RadarMadura.id - Xiaomi akhirnya mengonfirmasi bahwa Xiaomi 17 Ultra akan hadir dengan banderol harga lebih tinggi dibanding pendahulunya. Kenaikan harga ini bukan tanpa sebab.
Perusahaan menegaskan bahwa lonjakan biaya komponen, terutama memori, menjadi faktor utama yang memengaruhi strategi harga flagship terbaru mereka.
Dalam sesi live streaming resmi, Presiden Xiaomi Group Lu Weibing menjelaskan bahwa harga memori global terus mengalami peningkatan sejak tren kecerdasan buatan (AI) melonjak tajam pada akhir 2022.
Bahkan, kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga 2027. Situasi tersebut membuat produsen smartphone, termasuk Xiaomi, harus menyesuaikan harga agar tetap sejalan dengan biaya produksi.
Baca Juga: Cuma Modal Rp500 Ribuan, Deretan Smartwatch Ini Sudah Bisa Balas WA dan Cocok Buat Harian
Kamera Jadi Nilai Jual Utama
Sejalan dengan identitas seri Ultra, Xiaomi 17 Ultra kembali menempatkan sektor kamera sebagai fokus utama. Perangkat ini dibekali sensor utama berukuran satu inci dengan teknologi LOFIC generasi ketiga.
Xiaomi mengklaim sensor ini mampu menghadirkan rentang dinamis lebih dari sepuluh kali lipat dibanding model sebelumnya, sehingga hasil foto tetap detail baik di kondisi terang maupun minim cahaya.
Tak hanya itu, Xiaomi juga menyematkan lensa telefoto 200MP yang ukurannya 35 persen lebih besar dibanding milik Xiaomi 15 Ultra.
Lensa ini telah mengantongi sertifikasi Leica APO, yang dikenal memiliki kualitas optik tinggi serta kemampuan koreksi aberasi kromatik yang presisi.
Menurut Lu Weibing, biaya modul telefoto ini bahkan mencapai dua kali lipat dari generasi sebelumnya—menjadi salah satu penyumbang terbesar kenaikan harga.
Performa Kelas Atas dan Fitur Baru
Dari sisi performa, Xiaomi 17 Ultra ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite generasi kelima, dipadukan dengan sistem operasi Xiaomi HyperOS 3. Kombinasi ini menjanjikan peningkatan kinerja, efisiensi daya, serta optimalisasi fitur berbasis AI.
Menariknya, Xiaomi juga memastikan kehadiran fitur komunikasi satelit pada versi internasional. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan fungsi darurat dan konektivitas di area dengan jaringan terbatas—sebuah nilai tambah bagi pengguna flagship.
Desain Ikonik dan Aksesori Fotografi
Secara desain, Xiaomi 17 Ultra tetap mempertahankan rumah kamera bundar khas seri Ultra yang sudah menjadi identitas visualnya.
Untuk menunjang pengalaman fotografi, Xiaomi turut meluncurkan aksesori pegangan kamera profesional yang sekaligus berfungsi sebagai power bank.
Aksesori ini dirancang khusus untuk pengguna yang gemar memotret atau merekam video dalam durasi panjang.
Harga Naik, Nilai Juga Ikut Bertambah
Penggunaan lensa Leica APO memang bukan perkara murah. Sebagai gambaran, lensa Leica SUMMICRON-M 35mm f/2 dibanderol sekitar 3.750 dolar AS, sementara lensa APO standar bisa mencapai 9.700 dolar AS.
Standar kualitas inilah yang membuat modul kamera Xiaomi 17 Ultra memiliki nilai tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap kenaikan harga.
Dengan sederet peningkatan di sektor kamera, performa, hingga fitur konektivitas, Xiaomi optimistis Xiaomi 17 Ultra tetap kompetitif di pasar flagship.
Meski harganya diperkirakan menembus angka jutaan lebih tinggi, perangkat ini menegaskan komitmen Xiaomi untuk terus mendorong batas fotografi mobile dan menghadirkan pengalaman premium bagi penggunanya. (fadila)
Editor : Fadila An Naila