Oleh: HAIRATUL HASANAH
BERBICARA tentang santri, tidak bisa lepas dari yang namanya pondok pesantren (ponpes) dan kiai. Sebab, santri dapat diartikan sebagai seseorang yang hidup dalam lingkungan pesantren serta melakukan kewajiban yang ada di dalamnya.
Seorang santri akan dibekali pengetahuan dan ajaran agama Islam sehingga kelak menjadi orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
Juga mampu berpegang teguh pada agama dan bisa hidup bermasyarakat serta memberikan manfaat antar sesama.
Santri dijadikan panutan dalam masyarakat karena beberapa faktor. Pertama, santri telah dibekali nilai-nilai agama dan akhlak mulia. Dalam ponpes, santri dibekali nilai-nilai keagamaan secara mendalam dan pembentukan perilaku yang baik. Dengan demikian, seorang santri mampu menjadi seseorang yang dapat mengamalkan ilmunya kepada masyarakat, baik melalui ucapan maupun tingkah lakunya (Hendi, 2019: 17).
Kedua, santri telah diajarkan karakter dan kemandirian. Saat ini ponpes sudah mengikuti perkembangan zaman. Dengan demikian, santri siap berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Kelak juga bisa menjadi seorang pemimpin dan tetap berhati-hati dalam kepemimpinannya agar tidak berpengaruh dalam jabatannya (Fatmawati, 2020).
Ketiga, santri telah dilatih beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Santri tidak akan ketinggalan zaman dengan kemajuan teknologi. Selama di ponpes, santri sudah dilatih dan diasah kemampuannya sesuai zaman (Yulia Mayasari, 2022). Karena gemblengan tersebut, santri bisa dijadikan panutan. Sebab, kemampuan dan akhlaknya telah terlatih dan terbentuk selama berada di ponpes.
Baca Juga: Darurat Pendidikan
Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi santri saat menjadi panutan masyarakat di era modern. Tantangan ini harus diwaspadai. Jika seorang santri tidak siap dengan tantangan tersebut, dia akan kehilangan marwahnya. Beberapa tantangan tersebut di antaranya arus globalisasi dan modernisasi. Di zaman yang semakin modern ini, menjaga nama baik menjadi tantangan tersendiri bagi seorang santri. Sebab, santri cukup sulit menjaga nama baik di era yang semakin bebas.
Kemudian, pengaruh media sosial. Media sosial telah menjadi dunia kedua bagi generasi saat ini. Karena itu, kabar bertebaran di mana-mana. Santri akan dihadapkan dengan hoaks, ujaran kebencian, serta budaya barat. Karena itu, santri harus siap dengan tantangan ini. Terus berupaya bijak menggunakan media sosial.
Lalu, public figure yang populer. Saat ini banyak sekali influencer, artis, dan public figure yang dijadikan panutan oleh kawula muda meski perilaku mereka tidak sesuai dengan ajaran Islam. Yang terakhir yaitu menerapkan ilmu agama dalam kehidupan modern. Saat terjun ke tengah masyarakat, kadang sulit menerapkan ilmu-ilmu yang diperoleh selama di ponpes. Karena itu, seorang santri yang telah menjadi role model harus terus berupaya dan menyiapkan diri untuk menghadapi sederet tantangan tersebut. (*)
*)Mahasiswi PGMI STIT Aqidah Usymuni, Alumnus Yayasan Al Islamiyah Pakondang, Rubaru, Sumenep
Editor : Ina Herdiyana