RadarMadura.id — Yamaha Aerox 155 kembali menunjukkan dominasinya di kelas skutik performa setelah hasil pengujian menunjukkan keunggulan signifikan dibanding Honda BeAT.
Dengan tenaga 15 PS dan akselerasi impresif, Aerox tampil sebagai motor yang lebih bertenaga, terutama untuk pengguna yang menginginkan sensasi berkendara cepat.
Perbandingan ini menjadi relevan bagi konsumen Indonesia, termasuk di Madura, yang kini semakin mempertimbangkan performa, efisiensi, dan kenyamanan harian sebelum membeli motor baru.
Baca Juga: Nokia N75 Max 5G Ramai Dibicarakan Ini Bocoran Spesifikasi Gahar dan Perkiraan Harga di Indonesia
Adu Mesin dan Tenaga di Jalanan Nyata
Yamaha Aerox 155 dibekali mesin 155 cc dengan teknologi Variable Valve Actuation yang mampu menghasilkan tenaga hingga 15 PS.
Berdasarkan pantauan kami, karakter mesin ini terasa sangat responsif terutama di putaran menengah hingga atas.
Saat dipacu di jalan lurus, tarikan Aerox terasa padat dan konsisten, cocok untuk pengendara yang sering melintasi jalur antar kota atau jalanan lengang.
Honda BeAT mengambil pendekatan berbeda dengan fokus pada kepraktisan.
Mesinnya memang tidak dirancang untuk adu kecepatan, namun respons gasnya halus dan mudah dikendalikan.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang lebih sering berkendara di lalu lintas padat.
Akselerasi dan Kecepatan Puncak Jadi Pembeda
Dalam pengujian akselerasi, Yamaha Aerox 155 mencatatkan waktu 0 hingga 80 km per jam dalam 9,4 detik.
Bahkan untuk 0 hingga 100 km per jam, Aerox hanya membutuhkan sekitar 16,7 detik.
Kecepatan puncaknya pun tembus di kisaran 118 hingga 122 km per jam, angka yang jarang dicapai skutik harian.
Honda BeAT jelas tidak bermain di area ini. Performa BeAT lebih difokuskan pada kelincahan dan kemudahan manuver.
Untuk penggunaan dalam kota seperti pasar, sekolah, atau kantor, karakter ini justru terasa lebih relevan.
Handling Sporty vs Kelincahan Harian
Aerox 155 dikenal memiliki suspensi belakang yang terasa kaku bagi sebagian pengguna.
Namun saat diuji di kecepatan tinggi, motor ini justru terasa stabil dan minim gejala limbung.
Berdasarkan pengalaman kami, karakter tersebut membuat Aerox lebih percaya diri saat dipakai menikung cepat atau melaju di jalanan terbuka.
Sebaliknya, Honda BeAT menawarkan bobot ringan dan posisi duduk santai.
Motor ini terasa lincah saat harus bermanuver di gang sempit atau jalan rusak.
Untuk kondisi jalan perkotaan di Indonesia yang beragam, kelebihan ini patut diperhitungkan.
Baca Juga: Cek HP Xiaomi Kamu, Ini Daftar Lengkap Perangkat yang Mendapat HyperOS 3
Konsumsi BBM Jadi Kartu As Honda
Soal efisiensi bahan bakar, Honda BeAT berada di atas angin. Konsumsi BBM-nya bisa mencapai sekitar 60,6 km per liter.
Angka ini jelas menguntungkan bagi pengguna yang ingin menekan biaya harian dan jarang mengisi bensin.
Yamaha Aerox 155 berada di kisaran 37 hingga 50 km per liter tergantung gaya berkendara.
Meski lebih boros, konsumsi tersebut masih tergolong wajar untuk motor dengan performa tinggi.
Pilihan ini cocok bagi pengguna yang rela menukar efisiensi dengan sensasi berkendara.
Ringkasan Perbandingan Utama
| Aspek | Yamaha Aerox 155 | Honda BeAT |
|---|---|---|
| Tenaga Mesin | 15 PS | Lebih kecil |
| Akselerasi | Sangat cepat | Cukup |
| Kecepatan Maksimal | 118–122 km/jam | Terbatas |
| Konsumsi BBM | 37–50 km/l | Hingga 60,6 km/l |
| Karakter | Sporty dan agresif | Irit dan lincah |
Jika berbicara soal performa murni, Yamaha Aerox 155 keluar sebagai pemenang dengan akselerasi dan kecepatan yang jelas lebih unggul.
Motor ini cocok bagi pengendara yang menginginkan gaya sporty dan tenaga besar untuk berbagai kondisi jalan.
Namun untuk kebutuhan harian yang menuntut irit bahan bakar dan kemudahan penggunaan, Honda BeAT tetap menjadi pilihan rasional.
Menurut Anda, mana yang lebih sesuai dengan gaya berkendara sehari-hari di daerah Anda?
Editor : Hasan Bashri