Banggar dan Pemerintah Sepakat, Pendapatan Negara Naik Rp 9,1 Triliun

Dafir. • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 19:31 WIB
Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah
Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah

JAKARTA – Postur sementara RAPBN 2027 mengalami perubahan. Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati kenaikan target pendapatan sekaligus belanja negara masing-masing sebesar Rp9,1 triliun dari rancangan awal dalam Nota Keuangan.

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan, perubahan postur tersebut merupakan hasil pembahasan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia (BI).

”Berdasarkan rapat Banggar bersama Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia, hari ini, target pendapatan negara dan hibah tercatat menjadi Rp3.435,1 triliun,” kata Said, Senin (7/9).

Dalam postur yang disepakati, penerimaan perpajakan menjadi salah satu sumber kenaikan pendapatan. Targetnya meningkat Rp4 triliun, dari semula Rp2.908 triliun menjadi Rp2.912 triliun.

Rinciannya, penerimaan pajak naik Rp2 triliun dari Rp2.591,4 triliun menjadi Rp2.593,4 triliun. Sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai bertambah Rp2 triliun, dari Rp316,6 triliun menjadi Rp318,6 triliun.

Kenaikan juga terjadi pada penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dari semula Rp517,4 triliun, target PNBP disepakati menjadi Rp522,5 triliun atau bertambah Rp5,1 triliun.

Sementara itu, penerimaan hibah tidak mengalami perubahan. Angkanya tetap sebesar Rp0,7 triliun.

Di sisi belanja, Banggar dan pemerintah juga menyepakati kenaikan sebesar Rp9,1 triliun. Belanja negara yang dalam Nota Keuangan dipatok Rp4.097,2 triliun menjadi Rp4.106,3 triliun.

Kenaikan tersebut seluruhnya berasal dari belanja pemerintah pusat. Angkanya naik dari Rp3.362,2 triliun menjadi Rp3.371,3 triliun.

”Kenaikan ini berasal dari belanja kementerian/lembaga (K/L) yang disesuaikan dari Rp1.504,7 triliun menjadi Rp1.513,8 triliun,” jelas Said.

Sedangkan belanja non-kementerian/lembaga (non-K/L) tidak berubah. Alokasinya tetap Rp1.857,5 triliun. Demikian pula transfer ke daerah yang dipertahankan sebesar Rp735 triliun.

Meski terjadi penyesuaian pada sisi pendapatan dan belanja, pemerintah dan Banggar tetap menjaga disiplin fiskal. Target defisit RAPBN 2027 disepakati tetap sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Said menegaskan, perubahan postur tersebut menjadi bagian dari proses pembahasan RAPBN 2027 sebelum memasuki tahapan berikutnya dalam pembicaraan tingkat I. (*/)

Editor : Dafir.
Banggar apbn said abdullah