1.334 Taruna Jatim Resmi Dibaret, Khofifah Tegaskan Disiplin Tanpa Kekerasan

Hendriyanto • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 09:09 WIB
MEMBANGGAKAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Inspektur Upacara melakukan prosesi pembaretan di Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan, Kamis (8/10).
MEMBANGGAKAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Inspektur Upacara melakukan prosesi pembaretan di Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan, Kamis (8/10)

PASURUAN, RadarMadura.id – Sebanyak 1.334 taruna-taruni dari enam SMAN Taruna Jawa Timur resmi menyandang baret setelah menjalani masa basis ketarunaan selama sekitar tiga bulan.

Dalam upacara pembaretan di Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan, Kamis (8/10), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pendidikan ketarunaan harus membentuk generasi disiplin tanpa kekerasan.

Khofifah mengatakan, baret bukan sekadar atribut yang dikenakan di kepala. Baret menjadi simbol perjuangan, disiplin, sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan setiap taruna.

Baca Juga: Layani Ratusan Transaksi Setiap Hari, BRILink Agen Nova Yulianti Berkembang di Muara Enim

“Pembaretan hari ini bukan sekadar seremoni. Baret yang kalian kenakan adalah simbol proses, perjuangan, disiplin sekaligus tanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Khofifah, masa basis tidak boleh hanya berorientasi pada latihan fisik dan rutinitas. Proses tersebut harus mampu membentuk karakter dan pola pikir peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi mandiri, tangguh, bertanggung jawab, religius, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Khofifah secara khusus mengingatkan pentingnya pendekatan humanis dalam pendidikan ketarunaan. Dia menegaskan tidak boleh ada kekerasan, perundungan atau bullying, maupun praktik senioritas yang merendahkan martabat peserta didik.

“Disiplin tidak identik dengan kekerasan. Ketegasan harus berjalan bersama keteladanan,” ujarnya.

Pesan tersebut terutama ditujukan kepada taruna yang kelak menjadi senior. Khofifah meminta mereka tidak menjadikan status senior sebagai alasan untuk bertindak semena-mena terhadap junior.

“Semakin senior, semakin besar tanggung jawab untuk memberikan teladan, melindungi dan membimbing,” katanya.

Selain pembentukan karakter, Khofifah mengingatkan para taruna agar mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut dia, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan integritas.

Baca Juga: BRILink Agen Erni Layani 6.000 Transaksi per Bulan, Pendapatan Warung Naik Dua Kali Lipat

“Teknologi boleh berkembang semakin cepat, tetapi integritas tidak boleh tertinggal. Pengetahuan boleh semakin tinggi, tetapi karakter harus tetap menjadi fondasi,” tegasnya.

Khofifah menyebut para taruna sebagai calon pemimpin masa depan yang diproyeksikan menerima estafet kepemimpinan bangsa saat Indonesia memasuki usia satu abad pada 2045. Karena itu, pendidikan di SMAN Taruna Jatim harus memadukan kecerdasan, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, spiritualitas, dan karakter.

“Persiapkan diri bukan hanya untuk menjadi orang yang sukses, tetapi menjadi pemimpin yang memiliki integritas, kompetensi, kepedulian dan kecintaan kepada bangsa dan negara,” pesannya.

Sebanyak 1.334 taruna-taruni yang mengikuti pembaretan berasal dari enam sekolah. Rinciannya, SMAN Taruna Nala Jatim 201 orang, SMAN 3 Taruna Angkasa Jatim 270 orang, SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jatim 245 orang, SMAN 5 Taruna Brawijaya Jatim 270 orang, SMAN Taruna Madani Jatim 135 orang, dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jatim 213 orang.

Prosesi pembaretan ditandai dengan penyiraman air bunga, penyematan baret, dan pemasangan lencana bela negara. Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI.

Baca Juga: Selawat Menggema dari Gedung DPRD Jatim, Ketua Legislatif Langitkan Doa untuk Petani-Nelayan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menggandeng sejumlah institusi untuk mendukung pendidikan ketarunaan. Lembaga yang terlibat di antaranya TNI AL, TNI AU, Kodam V/Brawijaya, Polda Jatim, IPDN, serta Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Pasuruan.

Khofifah berharap kolaborasi tersebut mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap mengabdi kepada bangsa. “Jawa Timur ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi unggul yang cerdas sekaligus berkarakter,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyerahkan piagam penghargaan kepada 12 taruna-taruni atas capaian mereka selama masa basis. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan drum corps dan defile taruna-taruni dari enam SMAN Taruna Jatim. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
sman taruna gunernur jatim khofifah pasuruan