SURABAYA, RadarMadura.id – Komitmen energi untuk rakyat kembali ditegaskan SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) dengan menyerahkan 2 unit satuan pembangkit diesel (SPD) atau pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas total 600 kVa kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Penyerahan ini menjadi jawaban atas kebutuhan listrik dasar warga Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken.
Penandatanganan berita acara serah terima (BAST) berlangsung di Surabaya, Senin (24/8).
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer, Turnamen Mini Soccer Terbesar di Jatim, Madura Masuk Zona 8
Setelah diserahterimakan ke Pemkab Sumenep, pengelolaan selanjutnya akan dijalankan PT PLN (Persero) agar distribusi berjalan sesuai standar pelayanan publik.
Langkah ini menunjukkan peran KEI yang melampaui tugas utama sebagai kontraktor hulu migas.
Perusahaan hadir mendukung pemerintah dan PLN dalam membangun infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan yang selama ini sulit dijangkau jaringan utama.
KEI sudah menyalurkan kelebihan daya sebesar 200 kVa dari fasilitas pabrik pengolahan (plant) yang didistribusikan ke rumah-rumah warga Pagerungan Besar sejak awal tahun 2000-an.
Pasokan itu sudah berjalan lebih dari dua dekade dan menjadi tumpuan penerangan malam masyarakat.
Kini kontribusi perusahaan diperbesar. Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM), KEI menyerahkan 2 unit mesin diesel baru masing-masing berkapasitas 300 kVa.
Baca Juga: Pemkab Terima Hibah SPAM Tangkel, Bupati Lukman Optimistis Dapat Perluas Layanan
Total daya terpasang 600 kVa ini diproyeksikan meningkatkan kapasitas listrik hingga 2,5 kali lipat dari sebelumnya.
Kenaikan kapasitas ini ditujukan untuk 2.000 kepala keluarga (KK) di Pulau Pagerungan Besar.
Dengan pengoperasian penuh, warga diharapkan dapat menikmati aliran listrik 24 jam tanpa henti untuk kali pertama secara merata.
”Selama ini kami sudah terbantu pasokan dari KEI. Dengan adanya mesin baru ini, anak-anak bisa belajar malam, UMKM bisa jalan lebih lama, dan hidup warga lebih tenang,” kata Kepala Desa Pagerungan Besar Yulandi Abd. Rochim.
Dampak pasokan listrik langsung terasa pada ekonomi. Penguatan daya menggerakkan UMKM pengolahan hasil laut seperti teripang dan perikanan.
Waktu produksi bisa diperpanjang dan rantai dingin lebih terjaga.
Sektor pendidikan juga diuntungkan. Sekolah-sekolah di pulau kini memiliki kepastian daya untuk kegiatan belajar, penggunaan komputer, hingga penerangan saat kegiatan sore dan malam hari.
Pemerataan akses juga didukung pemerintah. Program Kementerian ESDM telah memfasilitasi pemasangan kWh meter untuk 1.600 rumah tangga.
Sebanyak 200 KK lainnya telah disurvei dan akan dipasangi meter susulan.
Agar distribusi adil, batas daya yang dipasang rata-rata 900 VA per rumah tangga.
Baca Juga: Mekanisme Usulan AHWA Dapat Dibuat di Lokasi Pendaftaran Muktamar Ke-35 NU
Skema tarif subsidi PLN tetap diberlakukan sehingga beban warga tetap terjangkau.
Vice President KEI Iman Santoso menyebut penyerahan ini sebagai tonggak penting.
Ini wujud komitmen perusahaan membantu pemerintah dalam pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Unit pembangkit telah dinyatakan siap operasi. Prosesnya melewati uji kelaikan teknis dan sertifikasi yang didukung Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, SKK Migas, Pemkab Sumenep, dan PLN.
Iman menambahkan, kebutuhan listrik warga terus tumbuh seiring pertambahan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, penambahan 600 kVa dari dua mesin baru menjadi solusi konkret.
Koordinator Perencanaan Listrik Pedesaan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM Muhadi mengapresiasi langkah tersebut.
Menurutnya, ini implementasi nyata UU 30/2009 tentang Ketenagalistrikan. Khususnya peran badan usaha swasta dalam penyediaan tenaga listrik.
Muhadi juga mencatat capaian Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Jawa Timur sudah 99,571 persen hingga triwulan II 2026.
Tantangan tersisa kini fokus pada wilayah kepulauan seperti Sumenep. Karena itu, inisiatif KEI sangat membantu mengejar target RE 100 persen.
Baca Juga: Asus dan Xbox Bikin Gebrakan Lewat ROG Ally X20, Konsol Genggam Berbodi Transparan dengan Layar OLED
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi. Meski cadangan gas lapangan Pagerungan Besar mengalami penurunan alami dan kini tersisa sekitar 4 MMSCFD, KEI tetap konsisten menunjukkan kepedulian sosial tinggi.
Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa Anggono Mahendrawan menegaskan kegiatan hulu migas harus memberi manfaat ganda bagi daerah operasi.
Menurut dia, pasokan listrik 24 jam ini fondasi dasar agar aktivitas warga lancar dan membuka peluang usaha lokal.
”Secara tidak langsung, ketersediaan daya ini diharapkan dapat menjadi stimulus awal untuk membuka peluang usaha lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara bertahap.” Tegas Anggono.
Inisiatif penerangan kepulauan akan berlanjut. KEI saat ini dalam proses pesanan pembelian (purchase order) untuk dua unit mesin diesel 2 x 350 kVa atau 700 kVa bagi Pulau Pagerungan Kecil.
Fasilitas itu akan disinergikan dengan hibah PLTS 1 MW dari program Danantara, Pemkab Sumenep, dan PLN untuk membentuk sistem energi hibrida.
Agenda BAST turut dihadiri Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim, Sekkab Agus Dwi Saputra, Camat Sapeken Hamka, dan Kepala Desa Pagerungan Besar Yulandi Abd. Rochim.
Selain itu ada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Ach. Dzulkarnain, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Didik Wahyudi, Kabag Hukum Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jawa Timur. (*/luq)
Editor : Hera Marylia