Oleh DAFIR FALAH
Kepala Jawa Pos Radar Madura Biro Sumenep
MENDENGAR nama Kancil mengingatkan kita pada masa kanak-kanak. Ya si Kancil dan Pak Tani.
Buku dongeng Si Kancil dan Pak Tani itu sangat melegenda. Bukan hanya dulu. Tapi, hingga sekarang.
Dari cerita dongeng itu, si Kancil digambarkan sebagai sosok yang cerdik. Licik. Menyebalkan. Pembuat ulah. Dan, Pak Tani adalah salah satu musuh bubuyutannya. Intinya, bikin geram seluruh penduduk dongeng itu.
Negeri Ramayana ini bukan sekadar ceritanya yang bikin menarik semua orang. Namun, keberadaannya menyimpan magis yang tak biasa. Sangat anomali.
Jadi, bagi siapa pun yang mau berkunjung ke negeri Ramayana ini, pasti terkaget-kaget. Detak jantung akan lebih cepat 180 derajat dari biasanya.
Bagaimana tidak, negeri yang kaya akan kandungan migas justru malah diubrak-abrik oleh satu orang bernama si Kancil.
Pengaruh si Kancil sangat besar. Entah kenapa, tapi ceritanya kurang lebih begitu. Padahal, si Kancil ini tidak memiliki jabatan stragis apa pun. Hanya tenaga kerja biasa.
Namun, keberadaannya mirip Superhero. Kekuatannya tiada tanding. Pokoknya kehebatan si Kancil dari negeri Ramayana ini di atas rata-rata. Ampun paduka, Anda luar biasa!
Dari saking kuatnya, si Kancil ini bisa mengatur semua urusan di negeri Ramayana.
Misal, mulai dari urusan proyek, urusan mutasi pejabat, hingga urusan tetek bengek lainnya. Lagi-lagi, Anda luar biasa!
Pengaruh si Kancil ini mirip-mirip pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Memang tidak ada di struktur birokasi, tetapi kewenangannya melebihi birokrat. Tidak hebat apa coba si Kancil ini. Kita harus akui itu.
Kehebatan si Kancil ini sudah melampaui manusia pada umumnya. Bayangkan, seorang pejabat kelas atas saja tunduk padanya. Ini gila. Ini anomali. Ini tidak normal.
Terus terang, saya mendengar cerita dan nama si Kancil ini sedikit mengelus dada. Heran sekaligus mati kutu. Kok bisa?
Ceritanya lagi, si Kancil ini sewaktu-waktu bisa menjelma jadi siapa pun. Bisa jadi bupati. Bisa jadi anggota dewan. Bisa jadi kepala dinas. Juga bisa jadi broker proyek. Wooowww!
Pokoknya angkat dua jari jempol buat si Kancil dari negeri Ramayana ini. Anda benar-benar hebat. Luar biasa. Lanjutkan! Mumpung kartu joker Anda masih hidup.
Saya sebagai penikmat dari ceritamu cukup berdamai atas keadaan ini. Sebab, ini bagian dari cara semesta bekerja. Selebihnya memaklumi. (*)
Editor : Dafir.