pernah berniat jadi yang paling beringas.
Karakternya halus, linear, dan ramah untuk ritme perjalanan panjang yang stabil.
Tenaga 15,42 dk dan torsi 13,8 Nm memang tidak akan membuat adrenalin melonjak.
Tapi di tanjakan panjang atau jalur antarkota, justru konsistensi ini yang bikin tangan kanan lebih santai.
Data teknis utama yang relevan untuk touring
-
Mesin 149,16 cc DOHC, pendingin cairan
-
Tenaga 15,42 dk pada 9.000 rpm
-
Torsi 13,8 Nm pada 7.000 rpm
-
Tangki BBM 12 liter
-
Pelek 17 inci depan-belakang
Suspensi dan Perlindungan yang Bekerja Diam-diam
Showa SFF-BP upside down di depan bukan sekadar nama besar.
Suspensi ini bekerja senyap, meredam jalan bergelombang tanpa drama, terutama saat motor diisi beban tas atau box.
Skid plate bawaan dan windshield juga bukan gimmick katalog.
Di perjalanan jauh, perlindungan dari kerikil dan terpaan angin terasa sebagai hal kecil yang diam-diam mengurangi lelah.
Harga dan Realita Value for Money
Dengan banderol Rp 35 jutaan OTR Jakarta per Januari 2026, CB150X memang bukan motor murah.
Tapi ia menawarkan paket yang utuh, bukan setengah-setengah lalu menyuruh pemilik belanja aksesori lagi.
Untuk kelas 150 cc dengan ergonomi touring, suspensi mumpuni, dan perlindungan bawaan, angka ini masih masuk akal.
Terutama bagi pengendara yang ingin langsung jalan jauh tanpa banyak kompromi.
Jika touring versi kamu adalah jarak jauh yang santai, bukan adu cepat, Honda CB150X layak masuk daftar serius.
Sebelum membeli, cobalah test ride lebih lama dan rasakan posisi duduknya, karena di sanalah nilai sebenarnya berada.
Bila bujet terbatas, versi bekas dengan kondisi terawat juga sudah cukup untuk mulai menjelajah.
Touring tidak selalu soal motor paling besar, tapi motor yang paling jujur menemani perjalanan. (Hasan)