RadarMadura.id - Huawei kembali mempertegas keseriusannya di pasar wearable dengan mengumumkan pengembangan smartwatch terbaru yang dirancang khusus untuk pelari.
Perangkat ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan atlet lari jarak jauh hingga pelari rekreasional.
Fokus utamanya terletak pada peningkatan performa, akurasi data, serta analisis kesehatan yang lebih mendalam.
Smartwatch ini digadang-gadang sebagai penerus lini GT Runner.
Pengumuman tersebut sekaligus menandai kolaborasi strategis antara Huawei dan DSM Firmenich.
Perusahaan global asal Swiss-Belanda ini dikenal luas dalam dunia olahraga profesional, khususnya lari jarak jauh.
Kemitraan ini diharapkan mampu menggabungkan keahlian teknologi Huawei dengan pemahaman mendalam soal performa atlet.
Hasilnya adalah sistem pelatihan yang lebih presisi dan berbasis data nyata.
Salah satu nama besar yang terlibat dalam proyek ini adalah Eliud Kipchoge.
Pelari marathon legendaris asal Kenya tersebut merupakan bagian dari tim lari DSM Firmenich.
Kipchoge bahkan membagikan kabar kemitraan ini melalui akun media sosial resminya.
Keterlibatannya menjadi sinyal kuat keseriusan Huawei di segmen atlet profesional.
Menurut Alex Huang, CMO Huawei Consumer Business Group, kolaborasi ini bertujuan menghadirkan pengalaman pelatihan yang relevan bagi semua level pelari.
Huawei ingin teknologi wearable tidak hanya menampilkan data, tetapi juga memberikan insight yang dapat ditindaklanjuti.
Informasi performa diolah agar mudah dipahami pengguna.
Dengan begitu, pelari dapat meningkatkan kemampuan secara bertahap dan terukur.
Meski detail produk belum diungkap sepenuhnya, indikasi awal mengarah pada kembalinya seri GT Runner.
Beberapa pendaftaran merek mengisyaratkan nama “Racing Legend” sebagai identitas baru.
Nama tersebut mencerminkan fokus pada kecepatan, daya tahan, dan ketepatan data.
Desain diperkirakan tetap ringan dan nyaman untuk sesi lari panjang.
Dari sisi fitur, smartwatch ini diprediksi membawa sistem pelatihan yang lebih cerdas.
Pemantauan ritme lari, VO2 Max, hingga analisis beban latihan akan disempurnakan.
Huawei juga disebut akan meningkatkan algoritme pemrosesan data. Tujuannya agar hasil analisis semakin akurat dan personal.
Aspek daya tahan juga menjadi perhatian utama. Lini GT Runner sebelumnya dikenal memiliki efisiensi baterai tinggi.
Smartwatch generasi terbaru diyakini membawa teknologi baterai yang lebih optimal.
Hal ini penting bagi pelari jarak jauh yang membutuhkan perangkat tahan lama.
Huawei masih merahasiakan jadwal peluncuran resmi smartwatch ini.
Namun, sinyal pengumuman global diperkirakan akan muncul dalam beberapa bulan ke depan.
Antusiasme pasar pun mulai terlihat sejak kolaborasi diumumkan. Banyak pihak menunggu inovasi terbaru dari Huawei.
Dengan langkah ini, Huawei memperkuat posisinya di pasar wearable olahraga global.
Smartwatch terbaru ini diproyeksikan menjadi pesaing serius bagi merek seperti Garmin, Samsung, dan Apple.
Fokus spesifik pada pelari menjadi nilai pembeda utama. Huawei kembali menunjukkan bahwa inovasi wearable terus berkembang
Editor : Amin Basiri