Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Membangun Pendidikan Bermutu untuk Semua: Langkah Nyata dan Terukur

Amin Basiri • Minggu, 26 April 2026 | 19:56 WIB
Membangun Pendidikan Bermutu untuk Indonesia
Membangun Pendidikan Bermutu untuk Indonesia

 

Oleh SURAJI, M.PD.*

DALAM beberapa waktu terakhir, publik pendidikan di Indonesia mulai merasakan arah perubahan yang semakin jelas. Di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti, upaya pembenahan pendidikan nasional menunjukkan progres yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meskipun belum genap dua tahun menjabat sejak Oktober 2024, berbagai program strategis telah dijalankan secara masif, terstruktur, dan berdampak langsung pada satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Salah satu capaian penting adalah percepatan digitalisasi pendidikan. Data menunjukkan ratusan ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat digital. Tidak hanya itu, ribuan sekolah kini telah mendapatkan akses internet serta dukungan listrik sebagai fondasi utama pembelajaran berbasis teknologi. Ini bukan sekadar distribusi alat, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran modern.

Masuknya perangkat seperti layar interaktif berbasis Android, bantuan laptop untuk sekolah, serta konektivitas internet telah mengubah wajah kelas. Guru kini memiliki lebih banyak pilihan metode pembelajaran, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, visual, dan menarik. Transformasi ini secara perlahan mendorong peningkatan kompetensi siswa, baik dari sisi literasi, numerasi, maupun keterampilan digital.

Revitalisasi Sekolah: Menjawab Masalah yang Menumpuk

Tidak dapat dimungkiri, persoalan infrastruktur pendidikan di Indonesia telah berlangsung bertahun-tahun. Banyak sekolah mengalami kerusakan, keterbatasan ruang belajar, hingga fasilitas yang tidak layak.

Namun melalui program revitalisasi sekolah, pemerintah mulai menjawab persoalan tersebut secara konkret. Tahun 2025 saja, lebih dari 16 ribu satuan pendidikan telah tersentuh program ini. Yang lebih progresif, pada 2026 ditargetkan 60.000 sekolah akan menerima revitalisasi.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembenahan pendidikan tidak dilakukan secara instan, tetapi melalui pendekatan bertahap dan terukur. Seperti yang sering disampaikan, ”membenahi pendidikan nasional bukan kerja instan.” Ini adalah kerja besar yang membutuhkan konsistensi kebijakan dan keberanian eksekusi.

Dampak Nyata: Dari Sarana ke Mutu Pembelajaran

Program bantuan sarana dan prasarana tidak berhenti pada aspek fisik semata. Dampak yang mulai terlihat adalah meningkatnya kualitas proses pembelajaran di kelas. Dengan dukungan teknologi:

Ø  Guru lebih kreatif menyampaikan materi

Ø  Siswa lebih aktif dan partisipatif

Ø  Akses terhadap sumber belajar semakin luas

Ø  Pembelajaran menjadi lebih relevan dengan era digital

Di sinilah letak kekuatan kebijakan saat ini: menghubungkan antara sarana dengan mutu pembelajaran. Artinya, pembangunan tidak hanya terlihat secara kasat mata, tetapi juga terasa dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Pendidikan Bukan Panggung Drama, Ini Masa Depan Bangsa

Narasi yang dibangun melalui berbagai program ini juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar isu politik atau bahan perdebatan sesaat. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa.

Karena itu, kritik tentu tetap diperlukan, namun harus berbasis data yang utuh, bukan potongan narasi yang justru menyesatkan. Upaya besar yang sedang berjalan ini membutuhkan dukungan semua pihak: pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat.

Lebih jauh lagi, pendidikan tidak boleh terjebak pada narasi sensasional yang hanya mengejar perhatian publik sesaat. Ketika isu pendidikan dikemas secara berlebihan tanpa data yang utuh, yang dirugikan bukan hanya institusi, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan itu sendiri. Padahal, membangun kepercayaan publik adalah salah satu kunci keberhasilan transformasi pendidikan.

Selain itu, penting dipahami bahwa setiap kebijakan pendidikan memiliki proses, tahapan, dan indikator capaian yang tidak selalu bisa terlihat secara instan. Karena itu, publik perlu diberi literasi kebijakan agar mampu melihat perubahan secara komprehensif, bukan sekadar potongan peristiwa. Dengan pemahaman yang utuh, masyarakat dapat menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah.

Pada akhirnya, orientasi utama pendidikan harus selalu kembali pada kepentingan peserta didik. Setiap program, baik digitalisasi, revitalisasi, maupun peningkatan kompetensi guru, harus bermuara pada kualitas pembelajaran siswa. Karena di tangan merekalah masa depan bangsa dipertaruhkan, bukan pada narasi gaduh yang sesaat.

 Optimisme Pendidikan Indonesia

Dengan tagline ”Pendidikan Bermutu untuk Semua”, arah kebijakan saat ini menunjukkan optimisme yang kuat. Pemerataan akses, penguatan sarana, serta peningkatan kualitas pembelajaran menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Perjalanan masih panjang, tantangan masih banyak, namun fondasi sudah mulai dibangun dengan serius. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan melahirkan generasi yang lebih unggul, adaptif, dan siap menghadapi masa depan.

Optimisme terhadap masa depan pendidikan Indonesia juga semakin kuat dengan adanya sinergi antara pusat dan daerah. Program-program yang dicanangkan tidak hanya berhenti di level kebijakan, tetapi juga diikuti dengan implementasi yang nyata hingga ke satuan pendidikan. Ini menunjukkan adanya keseriusan dalam memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Di sisi lain, transformasi pendidikan juga membuka peluang besar bagi lahirnya inovasi-inovasi baru di tingkat sekolah. Dengan dukungan teknologi dan sarana yang semakin memadai, guru dan siswa didorong untuk lebih kreatif, adaptif, dan kolaboratif. Hal ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Ke depan, harapan besar tertuju pada keberlanjutan program-program yang telah berjalan. Konsistensi kebijakan, penguatan pengawasan, serta evaluasi berbasis data akan menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang. Jika semua elemen terus bergerak bersama, cita-cita menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. (*)

*)Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa S-3 Ilmu Pendidikan UMM

Editor : Amin Basiri
#Pendidikan Bermutu #pendidikan indonesia #pendidikan