Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

​Rahasia Pahala Awal Tahun: Panduan Lengkap Puasa Sunnah 1 Muharram

Hasan Bashri • Senin, 15 Juni 2026 | 20:39 WIB
Niat Puasa 1 Muharram, Tahun Baru Hijriyah
Niat Puasa 1 Muharram, Tahun Baru Hijriyah

RadarMadura.id — Pergantian tahun baru Islam selalu menjadi momentum spiritual yang berharga bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia.

Salah satu amalan utama yang kerap menghidupkan awal penanggalan Hijriah ini adalah ibadah puasa sunnah.

 Langkah ini bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan wujud rasa syukur atas umur dan kesempatan baru yang masih diberikan.

Memulai lembaran tahun dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta tentu memberikan energi positif yang besar.

Baca Juga: Modal Berharga Tuntaskan 32 Besar Pasca Menundukkan Tuan Rumah Persikoba

​Melaksanakan ibadah ini tentu harus diawali dengan keteguhan hati yang teercermin melalui bacaan niat yang sahih. Adapun lafal niat puasa sunnah 1 Muharram yang dapat Anda baca secara lisan maupun dalam hati adalah Nawaitu shauma syahri-l-muharrami sunnatan lillâhi ta'âlâ.

 Kalimat tersebut memiliki arti yang mendalam, yakni bersaksi bahwa saya berniat puasa bulan Muharram, sunnah karena Allah Ta'ala.

Melafalkan niat ini menjadi fondasi utama agar ibadah kita berjalan dengan sah dan bernilai pahala.

Adapun niat puasa Muharram ini adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

 Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ. Artinya,

 

“Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.

 

​Lafal Niat dan Makna Spiritualnya

​Aturan Waktu dan Kelonggaran Membaca Niat

​Terkait teknis pelaksanaannya, para ulama memberikan kelonggaran waktu yang cukup fleksibel mengenai kapan niat ini harus diucapkan. Idealnya, Anda dapat melafalkan niat tersebut pada malam hari, tepatnya sejak matahari terbenam hingga sebelum berkumandangnya azan Subuh.

 Namun, apabila Anda mendadak lupa atau terbangun terlambat, niat masih boleh diucapkan hingga sebelum masuk waktu Dzuhur.

Syarat mutlaknya adalah Anda belum mengonsumsi makanan, minuman, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa sejak fajar.

Baca Juga: Sape Kerrap Rombak Skuad: Tujuh Pemain Dicoret, Enam Bertahan

​Status Hukum dan Keabsahan Amalan

​Secara hukum fikih, menjalankan ibadah puasa pada tanggal 1 Muharram memiliki kedudukan yang sah dan sangat dianjurkan. Amalan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kesunahan berpuasa di sepanjang bulan Muharram secara keseluruhan. Fleksibilitas ini membuat umat Islam dapat memilih hari-hari terbaik mereka untuk memanen pahala di awal tahun. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk ragu dalam memulai langkah kebaikan ini sejak hari pertama.

​Menyelami Keutamaan Besar Bulan Muharram

​Mengapa bulan ini begitu istimewa hingga ibadah puasa di dalamnya mendapat perhatian yang begitu besar? Muharram sendiri menyandang status sebagai salah satu bulan mulia atau asyhurul hurum yang disucikan dalam kalender Islam.

Bahkan, dalam berbagai riwayat sahih, tingkat keutamaan puasa di bulan ini menempati posisi kedua terbaik tepat setelah puasa wajib Ramadhan.

Keistimewaan inilah yang membuat para sahabat dan generasi salaf terdahulu berlomba-lomba memperbanyak puasa selama Muharram.

​Memulai tahun baru dengan lapar dan dahaga yang lillahi ta'ala dipercaya mampu menjadi pembersih jiwa dari noda-noda setahun lalu. Kebiasaan baik yang dimulai sejak awal bulan dipercaya akan mengalirkan istikamah untuk bulan-bulan berikutnya.

Artikel ini hadir sebagai pengingat sekaligus panduan ringkas agar ibadah Anda berjalan sesuai tuntunan syariat yang benar.

Mari kita jadikan momentum 1 Muharram ini sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas ketakwaan kita sebagai hamba.

Editor : Hasan Bashri
#Niat puasa 1 Muharram #puasa sunnah Muharram #keutamaan bulan Muharram #awal tahun baru hijriah #panduan puasa Muharram