SURABAYA, RadarMadura.id – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) mendukung peningkatan kompetensi wartawan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2026. Kegiatan yang digelar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) bekerja sama dengan Dewan Pers tersebut berlangsung selama tiga hari, 8–10 September 2026, di Hotel Platinum Surabaya.
Dukungan HCML menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan kualitas jurnalisme di wilayah operasi industri hulu migas, khususnya Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa). UKW tersebut diikuti wartawan dari berbagai jenjang, mulai Muda, Madya, hingga Utama.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pre-test pada Selasa (8/9). Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto membuka kegiatan sekaligus menyampaikan materi mengenai manajemen konvergensi media massa dan pentingnya uji kompetensi bagi wartawan serta perusahaan pers.
Perwakilan SKK Migas Jabanusa juga turut memberikan pemaparan kepada peserta. Selanjutnya, para peserta mendapatkan sejumlah materi dari penguji LPDS, di antaranya Bahasa Indonesia Jurnalistik, Post-Truth dan Jurnalistik, pelanggaran dalam pemberitaan dan penggunaan AI dalam jurnalisme, teknik menulis feature dan opini, serta materi menjadi wartawan kompeten.
Baca Juga: Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan di Sumatera Selatan
Memasuki hari kedua, Rabu (9/9), peserta menjalani rangkaian uji kompetensi sesuai jenjang masing-masing. Peserta jenjang Muda diuji antara lain dalam merencanakan liputan, memahami platform digital, mencari bahan liputan melalui konferensi pers, serta melakukan wawancara doorstep.
Sementara itu, wartawan jenjang Madya menjalani uji terkait perencanaan pemberitaan pada platform digital, analisis bahan liputan, penyuntingan berita dan materi audiovisual, hingga perencanaan liputan investigasi.
Pada jenjang Utama, peserta diuji dalam merumuskan kebijakan redaksi, mengevaluasi rencana liputan, menentukan bahan liputan layak siar, serta mengarahkan liputan investigasi.
Rangkaian UKW berlanjut pada Kamis (10/9) dengan materi penulisan berita berbasis konvergensi multimedia, perancangan rubrik atau kanal redaksional, kebijakan rubrikasi dan redaksional, serta penyuntingan berita mandiri. Peserta juga diuji dalam pemahaman dan penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), peraturan terkait pers, serta evaluasi hasil liputan melalui rapat redaksi.
Baca Juga: Adu Penalti Warnai Semifinal Bahlil Mini Soccer Zona Kediri
Setelah seluruh rangkaian uji kompetensi selesai, kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam kepada peserta. Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa Febrian Ihsan berharap pelaksanaan UKW dapat mendorong pers nasional semakin profesional.
"Kami berharap dengan UKW ini, pers nasional semakin profesional," terang Febrian saat penutupan kegiatan di hadapan peserta UKW.
Manager Regional Office and Relation HCML Hamim Tohari mengatakan, media memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan operasi industri hulu migas. Karena itu, standar kompetensi wartawan yang ditetapkan Dewan Pers perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk KKKS.
"Peran media dalam mendukung operasi industri hulu migas sangat penting. Oleh karena itu, adanya standar kompetensi wartawan yang diberlakukan Dewan Pers perlu mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk KKKS," ungkap Hamim.
Baca Juga: BRI Perkuat Sustainable Finance, Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp 842,1 Triliun
HCML berharap dukungan terhadap UKW dapat memperkuat kolaborasi dengan insan pers sekaligus mendorong lahirnya jurnalisme yang kompeten, kredibel, dan berimbang.
Kompetensi tersebut dinilai semakin penting dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem media. (*/dry)
Editor : Hendriyanto