RadarMadura.id - Twitter merupakan platform yang sangat fleksibel, memungkinkan pengguna untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan dan minat pribadi mereka. Twitter menyediakan informasi dalam waktu yang nyata, seperti kalian dapat mengikuti perkembangan berita, tren dan percakapan terbaru secara instan.
Namun beberapa waktu lalu pihak Twitter mengonfirmasikan bahwa, kedepannya Twitter akan membuat kebijakan baru yaitu setiap akun baru diharuskan untuk membayar 1$ atau sekitar Rp. 15.700 tiap tahun.
Hal ini dikarenakan banyaknya akun bot yang ada di Twitter, sehingga Elon Musk mencoba menerapkan kebijakan tersebut untuk mengurangi akun bot dalam Twitter. Namun kebijakan ini masih belum diterapkan secara menyeluruh, namun kemungkinan tahun depan akan mulai diterapkan.
“Tenang aja kebijakan ini belum diterapkan di Indonesia tapi baru di New Zealand dan Filipina, dan kayaknya tahun depan akan diterapkan secara global,” dikutip dari channel Eno Bening.
Hal yang ditakutkan melalui kebijakan ini adalah akan adanya pihak kedua yang memanfaatkan hal tersebut untuk mendapatkan penghasilan tambahan, seperti memanipulasi akun yang awalnya harus membayar 1$ menjadi jauh lebih murah dengan memperbanyak akun mulai sekarang.
“Dengan kebijakan ini, tentu nanti bakal ada orang yang buat akun banyak, nanti tinggal dijual dibagi-bagiin sama mereka yang gak mau bayar 1$ terus dijual dengan harga 0,2$, kan cuan!” dikutip dari channel Eno Bening.
Menerapkan kebijakan ini tentu akan meminimalisir akun bot, namun tak dipungkiri akan terjadinya penipuan melalui manipulasi akun tersebut, sehingga menjadi ruang bagi orang licik untuk memanfaatkan kebijakan baru ini. (ang/dry)
Editor : Hendriyanto